Rambay.id – Shopee PayLater atau SPayLater telah menjadi salah satu metode pembayaran favorit bagi banyak pengguna e-commerce di Indonesia. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk membeli barang sekarang dan membayarnya nanti dengan sistem cicilan atau tempo.
Namun, kebutuhan mendesak akan uang tunai sering kali memunculkan pertanyaan: apakah limit kredit tersebut bisa diubah menjadi uang tunai? Fenomena ini dikenal dengan istilah “Gestun” atau Gesek Tunai.
Meskipun secara aturan resmi Shopee PayLater didesain khusus untuk transaksi pembelian produk fisik dan digital di dalam platform, terdapat beberapa metode yang sering digunakan pengguna.
Untuk mencairkan limit tersebut ke rekening bank. Ulasan berikut akan mengupas tuntas mekanisme tersebut, sekaligus memberikan peringatan keras mengenai risiko keamanan akun yang mengintai.
Memahami Konsep Gestun pada Shopee PayLater
Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk memahami bahwa mencairkan limit PayLater menjadi uang tunai bukanlah fitur resmi yang disediakan oleh Shopee untuk layanan SPayLater. Fitur pinjaman tunai resmi yang disediakan oleh Shopee adalah SPinjam.
Praktik pencairan limit belanja menjadi uang tunai disebut gestun. Mekanisme dasarnya melibatkan transaksi “pura-pura”. Pengguna seolah-olah membeli barang dari penjual, namun penjual tidak mengirimkan barang fisik.
Melainkan mentransfer sejumlah uang (setelah dipotong biaya jasa) ke rekening pembeli. Praktik ini berada di wilayah abu-abu dan diawasi ketat oleh sistem keamanan Shopee.
Metode Umum Mencairkan Shopee PayLater ke Rekening
Terdapat beberapa cara yang biasa dilakukan untuk memindahkan limit kredit menjadi saldo rekening. Berikut adalah penjelasannya secara rinci.
1. Menggunakan Jasa Gestun Terpercaya
Metode paling umum adalah menggunakan jasa pihak ketiga atau toko yang menyediakan layanan gestun. Biasanya, penyedia jasa ini memiliki toko di Shopee dengan produk samaran (seperti top up saldo, voucher fisik, atau barang custom).
- Pemesanan: Pengguna melakukan checkout pada produk yang disediakan oleh penyedia jasa menggunakan metode pembayaran SPayLater.
- Konfirmasi: Setelah pembayaran berhasil, pengguna melakukan konfirmasi pesanan diterima (biasanya setelah beberapa jam atau dikirim resi pancingan).
- Pencairan: Pihak penyedia jasa akan mentransfer dana ke rekening bank pengguna setelah dana dari Shopee masuk ke Saldo Penjual mereka.
Kelemahan metode ini adalah tingginya biaya administrasi yang dipatok oleh penyedia jasa, biasanya berkisar antara 5% hingga 10% dari total transaksi. Selain itu, risiko penipuan sangat tinggi jika tidak teliti memilih penyedia jasa.
2. Teknik Order Fiktif (Dua Akun)
Cara ini dilakukan secara mandiri dengan menggunakan dua akun Shopee dan dua perangkat berbeda. Satu akun berperan sebagai penjual (seller) dan akun pemilik limit SPayLater berperan sebagai pembeli.
- Persiapan Toko: Akun kedua mengunggah produk dengan harga sesuai nominal yang ingin dicairkan.
- Transaksi: Akun utama membeli produk tersebut menggunakan SPayLater.
- Pengiriman: Akun penjual memproses pesanan dan mengirimkan paket kosong atau barang tidak bernilai ke alamat pembeli untuk mendapatkan nomor resi valid.
- Penyelesaian: Setelah paket “diterima”, dana akan masuk ke Saldo Penjual dan bisa ditarik ke rekening bank.
Metode ini memerlukan modal awal untuk ongkos kirim dan kehati-hatian ekstra agar tidak terdeteksi oleh sistem anti-fraud Shopee yang melacak alamat IP dan perangkat.
3. Pembelian E-Wallet atau Voucher Emas
Beberapa toko resmi atau merchant rekanan terkadang menjual voucher emas digital atau saldo e-wallet yang bisa dibayar menggunakan PayLater.
- Pembelian Emas: Pengguna membeli voucher emas di aplikasi mitra (seperti Pegadaian, Peluang, atau Lakuemas) melalui Shopee. Setelah emas terbeli, pengguna menjual kembali emas tersebut di aplikasi mitra dan hasil penjualannya ditransfer ke rekening bank.
- Top Up E-Wallet: Mencari merchant yang menyediakan top up DANA, OVO, atau ShopeePay dengan pembayaran QRIS yang mendukung sumber dana PayLater, lalu mentransfer saldo tersebut ke bank.
Bahaya dan Risiko Gestun Shopee PayLater
Bagian ini sangat penting untuk diperhatikan. Shopee memiliki sistem deteksi kecurangan yang sangat canggih. Melakukan pencairan limit PayLater secara paksa melanggar Syarat dan Ketentuan layanan. Berikut adalah konsekuensi fatal yang mungkin terjadi.
Pembekuan dan Pemblokiran Akun Permanen
Risiko terbesar adalah akun Shopee dinonaktifkan. Sistem Shopee dapat mendeteksi pola transaksi yang tidak wajar, seperti:
- Pembelian di toko yang baru dibuat dengan harga fantastis.
- Alamat pengiriman pembeli dan penjual yang berdekatan atau mencurigakan.
- Login akun penjual dan pembeli pada perangkat atau jaringan Wi-Fi yang sama.
Jika terdeteksi, akun SPayLater akan dibekukan. Pengguna tetap wajib membayar cicilan yang berjalan, namun tidak bisa lagi menggunakan limit tersebut selamanya.
Skor Kredit Buruk di SLIK OJK
Shopee PayLater bekerja sama dengan mitra perbankan dan lembaga jasa keuangan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika akun terindikasi melakukan penyalahgunaan atau fraud, data pengguna dapat dilaporkan.
Hal ini berdampak pada skor kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Skor kredit yang buruk akan menyulitkan pengguna saat hendak mengajukan KPR, KKB, atau pinjaman bank lainnya di masa depan.
Risiko Penipuan Jasa Gestun
Banyak oknum tidak bertanggung jawab yang membuka jasa gestun. Modusnya adalah setelah pengguna melakukan checkout dan konfirmasi “Pesanan Diterima”.
Penyedia jasa memblokir kontak pengguna dan tidak mentransfer uang yang dijanjikan. Karena transaksi ini pada dasarnya melanggar aturan, korban sulit untuk melaporkan kejadian ini ke pihak Customer Service Shopee.
Solusi Legal: Menggunakan Shopee Pinjam (SPinjam)
Daripada mengambil risiko tinggi dengan melakukan gestun, pengguna sangat disarankan untuk memanfaatkan fitur resmi yaitu SPinjam. Fitur ini memang didesain untuk pinjaman tunai yang langsung cair ke rekening bank.
Keunggulan SPinjam Dibanding Gestun
- Legal dan Aman: Transaksi tercatat resmi dan tidak melanggar aturan platform.
- Bunga Kompetitif: Bunga yang ditawarkan transparan, mulai dari 1.95% per bulan, seringkali lebih murah dibanding fee jasa gestun ilegal.
- Proses Cepat: Dana langsung cair ke rekening yang terdaftar dalam hitungan menit tanpa perlu pura-pura membeli barang.
- Limit Terpisah: Penggunaan SPinjam tidak memotong limit belanja SPayLater (pada sebagian besar akun).
Cara Mengaktifkan dan Mencairkan SPinjam
- Buka aplikasi Shopee dan masuk ke tab “Saya”.
- Pilih menu “SPinjam”.
- Lakukan pendaftaran dengan mengunggah KTP dan verifikasi wajah.
- Setelah disetujui, pilih “Ajukan”, masukkan nominal, dan pilih tenor cicilan.
- Dana akan masuk ke rekening bank yang didaftarkan.
Tips Aman Mengelola Keuangan Digital
Jika fitur SPinjam belum tersedia atau limit tidak mencukupi, pertimbangkan alternatif lain yang lebih aman daripada memaksakan gestun SPayLater.
- Gunakan Platform Pinjaman Resmi Lain: Aplikasi seperti Kredivo atau Akulaku juga memiliki fitur pinjaman tunai resmi yang berizin OJK.
- Hindari Gali Lubang Tutup Lubang: Menggunakan PayLater untuk kebutuhan konsumtif tunai seringkali menjadi awal dari jeratan hutang yang sulit diselesaikan. Pastikan kemampuan bayar mencukupi sebelum berhutang.
- Jaga Kerahasiaan Data: Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau password kepada penyedia jasa gestun, karena hal ini dapat berujung pada pembajakan akun (phishing).
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Cara Cairkan Shopee PayLater ke Rekening Bank)
Apakah Shopee PayLater bisa dicairkan ke rekening bank secara resmi?
Tidak, Shopee PayLater didesain khusus untuk transaksi belanja produk. Untuk pencairan dana tunai ke rekening bank secara resmi, Shopee menyediakan fitur terpisah bernama SPinjam (Shopee Pinjam).
Apa risiko utama melakukan gestun Shopee PayLater?
Risiko utamanya adalah pembekuan atau pemblokiran akun permanen oleh pihak Shopee karena terdeteksi aktivitas mencurigakan. Selain itu, terdapat risiko penipuan oleh penyedia jasa gestun dan potensi catatan kredit buruk di OJK.
Berapa lama proses pencairan Shopee PayLater lewat jasa gestun?
Prosesnya bervariasi tergantung metode yang digunakan. Jika menggunakan jasa toko, pencairan biasanya memakan waktu 1×24 jam atau setelah status pesanan berubah menjadi selesai dan dana masuk ke saldo penjual.
Apakah saldo Shopee PayLater bisa ditransfer ke DANA atau OVO?
Secara langsung tidak bisa. Namun, beberapa pengguna melakukannya dengan cara membeli produk top up saldo e-wallet di Shopee menggunakan pembayaran PayLater, meskipun cara ini semakin sulit dilakukan karena pembatasan sistem.
Mengapa fitur SPinjam tidak muncul di akun saya?
Fitur SPinjam diberikan secara bertahap kepada pengguna terpilih berdasarkan riwayat transaksi dan skor kredit internal Shopee. Pastikan aplikasi sudah versi terbaru dan pertahankan performa akun yang baik untuk mendapatkan penawaran ini.
Kesimpulan
Mencairkan Shopee PayLater ke rekening bank melalui metode gestun memang bisa menjadi jalan pintas saat kondisi mendesak, namun tindakan ini membawa risiko yang tidak sebanding dengan manfaatnya.
Ancaman pemblokiran akun permanen, catatan buruk di OJK, hingga potensi penipuan oleh penyedia jasa gestun adalah bahaya nyata yang harus diwaspadai.
Sebagai pengguna yang bijak, mematuhi aturan platform adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang. Gunakanlah fitur SPinjam untuk kebutuhan dana tunai atau beralih ke lembaga keuangan resmi lainnya.
Keamanan data dan keberlanjutan akses terhadap layanan keuangan jauh lebih berharga dibandingkan pencairan dana sesaat yang berisiko tinggi.