Rambay – Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka pada kalender. Bagi seorang mukmin, momen ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah (introspeksi) dan menanamkan harapan baru.
Saat kita berada di penghujung tahun 2025, perasaan campur aduk antara syukur atas pencapaian dan penyesalan atas kekhilafan mungkin menyelimuti hati.
Bagaimana cara terbaik menutup lembaran tahun 2025 dan membuka gerbang tahun 2026? Tradisi ulama Nahdlatul Ulama (NU) mengajarkan kita untuk mengiringi pergantian waktu dengan doa.
Meskipun doa khusus awal dan akhir tahun yang populer (karya Sayid Utsman bin Yahya) lazimnya dibaca saat pergantian tahun Hijriyah, para ulama NU memperbolehkan.
Menganjurkan pembacaan doa pada pergantian tahun Masehi sebagai bentuk tfa’ul (optimisme) dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Berikut ini kami akan merangkum tata cara, waktu pelaksanaan, dan teks lengkap Doa Akhir Tahun 2025 dan Doa Awal Tahun 2026 agar momen pergantian tahun Anda bernilai ibadah.
Pentingnya Berdoa di Momen Pergantian Tahun
Sebelum masuk ke inti bacaan doa, penting bagi kita memahami mengapa aktivitas ini krusial. Dalam pandangan Islam, waktu adalah modal utama manusia. Allah SWT bahkan bersumpah demi waktu dalam surat Al-‘Asr.
1. Sarana Muhasabah Diri
Tahun 2025 telah kita lalui dengan berbagai dinamika. Ada dosa yang mungkin tak sengaja diperbuat, ada ibadah yang mungkin lalai dikerjakan. Membaca doa akhir tahun adalah simbol pengakuan seorang hamba yang lemah, memohon ampunan agar catatan amal buruk di tahun lalu dihapuskan atau diampuni oleh Allah SWT.
2. Membangun Optimisme Menyambut 2026
Tahun 2026 adalah misteri. Kita tidak tahu tantangan ekonomi, kesehatan, atau sosial apa yang akan terjadi. Dengan membaca doa awal tahun, kita menyandarkan nasib sepenuhnya kepada Dzat Yang Maha Mengatur, memohon perlindungan dari godaan syaitan dan nafsu, serta meminta bimbingan untuk melakukan ketaatan.
3. Mengikuti Jejak Ulama (Ittiba’)
Warga NU (Nahdliyin) memiliki tradisi kuat dalam menghidupkan malam-malam penting dengan dzikir dan doa bersama (istighosah). Mengamalkan doa ini berarti melestarikan tradisi baik yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Doa Akhir Tahun 2025: Arab, Latin, dan Artinya
Doa akhir tahun ini dianjurkan dibaca sebelum matahari terbenam (sebelum waktu Maghrib) pada tanggal 31 Desember 2025. Inti dari doa ini adalah memohon ampunan atas segala perbuatan yang dilarang Allah namun kita lakukan sepanjang tahun, serta memohon agar amal shaleh yang kita kerjakan diterima.
Berikut adalah teks doa yang lazim diamalkan di lingkungan pesantren dan warga NU:
Teks Arab Doa Akhir Tahun
$$اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ$$
Teks Latin Doa Akhir Tahun
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘adtanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbalahu minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Terjemahan dan Makna
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku, Ya Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Penjelasan Singkat
Dalam doa ini, terdapat tiga poin utama:
- Pengakuan Dosa: Mengakui adanya larangan yang dilanggar dan belum sempat bertaubat.
- Kesadaran akan Sifat Hilm Allah: Menyadari bahwa Allah tidak langsung menghukum meski Dia mampu, karena kasih sayang-Nya.
- Permohonan Penerimaan Amal: Meminta agar sedikit amal baik yang kita punya tidak sia-sia.
Jeda Antara Akhir dan Awal Tahun (Waktu Maghrib)
Setelah selesai membaca doa akhir tahun (biasanya dibaca 3 kali), terdapat jeda waktu menjelang Isya atau setelah shalat Maghrib. Pada momen transisi dari 2025 ke 2026 ini, sangat dianjurkan untuk tidak menghabiskannya dengan hal yang sia-sia, apalagi maksiat.
Beberapa amalan yang disarankan oleh para Kyai NU sembari menunggu waktu doa awal tahun:
- Membaca Surat Yasin.
- Membaca Ayat Kursi (3x, 7x, atau 21x).
- Memperbanyak Shalawat Nabi.
- Melakukan shalat sunnah Awwabin atau shalat sunnah ba’diyah Maghrib.
Doa Awal Tahun 2026: Arab, Latin, dan Artinya
Setelah shalat Maghrib, kita memasuki suasana malam tahun baru. Dalam konteks kalender Masehi, doa ini bisa dibaca setelah Maghrib atau tepat saat pergantian malam (pukul 00.00) jika diniatkan sebagai qiyamul lail. Doa ini berisi harapan agar Allah memberikan perlindungan, taufik, dan hidayah sepanjang tahun 2026.
Teks Arab Doa Awal Tahun
$$اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ$$
Teks Latin Doa Awal Tahun
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Wa hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal ishtighâla bimâ yuqarribunِي ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Terjemahan dan Makna
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun memohon pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mengajakku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Analisis Doa Awal Tahun
Doa ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan 2026 karena memuat strategi spiritual:
- Tameng (Al-Ishmah): Meminta perlindungan dari gangguan eksternal (setan dan sekutunya).
- Senjata (Al-Aun): Meminta pertolongan melawan musuh internal terbesar, yaitu Nafsu Ammarah bis Su’ (nafsu yang menyuruh kepada keburukan).
- Fokus (Al-Isytighal): Meminta disibukkan hanya dengan hal-hal produktif yang mendekatkan diri kepada Allah.
Tips Muhasabah dan Resolusi Islami 2026
Membaca doa saja tidak cukup tanpa diiringi niat dan rencana aksi yang nyata. Berikut adalah langkah praktis menyusun resolusi tahun 2026 yang selaras dengan nilai-nilai doa di atas:
1. Evaluasi Ibadah Wajib
Lihat kembali tahun 2025. Bagaimana shalat lima waktu kita? Apakah sering terlambat atau bolong? Jadikan “Shalat Tepat Waktu Berjamaah” sebagai resolusi utama di 2026.
2. Manajemen Utang dan Keuangan
Dalam Islam, utang adalah perkara berat. Jika di 2025 Anda memiliki tanggungan finansial, niatkan dalam doa awal tahun agar Allah melancarkan rezeki untuk melunasi utang-utang tersebut agar hidup lebih tenang.
3. Peningkatan Kualitas Sosial (Hablum Minannas)
Resolusi tidak melulu soal uang. Niatkan untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua, pasangan, atau kerabat yang sempat renggang di tahun lalu. Silaturahmi adalah kunci pembuka pintu rezeki.
4. Kurangi “Noise” Digital
Di era informasi ini, salah satu gangguan terbesar adalah media sosial. Sesuai potongan doa “wal ishtighâla bimâ yuqarribunî ilaika” (sibuk dengan hal yang mendekatkan pada-Mu), cobalah batasi screen time yang tidak bermanfaat dan ganti dengan mendengarkan kajian atau membaca Quran.
Kesimpulan
Pergantian tahun dari 2025 ke 2026 adalah momentum emas untuk menata kembali hati dan tujuan hidup. Dengan mengamalkan Doa Akhir Tahun 2025 dan Doa Awal Tahun 2026 yang diajarkan para ulama, kita tidak hanya sekadar merayakan waktu, tetapi mengubah waktu menjadi keberkahan.
Ingatlah, doa adalah senjata orang mukmin. Jangan biarkan malam pergantian tahun berlalu hanya dengan pesta kembang api atau hiburan semata. Luangkan waktu sejenak.
Duduklah menghadap kiblat, angkat tangan, dan bacalah munajat tersebut dengan penuh kekhusyukan. Semoga Allah SWT mengampuni masa lalu kita dan memberkahi masa depan kita di tahun 2026.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Bolehkah membaca doa awal tahun Hijriyah untuk tahun baru Masehi?
Menurut pandangan ulama NU, berdoa tidak dibatasi waktu. Teks doa yang disusun Sayid Utsman bin Yahya memang aslinya untuk 1 Muharram, namun isinya adalah permohonan umum yang sangat baik (thayyib). Maka, membacanya di tahun baru Masehi dengan niat tfa’ul (harapan baik) dan dzikir adalah boleh dan dianjurkan.
2. Kapan waktu paling tepat membaca doa akhir tahun 2025?36
Waktu terbaik adalah setelah shalat Ashar hingga menjelang Maghrib pada tanggal 31 Desember 2025. Namun, jika berhalangan, membacanya setelah Maghrib pun tidak masalah.
3. Apakah harus membaca doa ini dalam bahasa Arab?
Tidak harus. Allah Maha Mengerti segala bahasa. Jika Anda kesulitan membaca teks Arab, membaca translasi atau berdoa dengan bahasa Indonesia dengan maksud yang sama (tobat dan harapan) tetap sah dan insya Allah diterima.
4. Apa hukum merayakan tahun baru Masehi menurut Islam?
Merayakan dengan hura-hura, maksiat, dan pemborosan (tabdzir) hukumnya haram. Namun, jika momentum tahun baru dijadikan sarana muhasabah, berdoa bersama, menyantuni anak yatim.
Berkumpul keluarga (makan bersama) tanpa melanggar syariat, maka hal itu diperbolehkan (mubah) bahkan bisa bernilai ibadah jika diniatkan silaturahmi.
5. Berapa kali doa ini sebaiknya dibaca?
Dalam tradisi NU, doa akhir dan awal tahun biasanya dibaca sebanyak 3 kali secara berurutan. Hal ini dilakukan untuk menambah kekhusyukan dan kesungguhan dalam meminta (ilhah).