Rambay.id – Layanan perbankan digital atau mobile banking (m-banking) telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat modern untuk melakukan transaksi keuangan harian. Keamanan dan kenyamanan transaksi ini sangat bergantung pada nomor telepon seluler yang terdaftar.
Nomor HP berfungsi sebagai identitas utama untuk menerima kode OTP (One Time Password), notifikasi transaksi, hingga verifikasi login. Namun, permasalahan sering muncul ketika nomor yang terdaftar mengalami masa tenggang, hangus (mati), atau ponsel hilang.
Kondisi nomor HP yang tidak aktif akan melumpuhkan akses nasabah terhadap layanan m-banking. Akibatnya, transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pengecekan saldo tidak dapat dilakukan.
Pertanyaan yang sering muncul di benak nasabah adalah mengenai prosedur penggantian nomor tersebut, terutama kemungkinan untuk melakukannya tanpa harus mengantre panjang di kantor cabang bank.
Ulasan berikut akan mengupas tuntas prosedur penggantian nomor HP pada berbagai layanan perbankan besar di Indonesia, syarat dokumen yang diperlukan, serta alternatif solusi bagi nasabah yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke bank.
Urgensi Memperbarui Nomor Ponsel Terdaftar
Sebelum masuk ke teknis penggantian, penting untuk memahami mengapa nomor ponsel yang sudah tidak aktif harus segera diganti atau diperbarui di sistem bank. Provider telekomunikasi memiliki kebijakan.
Untuk mendaur ulang (recycle) nomor yang sudah hangus atau tidak diisi pulsa dalam periode tertentu. Nomor tersebut kemudian akan dijual kembali ke publik sebagai kartu perdana baru.
Risiko keamanan muncul ketika nomor lama yang masih terhubung dengan akun m-banking jatuh ke tangan orang lain yang tidak bertanggung jawab. Jika nomor tersebut aktif kembali di tangan pengguna baru, potensi penyalahgunaan akses perbankan menjadi lebih besar.
Terutama jika pengguna baru tersebut mencoba melakukan akses ke aplikasi perbankan yang terhubung. Oleh karena itu, pemutusan hubungan antara nomor lama dengan akun bank dan pendaftaran nomor baru merupakan langkah pengamanan aset yang mutlak dilakukan.
Selain faktor keamanan, validitas nomor telepon diperlukan untuk kelancaran transaksi yang membutuhkan otentikasi dua faktor (2FA). Tanpa nomor aktif, kode verifikasi tidak dapat diterima, sehingga transaksi finansial akan tertolak secara otomatis oleh sistem.
Dokumen dan Syarat Umum Penggantian Data
Proses administratif perbankan menuntut verifikasi data yang ketat untuk mencegah kejahatan siber atau pencurian identitas. Sebelum mengajukan perubahan nomor, beberapa dokumen fisik dan non-fisik biasanya harus disiapkan oleh nasabah.
Persyaratan ini umumnya berlaku seragam di sebagian besar bank konvensional maupun syariah di Indonesia.
Berikut adalah syarat utama yang wajib dipenuhi:
- Kartu Identitas Diri (e-KTP): Identitas asli pemegang rekening yang masih berlaku.
- Kartu Debit/ATM: Kartu fisik yang terhubung dengan rekening m-banking.
- Buku Tabungan: Beberapa bank mewajibkan nasabah membawa buku tabungan fisik untuk verifikasi tanda tangan dan data pembukaan rekening.
- Nomor Handphone Baru: Pastikan nomor pengganti sudah aktif, terpasang di ponsel, dan memiliki pulsa yang cukup (minimal Rp5.000 – Rp10.000) untuk biaya SMS verifikasi atau pendaftaran.
- Aplikasi M-Banking: Aplikasi versi terbaru yang sudah terunduh di perangkat.
Persiapan dokumen yang lengkap akan mempercepat proses layanan, baik melalui mesin digital, layanan pelanggan, maupun staf di kantor cabang.
Prosedur Ganti Nomor M-Banking BCA (BCA Mobile)
BCA menyediakan beberapa saluran untuk perubahan data, namun kebijakan terkait keamanan sangat ketat. Terdapat dua jalur utama yang sering ditempuh nasabah BCA.
Melalui Mesin ATM BCA
Bagi nasabah yang ingin mengganti nomor untuk layanan notifikasi atau SMS banking yang terhubung ke m-BCA, langkah berikut dapat dicoba melalui mesin ATM terdekat:
- Masukkan kartu ATM BCA dan input PIN dengan benar.
- Pilih menu “Daftar E-Banking” atau “Autodebet”.
- Pilih menu “Hapus” atau “Pembatalan” untuk nomor lama jika masih terdaftar.
- Setelah terhapus, ulangi proses masuk ke menu “Daftar E-Banking”.
- Pilih “Mobile Banking” dan ikuti instruksi untuk mendaftarkan nomor HP yang baru.
- Setelah registrasi di ATM sukses, proses aktivasi tetap harus dilakukan di aplikasi BCA Mobile di ponsel.
Perlu dicatat bahwa metode ATM seringkali hanya mendaftarkan nomor, namun untuk aktivasi finansial penuh (agar bisa transfer), kontak dengan Halo BCA atau verifikasi ulang seringkali diperlukan.
Melalui Halo BCA dan Kantor Cabang
Untuk solusi yang paling tuntas, terutama jika m-BCA terblokir karena ganti perangkat dan nomor sekaligus, menghubungi Halo BCA (1500888) adalah langkah awal. Petugas akan membantu menghapus nomor lama dari sistem.
Selanjutnya, untuk pendaftaran nomor baru dengan fitur finansial aktif, nasabah seringkali diarahkan ke mesin CS Digital yang kini tersedia di banyak cabang BCA. Mesin CS Digital memungkinkan penggantian data secara mandiri dengan verifikasi e-KTP dan sidik jari tanpa perlu antre di teller atau CS konvensional.
Solusi Ganti Nomor BRImo (Bank BRI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki aplikasi super app BRImo. Penggantian nomor HP pada layanan ini umumnya memerlukan kunjungan fisik demi keamanan, namun terdapat opsi digitalisasi.
Melalui Unit Kerja BRI
Cara paling konvensional dan terjamin berhasil adalah mendatangi kantor unit kerja BRI terdekat. Bawa KTP, buku tabungan, dan kartu ATM. Customer Service akan melakukan pengkinian data (data updating).
Proses ini mencakup penghapusan user ID lama dan registrasi ulang dengan nomor baru. Pastikan nomor baru memiliki pulsa untuk menerima SMS OTP saat proses registrasi ulang di hadapan CS.
Menggunakan ATM BRI
Seperti halnya BCA, mesin ATM BRI juga memiliki fitur untuk registrasi ulang:
- Masuk ke menu “Registrasi”.
- Pilih “Mobile Banking”.
- Masukkan nomor HP baru.
- Buat PIN Mobile Banking baru.
- Struk akan keluar berisi kode aktivasi. Namun, langkah ini biasanya hanya mengaktifkan fitur non-finansial (cek saldo). Untuk bisa melakukan transfer, nasabah tetap harus melakukan verifikasi ke kantor cabang atau agen BRILink tertentu yang memiliki perangkat berwenang.
Perubahan Data pada Livin’ by Mandiri
Bank Mandiri dengan aplikasi Livin’ by Mandiri menerapkan sistem keamanan yang mengikat satu akun pada satu perangkat dan satu nomor SIM.
Cabang Bank Mandiri
Hingga saat ini, perubahan nomor telepon yang terdaftar sebagai “nomor utama” sistem bank Mandiri paling efektif dilakukan melalui Customer Service di cabang. Hal ini dikarenakan nomor telepon terikat dengan data CIF (Customer Information File).
Petugas akan melakukan verifikasi biometrik dan data kependudukan sebelum mengubah nomor yang melekat pada sistem SMS banking dan token otentikasi.
Apakah Bisa Lewat Aplikasi?
Jika nasabah hanya berganti ponsel namun nomor tetap sama, verifikasi cukup dilakukan via aplikasi dengan SMS premium. Namun, jika nomor berubah, aplikasi Livin’ biasanya akan mendeteksi ketidaksesuaian antara nomor SIM di slot kartu.
Dengan nomor di database. Fitur “Ubah Nomor Telepon” secara mandiri di dalam aplikasi sangat terbatas atau seringkali mengarahkan pengguna untuk menghubungi call center atau cabang demi mencegah pengambilalihan akun (account takeover).
Mengganti Nomor pada BNI Mobile Banking
Nasabah BNI memiliki opsi yang cukup fleksibel berkat adanya mesin BNI Sonic dan layanan cabang.
Layanan BNI Sonic dan CS
Mesin BNI Sonic adalah layanan self-service yang memungkinkan penggantian kartu dan pembukaan rekening. Untuk penggantian data nomor HP, nasabah disarankan tetap menuju Customer Service konvensional.
Prosedurnya meliputi pengisian formulir perubahan data nasabah dan penyerahan kembali token BNI (jika ada) atau reset user ID BNI Mobile.
Setelah data di sistem pusat berubah, nasabah harus melakukan aktivasi ulang di aplikasi BNI Mobile Banking:
- Unduh aplikasi BNI Mobile terbaru.
- Pilih menu “Registrasi” atau “Aktivasi” (jika sudah punya User ID).
- Masukkan nomor kartu debit, lokasi negara, dan User ID.
- Sistem akan mengirimkan OTP ke nomor baru yang sudah didaftarkan oleh CS.
- Buat MPIN dan Password Transaksi baru.
Bisakah Dilakukan Tanpa ke Bank Sama Sekali?
Menjawab pertanyaan utama pada judul: Apakah bisa tanpa ke bank? Jawabannya adalah tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan jenis layanan yang ingin diakses.
Secara umum, untuk penghapusan nomor lama, banyak bank yang bisa melayaninya melalui Call Center (Phone Banking). Nasabah cukup menelepon, melakukan verifikasi data diri (nama ibu kandung, transaksi terakhir, dll), dan meminta pemblokiran layanan pada nomor lama.
Namun, untuk pendaftaran nomor baru agar bisa digunakan transaksi finansial penuh (transfer, bayar tagihan), mayoritas bank di Indonesia masih mewajibkan verifikasi fisik (face-to-face) atau verifikasi.
Melalui mesin digital (CS Machine) yang berada di lokasi bank. Hal ini merupakan regulasi keamanan untuk memastikan bahwa pengubah data adalah pemilik rekening yang sah.
Pengecualian mungkin terjadi pada bank digital (seperti Jago, SeaBank, Allo Bank, atau Jenius) yang memiliki prosedur full online melalui video call (e-KYC) di dalam aplikasi untuk perubahan data.
Namun untuk bank konvensional (BCA, BRI, Mandiri, BNI), kunjungan ke mesin digital atau CS cabang masih menjadi prosedur standar untuk penggantian nomor HP m-banking.
Tips Aman Pasca Penggantian Nomor
Setelah nomor berhasil diganti, terdapat beberapa langkah pengamanan yang harus diperhatikan oleh nasabah:
- Jangan Bagikan OTP: Pihak bank tidak pernah meminta kode OTP atau PIN. Abaikan pesan atau telepon yang meminta kode tersebut dengan alasan pembaruan sistem.
- Hapus Aplikasi di HP Lama: Jika penggantian nomor disertai dengan penjualan ponsel lama, pastikan aplikasi m-banking telah terhapus dan ponsel telah di-reset ke pengaturan pabrik (factory reset).
- Pantau Mutasi Rekening: Lakukan pengecekan saldo dan mutasi secara berkala setelah nomor baru aktif untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
- Update Data di E-Commerce: Jangan lupa untuk memperbarui nomor HP yang terhubung di dompet digital (e-wallet) atau e-commerce yang sering digunakan bertransaksi dengan m-banking tersebut.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan Cara Ganti Nomor HP M-Banking )
Apakah ganti nomor m-banking bisa dilakukan sepenuhnya lewat HP?
Sebagian besar bank konvensional masih mewajibkan verifikasi fisik melalui mesin CS Digital atau petugas cabang untuk penggantian nomor demi alasan keamanan. Namun, beberapa bank digital memungkinkan perubahan data melalui fitur video call di dalam aplikasi.
Berapa lama proses ganti nomor m-banking sampai aktif kembali?
Proses penggantian nomor di Customer Service atau mesin digital biasanya berlangsung cepat, sekitar 15 hingga 30 menit. Setelah data diperbarui, layanan m-banking dapat langsung diaktivasi dan digunakan saat itu juga.
Apakah dikenakan biaya untuk mengganti nomor HP m-banking?
Layanan perubahan data nasabah di Customer Service umumnya tidak dikenakan biaya administrasi oleh bank. Namun, nasabah harus memastikan tersedianya pulsa pada nomor baru untuk biaya SMS verifikasi atau OTP saat proses aktivasi ulang aplikasi.
Apa risiko jika nomor HP m-banking yang mati tidak segera diganti?
Nomor yang mati dan didaur ulang oleh operator seluler berisiko digunakan oleh orang lain. Hal ini membuka celah keamanan di mana pengguna baru nomor tersebut berpotensi mengakses akun perbankan atau menerima kode OTP milik pemilik rekening sebelumnya.
Bisakah mengganti nomor m-banking jika kartu ATM hilang?
Tidak bisa dilakukan secara mandiri. Nasabah wajib mendatangi kantor cabang dengan membawa e-KTP dan buku tabungan untuk mengurus penggantian kartu ATM terlebih dahulu sebelum memproses penggantian nomor m-banking.
Kesimpulan
Mengganti nomor HP m-banking yang mati atau hilang merupakan prosedur krusial demi menjaga keamanan aset finansial nasabah. Meskipun teknologi perbankan semakin canggih, proses penggantian nomor untuk bank konvensional.
Seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI sebagian besar masih memerlukan interaksi fisik, baik melalui Customer Service maupun mesin digital (CS Digital/BNI Sonic) untuk verifikasi keamanan tingkat tinggi.
Opsi “tanpa ke bank” biasanya terbatas pada pemblokiran nomor lama via Call Center, sedangkan pendaftaran nomor baru membutuhkan validasi identitas fisik. Nasabah disarankan untuk segera mengurus perubahan data ini.
Dengan membawa dokumen lengkap seperti e-KTP dan kartu debit agar akses finansial dapat segera pulih dan transaksi kembali berjalan lancar. Prioritaskan keamanan data di atas kemudahan instan untuk mencegah risiko kejahatan siber di kemudian hari.