Rambay – Bekerja di luar negeri kini menjadi impian banyak warga negara Indonesia (WNI), terutama generasi muda yang mencari pengalaman internasional sekaligus penghasilan yang kompetitif.
Salah satu destinasi paling populer adalah Australia. Negara tetangga ini menawarkan standar hidup yang tinggi, perlindungan pekerja yang ketat, dan tentu saja, gaji yang sangat menggiurkan dibandingkan rata-rata upah di Asia Tenggara.
Namun, cara kerja di Australia tidak sesederhana membeli tiket pesawat dan melamar pekerjaan. Ada prosedur imigrasi yang ketat, persyaratan dokumen yang detail, dan persaingan yang cukup tinggi.
Tentu kami akan merangkum secara detail tentang bekerja di Negeri Kanguru atau Australia, mulai dari jenis visa yang tepat, estimasi biaya, hingga tips agar lamaran Anda diterima.
Mengapa Memilih Bekerja di Australia?
Sebelum masuk ke teknis pendaftaran, penting untuk memahami mengapa Australia menjadi “surga” bagi para pencari kerja internasional.
1. Standar Gaji yang Tinggi
Australia secara konsisten menempati peringkat atas sebagai negara dengan upah minimum tertinggi di dunia. Peraturan Fair Work Commission memastikan.
Bahwa setiap pekerja, termasuk pekerja asing, mendapatkan bayaran yang layak. Sistem penggajian di sana seringkali dihitung per jam, yang memungkinkan fleksibilitas tinggi bagi pekerja.
2. Keseimbangan Hidup dan Kerja (Work-Life Balance)
Budaya kerja di Australia sangat menghargai waktu pribadi. Lembur yang berlebihan jarang terjadi tanpa kompensasi yang sesuai. Hal ini memungkinkan Anda untuk menikmati keindahan alam Australia di akhir pekan setelah bekerja keras.
3. Keamanan dan Lingkungan Multikultural
Sebagai negara imigran, Australia sangat beragam. Anda akan bertemu dengan orang-orang dari seluruh dunia, yang membuat adaptasi budaya menjadi lebih mudah. Selain itu, tingkat kriminalitas yang relatif rendah membuat pekerja merasa aman.
Jenis-Jenis Visa Kerja Australia untuk WNI
Langkah paling krusial dalam cara kerja di Australia adalah memiliki visa yang tepat. Bekerja dengan visa turis adalah ilegal dan dapat menyebabkan deportasi serta larangan masuk kembali (blacklist). Berikut adalah jenis visa yang paling umum digunakan oleh WNI:
1. Working Holiday Visa (Subclass 462)
Ini adalah jalur paling populer bagi WNI berusia 18 hingga 30 tahun. Visa ini memungkinkan Anda untuk berlibur sambil bekerja di Australia selama satu tahun (dan bisa diperpanjang hingga tahun kedua dan ketiga dengan syarat tertentu).
Keunggulan WHV Subclass 462:
- Proses relatif lebih mudah dibanding visa sponsor.
- Bisa bekerja di sektor apa saja (namun dibatasi 6 bulan di satu pemberi kerja yang sama).
- Kesempatan untuk traveling keliling Australia.
2. Temporary Skill Shortage Visa (Subclass 482)
Visa ini diperuntukkan bagi tenaga kerja terampil yang memiliki keahlian spesifik yang sedang dibutuhkan di Australia (masuk dalam Skill Shortage List). Untuk mendapatkan visa ini, Anda harus sudah mendapatkan tawaran kerja (sponsorship) dari perusahaan di Australia yang sah.
Keunggulan Subclass 482:
- Durasi tinggal bisa 2 hingga 4 tahun.
- Bisa membawa keluarga (pasangan dan anak).
- Menjadi jembatan menuju Permanent Resident (PR).
3. Training Visa (Subclass 407)
Visa ini ditujukan bagi mereka yang ingin meningkatkan keahlian kerja melalui pelatihan di tempat kerja (on-the-job training). Biasanya berdurasi hingga 2 tahun.
Syarat Umum dan Khusus Working Holiday Visa (WHV)
Mengingat tingginya minat WNI pada WHV (Subclass 462), berikut adalah detail persyaratan yang harus dipenuhi. Perlu diingat, pemerintah Indonesia (melalui Ditjen Imigrasi) memiliki kuota tahunan untuk memberikan rekomendasi visa ini.
Dokumen dan Kualifikasi Utama
Untuk mengajukan WHV, Anda harus memenuhi kriteria berikut:
- Usia: Berusia antara 18 s.d. 30 tahun saat pengajuan.
- Pendidikan: Telah lulus sarjana (S1) atau setidaknya telah menyelesaikan minimal 2 tahun masa studi perguruan tinggi (D3 atau semester 4 ke atas).
- Kemampuan Bahasa Inggris: Memiliki sertifikat IELTS dengan skor rata-rata minimal 4.5, atau TOEFL iBT minimal 32, atau PTE Academic minimal 30. Sertifikat harus masih berlaku (biasanya tidak lebih dari 12 bulan).
- Kondisi Keuangan: Memiliki dana setidaknya AUD 5.000 (sekitar Rp50-60 juta tergantung kurs) ditambah dana untuk tiket pesawat pulang pergi. Ini dibuktikan dengan rekening koran 3 bulan terakhir atas nama pribadi.
- Surat Dukungan (SDUWH): Wajib mendapatkan Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
- Kesehatan: Lulus pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up) di rumah sakit yang ditunjuk oleh Kedutaan Australia.
- Kelakuan Baik: Tidak memiliki catatan kriminal (seringkali diminta SKCK).
Alur Pendaftaran WHV
- Pra-Pendaftaran: Siapkan dokumen bahasa Inggris dan dana bank.
- Daftar SDUWH: Pantau website imigrasi.go.id untuk pembukaan kuota SDUWH. Persaingan sangat ketat (“war” tiket).
- Submit Visa: Setelah mendapat SDUWH, buat akun di ImmiAccount (website Home Affairs Australia) dan upload semua dokumen.
- Biometrik & Medical: Lakukan rekam biometrik di VFS Global dan cek kesehatan.
- Tunggu Grant: Tunggu notifikasi visa disetujui (Visa Grant).
Cara Mencari Pekerjaan di Australia
Setelah visa di tangan, tantangan berikutnya adalah mendapatkan pekerjaan. Berikut strategi efektif cara kerja di Australia:
1. Portal Lowongan Kerja Online
Gunakan situs pencari kerja terpercaya di Australia. Pastikan CV Anda menggunakan format standar Australia (singkat, tanpa foto, fokus pada skills).
- Seek.com.au: Situs terbesar di Australia.
- Indeed.com.au: Agregator lowongan kerja yang sangat populer.
- Jora: Sangat bagus untuk mencari pekerjaan blue-collar (hospitality, farm, labor).
- Gumtree: Mirip OLX, sering digunakan untuk mencari kerja kasual (hati-hati terhadap penipuan).
2. Sertifikasi Tambahan (Wajib Punya)
Di Australia, beberapa pekerjaan memerlukan sertifikat khusus yang harus diambil di sana (biasanya kursus 1 hari):
- RSA (Responsible Service of Alcohol): Wajib bagi pelayan restoran/bar yang menyajikan alkohol.
- White Card: Wajib bagi yang ingin bekerja di bidang konstruksi (bangunan).
- RCG (Responsible Conduct of Gambling): Wajib jika bekerja di tempat yang ada mesin judi (pokies).
- WWCC (Working With Children Check): Wajib jika bekerja di lingkungan anak-anak (sekolah, nanny).
3. Networking dan Komunitas Indonesia
Bergabunglah dengan grup Facebook seperti “The Rock – WNI di Australia” atau “WHV Indonesia”. Info lowongan kerja sering dibagikan dari mulut ke mulut dalam komunitas ini.
Standar Gaji dan Sistem Pajak
Ini adalah bagian yang paling menarik. Berapa sebenarnya gaji yang bisa Anda dapatkan?
Upah Minimum Nasional (National Minimum Wage)
Per pertengahan 2025, Fair Work Commission menetapkan upah minimum nasional Australia. Angka ini berubah setiap tahun per 1 Juli. Sebagai gambaran (estimasi berdasarkan tren kenaikan):
- Full-time/Part-time: Sekitar AUD 24 – AUD 25 per jam. Pekerja kategori ini mendapatkan cuti sakit dan cuti tahunan.
- Casual: Sekitar AUD 30 – AUD 31 per jam. Pekerja kasual tidak dapat cuti, namun mendapat casual loading (tambahan upah) sebesar 25% sebagai kompensasi.
Gaji Berdasarkan Sektor (Estimasi)
- Hospitality (Barista, Waiter, Kitchen Hand): AUD 28 – AUD 35 per jam (tergantung hari, hari libur nasional/public holiday bisa double pay).
- Farm Work (Petik buah, Packing): Bisa per jam (sekitar AUD 28) atau piece rate (berdasarkan jumlah keranjang yang dipetik).
- Construction/Labor: AUD 35 – AUD 50+ per jam.
- Aged Care/Disability Support: AUD 30 – AUD 45 per jam.
Pajak Penghasilan (Tax)
Pemegang WHV dikenakan pajak khusus sebesar 15% untuk penghasilan dari $0 hingga $45.000 pertama. Anda wajib memiliki TFN (Tax File Number) sebelum mulai bekerja. Jika tidak punya TFN, pajak Anda akan dipotong hampir 50%.
Biaya Hidup di Australia: Realita yang Harus Dihadapi
Gaji besar tentu diimbangi dengan biaya hidup yang tinggi. Berikut estimasi biaya hidup mingguan untuk satu orang (gaya hidup hemat):
- Sewa Kamar (Rent): AUD 200 – AUD 400 per minggu (tergantung lokasi, Sydney dan Melbourne paling mahal).
- Makan (Groceries): AUD 80 – AUD 120 per minggu (masak sendiri).
- Transportasi: AUD 40 – AUD 60 per minggu.
- Paket Data/Internet: AUD 10 per minggu.
- Hiburan/Jajan: AUD 50 – AUD 100 per minggu.
Total Estimasi: Sekitar AUD 400 – AUD 700 per minggu. Jika gaji Anda AUD 1.000 – AUD 1.200 per minggu (setelah pajak), Anda masih bisa menabung bersih sekitar AUD 500 (Rp5 juta) per minggu atau Rp20 juta per bulan. Angka yang fantastis, bukan?
Tantangan dan Solusi Bekerja di Australia
Cara kerja di Australia tidak lepas dari hambatan. Berikut beberapa tantangan yang sering dihadapi WNI:
1. Masalah Tempat Tinggal (Housing Crisis)
Saat ini Australia mengalami krisis perumahan. Mencari sewa kamar (akomodasi) sangat sulit dan kompetitif.
- Solusi: Pesan akomodasi sementara (hostel/Airbnb) untuk 2-3 minggu pertama sebelum berangkat. Gunakan situs Flatmates.com.au atau Marketplace Facebook untuk mencari kamar jangka panjang.
2. Kendala Bahasa
Meskipun punya sertifikat IELTS, aksen Australia (Aussie Slang) seringkali sulit dipahami di awal.
- Solusi: Jangan malu bertanya. Orang Australia umumnya ramah. Tonton film atau podcast Australia untuk membiasakan telinga.
3. Pekerjaan Fisik yang Menguras Tenaga
Banyak pekerjaan untuk pemegang visa WHV adalah pekerjaan fisik (berdiri lama, mengangkat beban).
- Solusi: Siapkan fisik sebelum berangkat. Olahraga teratur agar tubuh tidak kaget saat harus bekerja di ladang atau restoran sibuk.
Kesimpulan
Bekerja di Australia adalah peluang emas bagi WNI untuk meningkatkan taraf hidup, menabung modal usaha, dan memperluas wawasan global. Kunci sukses dari cara kerja di Australia terletak.
Pada persiapan yang matang—mulai dari memenuhi syarat bahasa Inggris, mengurus visa yang tepat (seperti WHV Subclass 462), hingga memiliki mental baja untuk beradaptasi di lingkungan baru.
Meskipun biaya hidup tinggi dan proses seleksi visa cukup ketat, hasil yang didapatkan berupa gaji tinggi dan pengalaman hidup tak ternilai sangat sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Pastikan Anda selalu mengikuti prosedur legal dan menghindari jalan pintas (ilegal) demi keamanan dan masa depan karir Anda.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Kerja di Australia
Berikut adalah jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan terkait bekerja di Australia:
1. Apakah ada batasan umur untuk kerja di Australia?
Untuk Visa Working Holiday (Subclass 462), batasan umurnya adalah 18 hingga 30 tahun (belum berulang tahun ke-31 saat mendaftar). Namun, untuk visa kerja profesional (seperti Subclass 482), tidak ada batasan umur seketat WHV, meskipun beberapa visa migrasi permanen memiliki batas usia maksimal 45 tahun.
2. Berapa biaya total yang dibutuhkan untuk berangkat ke Australia dengan WHV?
Secara kasar, Anda perlu menyiapkan sekitar Rp15-20 juta untuk biaya administrasi (biaya visa, tes kesehatan, tes bahasa Inggris, biometrik, tiket pesawat satu arah).
Namun, Anda juga wajib memiliki bukti dana mengendap di bank setidaknya AUD 5.000 (sekitar Rp50-60 juta). Jadi total “modal” likuid yang harus ditunjukkan adalah sekitar Rp70-80 juta.
3. Apakah lulusan SMA bisa kerja di Australia?
Untuk skema Working Holiday Visa (WHV) bagi WNI, lulusan SMA murni belum bisa mendaftar. Syarat minimal adalah telah menempuh pendidikan tingkat perguruan tinggi minimal 2 tahun (D3/S1).
Namun, jika Anda memiliki skill khusus (misal: chef, tukang las) dan pengalaman kerja yang panjang, Anda mungkin bisa mencoba jalur visa sponsor, meskipun ini jauh lebih sulit.
4. Apakah uang di rekening koran AUD 5.000 boleh dipinjam?
Pihak imigrasi Australia mewajibkan dana tersebut adalah milik Anda untuk membiayai hidup di awal kedatangan. Dana tersebut harus ada di rekening (atas nama sendiri) minimal saat pencetakan rekening koran.
Meskipun sumber dana tidak selalu diinvestigasi secara mendalam, sangat disarankan dana tersebut valid untuk menghindari penolakan visa.
5. Bisakah membawa keluarga jika menggunakan Working Holiday Visa?
Tidak bisa. Pemegang WHV (Subclass 462) dilarang membawa tanggungan (anak/pasangan) ke Australia. Jika ingin membawa keluarga, Anda harus mencari visa kerja tipe lain seperti Temporary Skill Shortage Visa (Subclass 482) atau visa pelajar (S2/S3).