Rambay.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu instansi yang paling disorot dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025.
Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk mengawal program strategis nasional termasuk program Makan Bergizi Gratis kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten sangatlah tinggi.
Bagi Anda yang berminat mengisi formasi di instansi ini, memahami pola soal dan kisi-kisi adalah kunci utama. Tidak seperti instansi lama yang memiliki rekam jejak soal bertahun-tahun.
Kumpulan Soal PPPK BGN memerlukan analisis khusus yang menggabungkan kompetensi teknis gizi, manajemen pangan, dan logistik dengan standar kompetensi dasar ASN.
Mengenal Formasi dan Tantangan di PPPK BGN
Sebelum masuk ke latihan soal, penting untuk memahami konteks pekerjaan di Badan Gizi Nasional. BGN tidak hanya mencari ahli gizi (nutrisionis), tetapi juga berbagai posisi pendukung yang memastikan distribusi gizi berjalan lancar.
Secara umum, formasi yang dibuka biasanya mencakup:
- Ahli Gizi/Nutrisionis: Fokus pada penyusunan menu, analisis nilai gizi, dan penanganan masalah stunting.
- Penyuluh Kesehatan Masyarakat: Fokus pada edukasi gizi di sekolah dan masyarakat.
- Pengawas Keamanan Pangan: Memastikan standar sanitasi dan higiene makanan.
- Tenaga Administrasi & Logistik: Mengelola distribusi bahan pangan.
Oleh karena itu, soal-soal teknis (Kompetensi Teknis) akan sangat spesifik bergantung pada jabatan yang Anda lamar, sementara soal Manajerial dan Sosiokultural bersifat umum untuk semua pelamar.
Kisi-Kisi Materi SKB PPPK BGN 2025
Berdasarkan Permenpan RB dan tugas fungsi BGN, berikut adalah kisi-kisi materi yang wajib Anda pelajari. Materi ini dibagi menjadi beberapa domain utama:
1. Materi Kompetensi Teknis (Bidang Gizi dan Pangan)
Ini adalah bagian dengan bobot nilai tertinggi. Fokuslah pada topik-topik berikut:
- Daur Kehidupan (Life Cycle Nutrition): Kebutuhan gizi ibu hamil, menyusui, bayi (MPASI), balita, anak sekolah, hingga lansia.
- Penanggulangan Masalah Gizi: Stunting, wasting, obesitas, dan Anemia Defisiensi Besi (ADB).
- Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan (MSPM): Perencanaan menu, pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi (sangat relevan untuk program Makan Bergizi Gratis).
- Keamanan Pangan (Food Safety): Prinsip HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), higiene sanitasi, dan keracunan pangan.
- Regulasi: Undang-Undang Kesehatan terbaru, Perpres tentang Badan Gizi Nasional, dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
2. Materi Kompetensi Manajerial
- Integritas dan Kerjasama.
- Komunikasi dan Orientasi pada Hasil.
- Pelayanan Publik.
- Pengembangan Diri dan Orang Lain.
- Mengelola Perubahan dan Pengambilan Keputusan.
3. Materi Kompetensi Sosiokultural
- Perekat Bangsa (Kepekaan terhadap keberagaman budaya, agama, dan suku).
Kumpulan Contoh Soal PPPK BGN dan Pembahasan
Berikut adalah contoh soal yang dirancang khusus menyerupai pola soal CAT BKN, disesuaikan dengan konteks Badan Gizi Nasional.
Bagian 1: Kompetensi Teknis (Studi Kasus Gizi & Pangan)
Soal 1 Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sebuah Sekolah Dasar, Anda sebagai Nutrisionis menemukan bahwa 30% siswa tidak menghabiskan sayuran yang disajikan. Langkah awal paling tepat yang harus dilakukan sesuai prinsip manajemen penyelenggaraan makanan adalah…
- A. Mengganti menu sayuran dengan buah-buahan agar anggaran terserap.
- B. Melakukan survei sisa makanan (comstock) dan menganalisis cita rasa serta penampilan menu.
- C. Mewajibkan guru untuk memaksa siswa menghabiskan makanan.
- D. Menghentikan pemberian sayur untuk sementara waktu.
- E. Menambah porsi lauk hewani sebagai pengganti vitamin sayur.
Jawaban: B Pembahasan: Dalam siklus MSPM, evaluasi sisa makanan adalah langkah krusial untuk mengetahui daya terima konsumen. Mengganti menu tanpa analisis (A) atau memaksa (C) bukan solusi profesional. Langkah B adalah tindakan berbasis data untuk perbaikan menu selanjutnya.
Soal 2 Seorang balita berusia 24 bulan didiagnosis mengalami stunting. Sebagai penyuluh di bawah koordinasi BGN, intervensi spesifik apa yang paling prioritas disarankan kepada keluarga, selain perbaikan sanitasi?
- A. Memberikan susu formula tinggi gula.
- B. Memberikan edukasi tentang stimulasi psikososial saja.
- C. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tinggi protein hewani dan pemantauan pertumbuhan rutin.
- D. Memberikan suplemen vitamin C dosis tinggi.
- E. Mengurangi asupan lemak agar tidak obesitas.
Jawaban: C Pembahasan: Stunting berkaitan erat dengan kekurangan asupan protein kronis. Intervensi spesifik yang paling efektif adalah memastikan asupan protein hewani yang cukup (telur, ikan, daging) melalui PMT dan memantau kurva pertumbuhan di Posyandu.
Soal 3 Dalam penyimpanan bahan makanan kering untuk stok dapur umum BGN, prinsip First In First Out (FIFO) sangat penting. Apa tujuan utama penerapan prinsip ini?
- A. Memudahkan perhitungan anggaran belanja.
- B. Mencegah kerusakan bahan makanan karena kedaluwarsa atau terlalu lama disimpan.
- C. Agar gudang terlihat rapi dan bersih.
- D. Memenuhi syarat administrasi semata.
- E. Mempercepat proses memasak.
Jawaban: B Pembahasan: FIFO (Masuk Pertama Keluar Pertama) bertujuan meminimalisir food waste dan menjamin keamanan pangan dengan menggunakan bahan yang lebih dulu masuk (atau yang masa kadaluarsanya lebih dekat/FEFO) agar tidak rusak.
Bagian 2: Kompetensi Manajerial
Soal 4 Anda adalah staf baru di BGN. Atasan Anda meminta data distribusi pangan di daerah terpencil diselesaikan dalam waktu 2 jam untuk rapat mendadak dengan kementerian lain. Namun, sistem data sedang mengalami gangguan teknis. Sikap Anda adalah…
- A. Menunggu sistem kembali normal meskipun melewati tenggat waktu.
- B. Melapor kepada atasan bahwa tugas tidak mungkin selesai karena sistem rusak.
- C. Mencari data manual/cadangan yang tersedia dan menyajikannya dalam format sederhana namun akurat sebagai data sementara.
- D. Mengeluh kepada rekan kerja tentang buruknya infrastruktur IT.
- E. Meminta atasan menunda rapat tersebut.
Jawaban: C Pembahasan: Soal ini menguji aspek Orientasi pada Hasil dan Pengambilan Keputusan. Opsi C menunjukkan inisiatif, pemecahan masalah (problem solving), dan komitmen untuk tetap memberikan hasil terbaik di tengah keterbatasan.
Bagian 3: Kompetensi Sosiokultural
Soal 5 Anda ditugaskan ke daerah yang memiliki kebiasaan makan yang sangat berbeda dengan budaya asal Anda, dan beberapa masyarakat menolak program gizi karena dianggap bertentangan dengan kepercayaan lokal. Sikap Anda…
- A. Tetap membagikan makanan dan memaksa warga menerimanya karena ini program pusat.
- B. Melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh adat setempat untuk menjelaskan manfaat program dengan bahasa yang santun.
- C. Meminta dipindahkan ke daerah lain yang lebih terbuka.
- D. Mengabaikan warga yang menolak dan fokus pada yang menerima saja.
- E. Melaporkan warga tersebut ke pihak berwajib karena menghambat program negara.
Jawaban: B Pembahasan: Ini adalah kompetensi Perekat Bangsa. Anda harus mampu beradaptasi dan menggunakan komunikasi persuasif serta menghargai kearifan lokal (tokoh adat) untuk mencapai tujuan tanpa menimbulkan konflik sosial.
Bagian 4: Pertanyaan Wawancara (Situasional)
Soal 6 “Apa motivasi terbesar Anda bergabung dengan Badan Gizi Nasional, padahal ini adalah instansi baru yang mungkin sistem kerjanya belum stabil?”
Kunci Jawaban (Poin Penting): Hindari jawaban klise seperti “mencari kerja” atau “gaji”. Jawaban terbaik harus mencakup:
- Kontribusi: Keinginan berkontribusi langsung pada pembentukan generasi emas 2045 melalui perbaikan gizi.
- Tantangan: Melihat instansi baru sebagai peluang untuk berinovasi dan membangun sistem dari awal.
- Relevansi: Kesesuaian latar belakang pendidikan/pengalaman dengan visi misi BGN.
Strategi Belajar Efektif untuk PPPK BGN
Mengingat persaingan yang ketat, sekadar membaca soal tidaklah cukup. Berikut adalah strategi belajar yang bisa Anda terapkan:
1. Pahami Visi “Asta Cita”
Badan Gizi Nasional lahir dari visi pemerintahan baru. Pelajari dokumen Asta Cita khususnya poin yang membahas swasembada pangan dan perbaikan gizi. Soal-soal penalaran sering kali mengambil konteks dari visi besar negara.
2. Kuasai Regulasi Terbaru
Jangan gunakan aturan lama. Pastikan Anda membaca:
- PMK (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Angka Kecukupan Gizi terbaru.
- Standar Antropometri Anak (Permenkes No 2 Tahun 2020).
- Pedoman Gizi Seimbang (Isi Piringku).
3. Latihan Manajemen Waktu (Time Management)
Dalam tes CAT, Anda harus mengerjakan sekitar 145 soal dalam waktu terbatas.
- Teknis: 90 Soal (120 menit bersama Manajerial & Soskul).
- Manajerial: 25 Soal.
- Sosiokultural: 20 Soal.
- Wawancara: 10 Soal (10 menit). Latihlah diri Anda untuk mengerjakan satu soal dalam waktu kurang dari 50 detik.
4. Pelajari Isu Gizi Terkini
PPPK sering mengangkat isu real-time. Pelajari tentang food estate, rantai pasok dingin (cold chain) untuk distribusi susu/daging, dan penanganan gizi pasca bencana.
Kesimpulan
Menghadapi seleksi PPPK Badan Gizi Nasional memerlukan persiapan yang matang dan terarah. Kumpulan Soal PPPK BGN di atas bukan sekadar hafalan, melainkan gambaran pola pikir yang diharapkan dari seorang ASN di lingkungan BGN.
Kuncinya adalah menyeimbangkan kemampuan teknis gizi dan keamanan pangan dengan integritas serta kemampuan adaptasi sosial.
Instansi baru menawarkan peluang karir yang terbuka lebar bagi mereka yang siap berinovasi. Mulailah belajar dari kisi-kisi teknis, asah kemampuan analisis studi kasus, dan perkuat mentalitas pelayanan publik. Semoga artikel ini menjadi jembatan kesuksesan Anda meraih NIP PPPK tahun ini.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah soal PPPK BGN sama dengan soal PPPK Kementerian Kesehatan?
Meskipun ada irisan pada materi teknis gizi, soal BGN akan lebih spesifik pada logistik pangan, manajemen program makan gratis, dan intervensi gizi skala masif, berbeda dengan Kemenkes yang lebih fokus pada pelayanan klinis di Fasyankes.
2. Apakah jurusan non-kesehatan bisa melamar di BGN?
Ya, BGN membutuhkan tenaga administrasi, keuangan, logistik, dan IT untuk mendukung operasional distribusi gizi. Pastikan mengecek pengumuman formasi resmi.
3. Berapa passing grade untuk PPPK BGN?
Passing grade (Nilai Ambang Batas) ditetapkan oleh Kepmenpan RB setiap tahunnya. Namun, umumnya untuk Teknis berkisar di angka yang tinggi, sementara Manajerial 130, Sosiokultural 130, dan Wawancara 24. Pantau terus aturan terbaru di tahun 2025.
4. Di mana saya bisa mendapatkan dokumen resmi kisi-kisi BGN?
Dokumen resmi biasanya dilampirkan dalam pengumuman seleksi di website resmi BKN (SSCASN) atau website resmi instansi terkait saat pembukaan pendaftaran.
Disclaimer: Artikel ini adalah materi latihan dan prediksi berdasarkan pola seleksi CASN dan tupoksi BGN. Soal yang keluar pada saat tes sesungguhnya mungkin berbeda.