Home » Tutorial » Cara Buka Tabungan Haji 2026 Lewat BSI Syariah Online dan Offline

Cara Buka Tabungan Haji 2026 Lewat BSI Syariah Online dan Offline

Rambay – Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap Muslim. Namun, dengan antrean haji di Indonesia yang semakin panjang bahkan di beberapa daerah masa tunggunya bisa mencapai lebih dari 20 hingga 30 tahun.

Perencanaan sejak dini adalah kunci utama. Di tahun 2026 ini, kemudahan teknologi perbankan syariah telah memungkinkan siapa saja untuk memulai langkah suci ini tanpa harus repot datang ke bank.

Salah satu lembaga keuangan yang paling dominan dan terpercaya dalam pengelolaan dana haji di Indonesia adalah Bank Syariah Indonesia (BSI). Dengan produk tabungan yang terintegrasi langsung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama, BSI menjadi pintu gerbang utama bagi jemaah haji Indonesia.

Berikut ini kami akan membahas informasi detail mengenai cara buka tabungan haji di BSI, mulai dari persyaratan, keuntungan, hingga langkah-langkah praktis mendaftar secara online lewat HP Anda.

Mengapa Anda Harus Buka Tabungan Haji Sekarang?

Sebelum masuk ke teknis pendaftaran, penting untuk memahami urgensi membuka rekening haji sedini mungkin. Banyak masyarakat yang menunda membuka tabungan haji karena merasa dananya belum cukup untuk langsung melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Padahal, strategi ini kurang tepat.

1. Mengamankan Nomor Porsi (Kuota)

Sistem haji di Indonesia menggunakan sistem “nomor porsi”. Anda baru akan mendapatkan nomor antrean keberangkatan setelah dana di tabungan haji mencapai jumlah validasi setoran awal (biasanya Rp25.000.000).

Semakin cepat Anda menabung dan mencapai angka ini, semakin cepat Anda masuk antrean. Menunda satu tahun bisa berarti menunda keberangkatan hingga bertahun-tahun kemudian karena akumulasi pendaftar baru.

2. Membangun Disiplin Finansial Syariah

Tabungan haji didesain khusus agar dana tidak tercampur dengan kebutuhan harian. Dengan akad syariah (Wadiah atau Mudharabah), uang Anda tersimpan aman, berkah, dan bebas dari riba, sembari Anda fokus mengumpulkan dana pelunasan.

3. Kemudahan Regulasi 2026

Di tahun 2026, integrasi data antara bank syariah dan Kementerian Agama semakin canggih. Proses yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini bisa dipangkas. Pendaftaran porsi haji pun kini bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi, mengurangi birokrasi fisik yang melelahkan.

Mengenal Jenis Tabungan Haji di BSI

BSI memiliki produk unggulan bernama BSI Tabungan Haji Indonesia. Produk ini dirancang untuk memfasilitasi nasabah dalam merencanakan ibadah haji maupun umrah. Ada dua jenis akad yang umum digunakan:

  1. Akad Wadiah Yad Dhamanah: Ini adalah akad titipan murni. Anda menitipkan uang di bank, dan bank menjamin uang tersebut aman. Kelebihannya adalah tidak ada biaya administrasi bulanan, sehingga saldo Anda utuh.
  2. Akad Mudharabah Mutlaqah: Ini adalah akad bagi hasil. Dana yang Anda simpan akan dikelola oleh bank secara syariah, dan Anda berpotensi mendapatkan bagi hasil (nisbah).
Baca Juga  Cara Cetak BAP EMIS Semester Ganjil dengan Mudah dan Cepat

Fitur Utama Tabungan Haji BSI:

  • Bebas Biaya Administrasi: Tidak ada potongan bulanan yang menggerus saldo (khusus akad Wadiah).
  • Setoran Awal Ringan: Sangat terjangkau untuk memulai niat.
  • Notifikasi SISKOHAT: Sistem akan otomatis memberitahu jika saldo sudah cukup untuk didaftarkan porsi haji.
  • Tabungan Haji Muda: BSI juga memfasilitasi pembukaan rekening untuk anak-anak, memungkinkan perencanaan haji sejak usia dini.

Syarat Buka Tabungan Haji BSI 2026

Persyaratan di tahun 2026 relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, namun dengan penekanan pada validitas data digital (e-KTP). Berikut adalah dokumen yang perlu Anda siapkan:

1. Syarat untuk Nasabah Dewasa (Perorangan)

  • Identitas Diri: Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) asli yang masih berlaku. Pastikan NIK sudah terupdate di Dukcapil.
  • NPWP: Nomor Pokok Wajib Pajak (jika memiliki). Wajib bagi nasabah yang ingin menghindari potongan pajak lebih tinggi pada bagi hasil (jika memilih akad Mudharabah).
  • Setoran Awal: Minimal Rp100.000 (untuk pembukaan rekening via online/BSI Mobile) atau sesuai kebijakan cabang jika datang langsung.

2. Syarat untuk Tabungan Haji Anak (BSI Tabungan Haji Muda)

Mengingat antrean yang panjang, mendaftarkan anak sejak dini adalah hadiah terbaik orang tua.

  • Identitas Anak: Akta Kelahiran asli dan Kartu Keluarga (KK).
  • Identitas Orang Tua/Wali: e-KTP dan NPWP orang tua.
  • Buku Tabungan Orang Tua: Biasanya orang tua harus memiliki rekening di BSI terlebih dahulu sebagai rekening induk (QQ).

Cara Buka Tabungan Haji BSI Secara Online (Lewat BSI Mobile)

Ini adalah cara yang paling direkomendasikan di tahun 2026 karena hemat waktu dan tenaga. Anda tidak perlu antre di kantor cabang. Berikut langkah-langkah detailnya:

Langkah 1: Unduh dan Instal Aplikasi

Pastikan Anda mengunduh aplikasi BSI Mobile terbaru dari Google Play Store atau Apple App Store. Pastikan koneksi internet Anda stabil.

Langkah 2: Registrasi Rekening Baru (Bagi Nasabah Baru)

Jika Anda belum pernah punya rekening BSI:

  1. Buka aplikasi, pilih opsi “Buka Rekening”.
  2. Pilih jenis tabungan “Tabungan Haji Indonesia”.
  3. Siapkan e-KTP dan NPWP untuk proses pemindaian (OCR).
  4. Lengkapi data diri sesuai instruksi (Nama ibu kandung, alamat, pekerjaan, dll).
  5. Lakukan verifikasi wajah (Face Recognition) atau Video Call dengan petugas CS BSI secara online.
  6. Setelah verifikasi berhasil, rekening Anda aktif.

Langkah 3: Buka Tabungan Haji (Bagi Nasabah Lama)

Jika Anda sudah memiliki rekening BSI (misalnya Tabungan Easy Wadiah):

  1. Login ke BSI Mobile.
  2. Pilih menu “Buka Rekening” atau cari menu “Haji & Umroh”.
  3. Pilih “Tabungan Haji Indonesia”.
  4. Pilih rekening sumber dana untuk setoran awal.
  5. Masukkan nominal setoran awal (Minimal Rp100.000).
  6. Pilih jangka waktu (opsional untuk perencanaan) atau biarkan default.
  7. Konfirmasi dengan PIN BSI Mobile Anda.
  8. Selesai! Buku tabungan haji digital Anda sudah jadi.

Catatan Penting: Meskipun rekening bisa dibuka secara online, untuk mendapatkan Buku Tabungan Fisik dan kartu (jika diperlukan), Anda mungkin perlu mengunjungi cabang terdekat suatu saat nanti, meskipun saat ini hampir semua transaksi bisa dilakukan tanpa buku fisik.

Cara Buka Tabungan Haji di Kantor Cabang (Offline)

Bagi Anda yang lebih nyaman bertatap muka atau perlu bertanya detail kepada petugas, cara konvensional ini tetap tersedia.

  1. Datang ke Kantor Cabang BSI terdekat membawa e-KTP dan NPWP.
  2. Ambil nomor antrean untuk Customer Service (CS).
  3. Sampaikan tujuan untuk membuka BSI Tabungan Haji Indonesia.
  4. Isi formulir pembukaan rekening yang diberikan petugas.
  5. Serahkan setoran awal (minimal Rp100.000) ke Teller.
  6. CS akan memproses data Anda dan mencetak buku tabungan.
Baca Juga  Cara Dapat Beasiswa S2 untuk Guru 2026, Syarat, Jenis, dan Tips Lolos

Langkah Krusial: Dari Tabungan Menuju Nomor Porsi

Banyak orang salah paham, mengira bahwa setelah buka tabungan, mereka otomatis terdaftar haji. Ini tidak benar.

Membuka tabungan hanyalah langkah pertama (wadah). Anda baru bisa mendaftar haji ke Kementerian Agama (Kemenag) dan mendapat nomor porsi jika saldo di tabungan haji Anda sudah mencapai Rp25.000.000.

Proses Mendapatkan Porsi Haji:

  1. Top Up Saldo: Rutin menabung hingga saldo mencapai Rp25.100.000 (lebihkan sedikit untuk saldo mengendap).
  2. Validasi Bank: Lakukan validasi di BSI (bisa via BSI Mobile menu “Pendaftaran Haji” atau ke cabang) untuk mendapatkan nomor validasi.
  3. Daftar ke Kemenag:
    • Cara Manual: Bawa bukti validasi bank ke kantor Kemenag Kabupaten/Kota sesuai domisili KTP.
    • Cara Online (Aplikasi Pusaka Kemenag): Gunakan aplikasi “Pusaka” dari Kemenag, upload dokumen, dan masukkan nomor validasi dari bank.
  4. Terbit SPPH: Setelah data diverifikasi, Anda akan mendapat Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) yang berisi Nomor Porsi.
  5. Cek Estimasi Keberangkatan: Gunakan nomor porsi tersebut untuk mengecek tahun keberangkatan di aplikasi Kemenag.

Tips Mengumpulkan Dana Haji agar Cepat Berangkat

Mengingat setoran awal Rp25 juta terasa besar bagi sebagian orang, berikut tips untuk mempercepat terkumpulnya dana tersebut:

1. Manfaatkan Fitur Autodebit

Di BSI Mobile, aktifkan fitur autodebit dari rekening gaji (payroll) ke rekening haji. Misalnya, Rp500.000 atau Rp1.000.000 per bulan segera setelah gajian. Jika Anda menabung Rp1 juta per bulan, dalam 2 tahun Anda sudah bisa daftar porsi haji.

2. Alokasikan THR dan Bonus

Jangan habiskan Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus tahunan untuk konsumsi. Komitmenkan 50-70% dari dana kaget tersebut langsung masuk ke tabungan haji.

3. Konversi Emas ke Tabungan Haji

BSI memiliki fitur Cicil Emas atau Tabungan Emas. Emas adalah lindung nilai (hedging) yang baik melawan inflasi. Jika nilai emas Anda sudah setara Rp25 juta, Anda bisa melikuidasinya (gadai atau jual) untuk segera mendapatkan porsi haji.

Baca Juga  Tabungan dengan Bunga Tertinggi 2026, Ini Daftar Bank Paling Menguntungkan

Biaya-Biaya Terkait Tabungan Haji

Transparansi adalah prinsip syariah. Berikut adalah rincian biaya yang perlu Anda ketahui (perkiraan tahun 2026):

Jenis BiayaNominal / Keterangan
Setoran Awal Buka RekeningMin. Rp100.000 (Online) / Rp100.000 (Cabang)
Biaya Administrasi BulananGratis (Akad Wadiah)
Biaya Penutupan RekeningRp20.000 (Jika ditutup sebelum berangkat/batal)
Saldo MengendapMin. Rp100.000 (Agar rekening tetap aktif)
Biaya Penggantian BukuGratis (jika habis), berbayar jika hilang/rusak

Catatan: Biaya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank.

Kesimpulan

Membuka tabungan haji bukan sekadar masalah finansial, melainkan langkah nyata menjemput panggilan Allah SWT. Cara buka tabungan haji 2026 di BSI Syariah kini semakin mudah, murah, dan praktis dengan dukungan fitur online di BSI Mobile.

Anda tidak perlu menunggu kaya untuk memulai. Cukup dengan setoran awal Rp100.000 dan niat yang kuat, Anda sudah memiliki wadah untuk mengumpulkan dana.

Kunci utamanya adalah segera mendapatkan nomor porsi (kuota) dengan mencapai saldo Rp25 juta secepatnya, mengingat antrean haji yang terus bertambah setiap harinya.

Jangan tunda lagi. Buka aplikasi BSI Mobile Anda sekarang, atau kunjungi cabang terdekat, dan mulailah perjalanan suci Anda menuju Baitullah hari ini. Semoga Allah memudahkan langkah kita semua.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa setoran awal minimal untuk buka tabungan haji di BSI?

Untuk pembukaan rekening melalui BSI Mobile, setoran awal minimal adalah Rp100.000. Namun, untuk mendaftarkan porsi haji ke Kemenag, saldo harus mencapai Rp25.000.000.

2. Apakah saya bisa daftar haji tanpa datang ke bank?

Ya, pembukaan rekening tabungan haji bisa dilakukan 100% online via BSI Mobile. Untuk pendaftaran porsi haji (setelah saldo cukup), Anda juga bisa melakukan validasi via aplikasi BSI Mobile dan lanjut daftar via aplikasi Pusaka Kemenag, sehingga prosesnya bisa minim tatap muka.

3. Apa bedanya Tabungan Haji dengan Tabungan Biasa?

Tabungan haji biasanya bebas biaya administrasi bulanan dan terhubung langsung dengan sistem SISKOHAT Kemenag. Tabungan ini juga tidak dilengkapi kartu ATM untuk penarikan di merchant belanja, demi menjaga kedisiplinan agar dana tidak terpakai untuk keperluan konsumtif.

4. Apakah anak-anak bisa buka tabungan haji?

Bisa. Melalui produk BSI Tabungan Haji Muda, orang tua dapat mendaftarkan anak-anaknya. Syarat utamanya adalah Akta Kelahiran, KK, dan KTP orang tua. Anak bisa didaftarkan porsi haji (mendapat nomor antrean) minimal usia 12 tahun.

5. Jika saya membatalkan haji, apakah uang bisa diambil kembali?

Bisa. Dana tabungan haji adalah milik nasabah sepenuhnya. Jika nasabah meninggal dunia atau membatalkan niat karena alasan syar’i/mendadak, dana dapat dicairkan melalui prosedur penutupan rekening di kantor cabang.

6. Apakah tabungan haji mendapatkan bunga?

Dalam perbankan syariah tidak ada bunga. Jika Anda memilih akad Wadiah (titipan), Anda mungkin mendapatkan bonus sukarela dari bank (tidak dijanjikan di awal). Jika memilih akad Mudharabah, Anda akan mendapatkan bagi hasil sesuai keuntungan bank. Keduanya halal dan sesuai syariah.

Leave a Comment