Rambay.id – Mengembangkan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali terbentur oleh satu masalah klasik: ketersediaan modal. Di sinilah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Hadir sebagai solusi primadona bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Salah satu hal pertama yang dicari oleh calon debitur adalah Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI.
Tabel ini bukan sekadar deretan angka, melainkan peta jalan finansial bagi Anda untuk mengukur kemampuan bayar dan merencanakan arus kas bisnis.
Dengan memahami simulasi cicilan, syarat terbaru, dan struktur bunga yang berlaku, Anda dapat mengajukan pinjaman dengan lebih percaya diri dan peluang persetujuan yang lebih tinggi.
Mengenal Apa Itu KUR BRI dan Mengapa Menjadi Pilihan Utama?
Sebelum masuk ke angka-angka dalam tabel angsuran, penting untuk memahami posisi KUR BRI dalam ekosistem pendanaan UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM berupa pemberian kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi.
BRI, sebagai bank dengan jaringan terluas hingga ke pelosok desa, menjadi penyalur KUR terbesar. Keunggulan utamanya terletak pada suku bunga yang mendapat subsidi pemerintah, sehingga beban cicilan menjadi sangat ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.
Jenis-Jenis KUR BRI
BRI menawarkan beberapa skema KUR yang disesuaikan dengan skala bisnis Anda:
- KUR Super Mikro: Plafon sampai dengan Rp10 juta.
- KUR Mikro: Plafon di atas Rp10 juta sampai dengan Rp100 juta.
- KUR Kecil: Plafon di atas Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta.
- KUR TKI: Khusus untuk pembiayaan keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia ke negara penempatan dengan plafon hingga Rp25 juta.
Kebijakan Suku Bunga KUR BRI Terbaru
Pemerintah telah menetapkan aturan baru terkait suku bunga yang penting untuk Anda ketahui sebelum melihat tabel angsuran. Sejak terbitnya Permenko Bidang Perekonomian No. 1 Tahun 2023, berlaku sistem Bunga Berjenjang untuk KUR Mikro dan KUR Kecil.
Berikut adalah rinciannya:
- Pinjaman Pertama: Dikenakan bunga 6% efektif per tahun.
- Pinjaman Kedua: Dikenakan bunga 7% efektif per tahun.
- Pinjaman Ketiga: Dikenakan bunga 8% efektif per tahun.
- Pinjaman Keempat: Dikenakan bunga 9% efektif per tahun.
Catatan Penting: Aturan bunga berjenjang ini bertujuan agar nasabah KUR segera “naik kelas” menjadi nasabah komersial dan memberikan kesempatan bagi UMKM lain yang belum pernah mendapatkan akses KUR. Sedangkan untuk KUR Super Mikro, bunganya dipatok lebih rendah lagi, yaitu 3% efektif per tahun.
Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI (Simulasi)
Di bawah ini adalah simulasi tabel angsuran untuk pinjaman KUR Mikro dengan asumsi nasabah baru (bunga 6% per tahun atau setara 0,2-0,27% flat per bulan). Tabel ini mencakup tenor (jangka waktu) umum untuk Modal Kerja (maksimal 3-4 tahun) dan Investasi (maksimal 5 tahun).
Tabel Angsuran Plafon Rp10 Juta – Rp50 Juta
| Plafon Pinjaman | 12 Bulan | 18 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
| Rp 10.000.000 | Rp 860.664 | Rp 582.317 | Rp 443.206 | Rp 304.219 | Rp 234.850 | Rp 193.328 |
| Rp 15.000.000 | Rp 1.290.996 | Rp 873.476 | Rp 664.809 | Rp 456.329 | Rp 352.275 | Rp 289.992 |
| Rp 20.000.000 | Rp 1.721.329 | Rp 1.164.635 | Rp 886.412 | Rp 608.439 | Rp 469.701 | Rp 386.656 |
| Rp 25.000.000 | Rp 2.151.661 | Rp 1.455.793 | Rp 1.108.015 | Rp 760.548 | Rp 587.126 | Rp 483.320 |
| Rp 30.000.000 | Rp 2.581.993 | Rp 1.746.952 | Rp 1.329.618 | Rp 912.658 | Rp 704.551 | Rp 579.984 |
| Rp 40.000.000 | Rp 3.442.657 | Rp 2.329.269 | Rp 1.772.824 | Rp 1.216.877 | Rp 939.401 | Rp 773.312 |
| Rp 50.000.000 | Rp 4.303.321 | Rp 2.911.587 | Rp 2.216.030 | Rp 1.521.097 | Rp 1.174.251 | Rp 966.640 |
Tabel Angsuran Plafon Rp100 Juta – Rp500 Juta (KUR Kecil)
Untuk KUR Kecil, biasanya diperlukan agunan tambahan sesuai kebijakan bank. Berikut simulasinya:
| Plafon Pinjaman | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
| Rp 100.000.000 | Rp 8.606.643 | Rp 4.432.061 | Rp 3.042.194 | Rp 2.348.503 | Rp 1.933.280 |
| Rp 150.000.000 | Rp 12.909.964 | Rp 6.648.092 | Rp 4.563.291 | Rp 3.522.754 | Rp 2.899.920 |
| Rp 200.000.000 | Rp 17.213.286 | Rp 8.864.122 | Rp 6.084.387 | Rp 4.697.006 | Rp 3.866.560 |
| Rp 300.000.000 | Rp 25.819.929 | Rp 13.296.183 | Rp 9.126.581 | Rp 7.045.509 | Rp 5.799.840 |
| Rp 400.000.000 | Rp 34.426.571 | Rp 17.728.244 | Rp 12.168.775 | Rp 9.394.012 | Rp 7.733.120 |
| Rp 500.000.000 | Rp 43.033.214 | Rp 22.160.305 | Rp 15.210.969 | Rp 11.742.515 | Rp 9.666.400 |
Disclaimer: Tabel di atas adalah simulasi estimasi. Nilai angsuran real dapat berbeda sedikit tergantung tanggal pencairan dan kebijakan pembulatan sistem bank pada saat pengajuan.
Syarat Pengajuan KUR BRI Lengkap
Agar pengajuan Anda disetujui, kelengkapan dokumen dan pemenuhan syarat adalah kunci. Berikut adalah syarat berdasarkan jenis KUR:
1. Syarat Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Memiliki usaha produktif dan layak.
- Usaha telah berjalan secara aktif minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
2. Dokumen Administrasi (KUR Mikro & Kecil)
- Identitas Diri: e-KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah), Kartu Keluarga (KK).
- Legalitas Usaha: Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), Nomor Induk Berusaha (NIB), atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Desa setempat.
- NPWP: Wajib dilampirkan untuk pengajuan plafon di atas Rp50 juta.
- BPJS Ketenagakerjaan: Untuk KUR Kecil (plafon >Rp100 juta), biasanya dipersyaratkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
3. Syarat Khusus KUR Super Mikro
Untuk KUR Super Mikro, syarat lama usaha tidak harus 6 bulan, asalkan:
- Mengikuti pendampingan; atau
- Mengikuti pelatihan kewirausahaan; atau
- Tergabung dalam kelompok usaha; atau
- Memiliki anggota keluarga yang telah mempunyai usaha produktif.
Cara Mengajukan Pinjaman KUR BRI
BRI menyediakan dua jalur pengajuan untuk memudahkan nasabah, yaitu secara online dan offline.
Cara Offline (Datang Langsung)
- Siapkan semua dokumen persyaratan (KTP, KK, Surat Izin Usaha/NIB, NPWP).
- Datangi kantor unit BRI terdekat sesuai domisili usaha (biasanya mantri BRI memiliki wilayah kelolaan spesifik).
- Ambil antrean ke bagian Customer Service atau langsung menemui Mantri KUR.
- Isi formulir pengajuan.
- Petugas akan melakukan survei ke lokasi usaha Anda.
- Jika disetujui, Anda akan dipanggil untuk tanda tangan akad kredit.
Cara Online (Via kur.bri.co.id)
Meskipun seringkali pengajuan online tetap memerlukan verifikasi fisik, langkah ini bisa mempercepat proses awal:
- Buka laman
https://kur.bri.co.id. - Pilih menu “Ajukan Pinjaman”.
- Login menggunakan akun email (daftar jika belum punya).
- Isi formulir data diri, profil usaha, dan unggah dokumen yang diminta.
- Tunggu konfirmasi dari pihak BRI unit terdekat untuk proses survei selanjutnya.
Tips Agar Pengajuan KUR BRI Cepat Cair
Banyak pengajuan ditolak bukan karena usahanya jelek, tetapi karena faktor administrasi atau riwayat kredit. Berikut tipsnya:
Jaga Kualitas SLIK OJK (BI Checking)
Ini adalah filter pertama. Pastikan Anda tidak memiliki tunggakan kredit di bank lain atau pinjaman online (Pinjol). Riwayat kredit yang macet (KOL 2-5) hampir pasti akan membuat pengajuan KUR ditolak. Lunasi dulu hutang tertunggak sebelum mengajukan KUR.
Sesuaikan Plafon dengan Kapasitas Usaha
Mantri BRI akan menghitung Repayment Capacity (RPC). Jangan mengajukan Rp50 juta jika omzet bersih Anda hanya Rp1 juta per bulan. Ajukanlah nominal yang angsurannya sekitar 30-40% dari laba bersih bulanan Anda. Gunakan Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI di atas sebagai acuan.
Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Meskipun usaha mikro, cobalah memiliki pembukuan sederhana. Catat pemasukan dan pengeluaran. Hal ini memudahkan petugas bank menilai arus kas (cashflow) usaha Anda yang sebenarnya.
Pastikan Usaha Fisik Ada
Jangan memanipulasi data. Petugas akan melakukan On The Spot (OTS). Pastikan stok barang ada, aktivitas usaha terlihat, dan tetangga sekitar mengetahui bahwa Anda memang memiliki usaha tersebut.
Kesimpulan
Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI adalah alat bantu vital bagi pelaku UMKM untuk merencanakan pengembangan bisnis di tahun ini. Dengan bunga rendah mulai dari 6% per tahun, KUR BRI tetap menjadi opsi pembiayaan termurah dan paling terjangkau.
Kunci keberhasilan mendapatkan pinjaman ini terletak pada kelengkapan administrasi (seperti NIB dan KTP), rekam jejak kredit yang bersih (SLIK OJK), serta penyesuaian jumlah pinjaman dengan kemampuan bayar usaha Anda.
Jangan ragu untuk mendatangi unit BRI terdekat untuk konsultasi lebih lanjut, karena BRI memiliki komitmen kuat untuk menaikkelaskan UMKM Indonesia.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah pengajuan KUR BRI harus pakai jaminan?
Untuk KUR Mikro (plafon sampai Rp100 juta), agunan tambahan (seperti sertifikat tanah/BPKB) tidak diwajibkan secara aturan pemerintah, agunan utamanya adalah usaha itu sendiri. Namun, bank berhak melakukan penilaian kelayakan. Untuk KUR Kecil (>Rp100 juta), agunan tambahan biasanya diperlukan.
2. Berapa lama proses pencairan KUR BRI?
Jika dokumen lengkap dan hasil survei positif, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 sampai 7 hari kerja (maksimal 14 hari kerja).
3. Apakah bisa mengajukan KUR jika masih punya cicilan motor/mobil?
Bisa, asalkan status kredit kendaraan (KKB) tersebut lancar dan perhitungan sisa penghasilan masih mencukupi untuk membayar angsuran KUR. Kredit konsumtif diperbolehkan berjalan beriringan dengan KUR.
4. Mengapa bunga KUR saya naik menjadi 7% atau 8%?
Sesuai Permenko No. 1 Tahun 2023, bunga 6% hanya untuk pengajuan pertama. Jika Anda sudah pernah melunasi KUR dan mengajukan lagi (suplesi/top up), maka bunga akan naik berjenjang menjadi 7%, lalu 8%, hingga 9%.
5. Bisakah mengajukan KUR BRI secara online sepenuhnya tanpa ke bank?
Pengajuan awal bisa dilakukan secara online lewat kur.bri.co.id atau aplikasi BRIMo. Namun, tahap survei lokasi usaha dan penandatanganan akad kredit tetap mengharuskan pertemuan fisik atau kunjungan petugas bank.