Rambay – Bagi para pejuang perguruan tinggi negeri (PTN), masa-masa pembuatan akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) adalah momen yang mendebarkan.
Ini adalah gerbang pertama menuju Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Namun, antusiasme sering kali berubah menjadi kepanikan.
Ketika layar komputer atau gawai menampilkan pesan error berwarna merah bertuliskan: “Data Tidak Ditemukan” atau “Data Siswa Tidak Ditemukan”.
Masalah ini adalah salah satu kendala teknis yang paling sering dikeluhkan oleh siswa kelas 12 maupun peserta gap year (alumni). Kegagalan sistem dalam menemukan data.
Berarti Anda tidak bisa melanjutkan proses permanen akun. Tanpa akun permanen, Anda tidak bisa mendaftar seleksi masuk PTN.
Kami akan merangkum informasi mengenai data tidak ditemukan di SNPMB, mulai dari ketidaksinkronan data di pusat, kesalahan input, hingga masalah teknis pada server.
Selain itu, kami juga akan memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini agar Anda bisa segera mengamankan tiket menuju kursi PTN impian.
Memahami Sistem Database SNPMB
Sebelum masuk ke solusi, penting untuk memahami bagaimana portal SNPMB bekerja. Portal SNPMB tidak menyimpan data secara mandiri dari nol. Portal ini menarik data (crawling) dari Pusdatin (Pusat Data dan Teknologi Informasi) Kemdikbud Ristek.
Data utama bersumber dari:
- Dapodik (Data Pokok Pendidikan): Untuk sekolah di bawah naungan Kemdikbud (SMA/SMK).
- EMIS (Education Management Information System): Untuk sekolah di bawah naungan Kemenag (MA/Pesantren).
- PDDIKTI: Untuk data perguruan tinggi (jika terkait transfer/dropout, meski jarang dalam konteks SNPMB awal).
Ketika muncul pesan “Data Tidak Ditemukan”, artinya ada ketidakcocokan antara input yang Anda masukkan dengan record yang ada di database Pusdatin (Dapodik/EMIS). Sistem adalah robot yang kaku; satu karakter spasi yang berbeda saja bisa menyebabkan kegagalan pengambilan data.
Penyebab Utama Kenapa Data Tidak Ditemukan di SNPMB
Berdasarkan analisis kasus dari tahun ke tahun, berikut adalah penyebab paling umum mengapa data siswa gagal ditemukan oleh sistem SNPMB:
1. NISN atau NPSN Salah Input
Ini adalah kesalahan paling dasar namun fatal.
- NISN (Nomor Induk Siswa Nasional): Harus terdiri dari 10 digit angka yang unik.
- NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional): Kode unik sekolah asal. Seringkali siswa salah memasukkan satu digit angka, atau tertukar antara NISN lama (saat SD/SMP) dengan NISN yang diperbarui di SMA.
2. Ketidaksesuaian Data Identitas (Nama & Tanggal Lahir)
Sistem SNPMB melakukan validasi silang (cross-check). Data yang Anda masukkan saat registrasi harus sama persis dengan data yang tercatat di Dapodik/EMIS sekolah, bukan hanya di KTP atau Akta Kelahiran.
- Contoh Kasus: Di Akta Kelahiran tertulis “Muhamad Rizky”, tetapi di Dapodik sekolah operator menulisnya “Muhammad Rizky” (dobel ‘m’). Jika Anda mengetik sesuai Akta, sistem SNPMB akan menolaknya karena patokannya adalah Dapodik.
3. Data Dapodik/EMIS Belum Diperbarui (Update)
Bagi siswa kelas 12, sekolah memiliki kewajiban untuk memutakhirkan data semester terakhir. Jika operator sekolah belum melakukan sinkronisasi data terbaru atau baru saja melakukan perbaikan data.
Butuh waktu bagi server pusat (Pusdatin) untuk mengirimkan data tersebut ke server SNPMB. Jeda waktu (latency) ini sering menyebabkan data tidak ditemukan dalam 1×24 jam setelah perbaikan.
4. Masalah Khusus Peserta Gap Year (Alumni)
Untuk lulusan tahun sebelumnya, data seringkali “tidur” atau tidak aktif karena sudah lulus dari sekolah. Masalah yang sering terjadi adalah:
- NISN ganda.
- Status keaktifan NISN yang bermasalah.
- Data belum masuk ke database lulusan yang bisa diakses SNPMB.
5. Kesalahan pada Data Orang Tua (Nama Ibu Kandung)
Sistem verifikasi sering meminta nama ibu kandung. Penulisan nama ibu kandung yang salah eja atau tidak sesuai dengan database Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang terintegrasi dengan Dapodik juga bisa menjadi pemicu error.
6. Trafik Server yang Padat (Down)
Terkadang, data Anda sebenarnya benar. Namun, karena jutaan siswa mengakses portal secara bersamaan, request data ke server mengalami time out. Akibatnya, sistem memberikan respons default “Data Tidak Ditemukan” padahal masalahnya ada pada koneksi server, bukan data Anda.
Cara Mengatasi Data Tidak Ditemukan di SNPMB
Jangan panik. Ikuti langkah-langkah sistematis berikut untuk memperbaiki masalah ini. Solusi dibedakan antara Siswa Aktif (Kelas 12) dan Lulusan (Gap Year).
Untuk Siswa Kelas 12 (Angkatan Tahun Berjalan)
Langkah 1: Cek Data di Laman NISN Kemdikbud
Sebelum menyalahkan sistem SNPMB, pastikan data Anda di pusat data Kemdikbud sudah benar.
- Buka laman nisn.data.kemdikbud.go.id.
- Pilih menu “Pencarian Nama”.
- Masukkan Nama Lengkap, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, dan Nama Ibu Kandung.
- Jika data muncul, perhatikan detail penulisan nama, NISN, dan NPSN. Gunakan data yang tertera di situs ini untuk mendaftar SNPMB, meskipun ada sedikit perbedaan ejaan dengan KTP Anda (prioritaskan data sistem dulu, perbaikan KTP bisa menyusul).
Langkah 2: Hubungi Operator Sekolah (Ops)
Jika data di laman NISN tidak ditemukan atau salah, Anda tidak bisa memperbaikinya sendiri.
- Segera lapor ke Guru BK atau Operator Dapodik Sekolah.
- Minta operator mengecek data Anda di aplikasi Dapodik sekolah.
- Jika ada kesalahan, operator harus melakukan perbaikan data dan melakukan Sinkronisasi Dapodik.
- Setelah sekolah melakukan sinkronisasi, tunggu 1×24 jam hingga 2×24 jam agar data mengalir ke Pusdatin dan terbaca di SNPMB.
Langkah 3: Verval PD (Verifikasi Validasi Peserta Didik)
Jika data di Dapodik sekolah sudah benar namun di NISN Online masih salah, sekolah perlu melakukan Verval PD melalui laman vervalpd.data.kemdikbud.go.id. Ini adalah tugas operator sekolah, bukan siswa. Proses ini melibatkan pencocokan data dengan Dukcapil.
Untuk Peserta Gap Year (Lulusan Tahun Sebelumnya)
Peserta Gap Year tidak lagi memiliki akses ke operator sekolah secara langsung karena statusnya sudah alumni. Anda harus mandiri melakukan perbaikan.
Langkah 1: Verval Lulusan
Jika data tidak ditemukan, kemungkinan besar ada ketidaksesuaian pada arsip kelulusan Anda.
- Akses laman pd.data.kemdikbud.go.id/verval-lulusan.
- Lakukan pengajuan perbaikan data secara mandiri di sana.
- Anda mungkin diminta mengunggah scan ijazah atau dokumen pendukung.
- Pantau status pengajuan secara berkala. Setelah disetujui, data akan diperbarui di Pusdatin.
Langkah 2: Cek Status Keaktifan NISN
Pastikan NISN Anda terdaftar sebagai “Lulus”. Jika NISN Anda ganda (memiliki dua nomor berbeda saat SMP dan SMA), gunakan NISN yang tertera di Ijazah SMA/SMK/MA Anda sebagai acuan utama saat registrasi.
Strategi Menghadapi “Server Error” dan Cache Browser
Terkadang masalahnya bukan pada data, tapi pada perangkat atau koneksi. Jika Anda yakin data sudah benar (sudah cek NISN Online dan valid), lakukan hal berikut:
1. Clear Cache dan Cookies
Browser menyimpan riwayat yang mungkin “nyangkut” (corrupt).
- Tekan
Ctrl + Shift + Deletepada keyboard (di Chrome/Firefox). - Pilih Clear Cache dan Cookies.
- Tutup browser, lalu buka kembali dan coba login/registrasi ulang.
2. Gunakan Mode Penyamaran (Incognito)
Mode Incognito (Ctrl + Shift + N) tidak menyimpan cache, sehingga Anda akan mengakses data terbaru dari server SNPMB. Ini seringkali berhasil untuk mengatasi error “data tidak ditemukan” yang bersifat sementara.
3. Hindari Jam Sibuk
Akses portal SNPMB pada jam-jam sepi trafik, seperti di atas jam 11 malam atau subuh (pukul 03.00 – 05.00 pagi). Pada jam sibuk, database sering gagal merespons permintaan data karena antrian yang penuh.
Kapan Harus Menghubungi Helpdesk SNPMB?
Jika Anda sudah:
- Mengecek NISN Online (data benar).
- Konfirmasi ke sekolah (Dapodik aman dan sudah sinkron lebih dari 2×24 jam).
- Mencoba Verval mandiri (bagi alumni).
- Membersihkan cache browser.
Namun pesan “Data Tidak Ditemukan” masih muncul, maka ini saatnya membuat Tiket Bantuan (Helpdesk).
- Buka laman resmi Helpdesk SNPMB BPPP (biasanya diakses melalui website utama SNPMB).
- Buat tiket baru dengan kategori permasalahan data.
- Sertakan bukti screenshot error, scan Kartu Keluarga, dan Ijazah (jika ada).
- Jelaskan kronologi bahwa data di Pusdatin sudah benar namun di SNPMB tidak terbaca.
Penting: Jangan mengirim tiket berulang-ulang (spamming) karena justru akan memperlambat respon tim teknis.
Dampak Jika Masalah Ini Diabaikan
Mengapa Anda harus “ngotot” memperbaiki masalah ini segera? Karena “Data Tidak Ditemukan” di awal proses registrasi memiliki efek domino yang fatal:
- Gagal Simpan Permanen: Tanpa data yang valid, Anda tidak bisa melakukan Simpan Permanen akun.
- Gugur Sebelum Bertanding: Batas waktu registrasi akun sangat ketat. Jika sampai batas waktu (biasanya pukul 15.00 WIB di tanggal penutupan) data belum beres, Anda otomatis tidak bisa mendaftar SNBP maupun SNBT tahun ini.
- Kesempatan Hilang: Bagi siswa eligible SNBP, masalah data ini bisa menghanguskan kesempatan emas masuk PTN tanpa tes.
Tips Pencegahan untuk Pendaftar Mendatang
Untuk adik-adik kelas 10 dan 11 yang membaca artikel ini, belajarlah dari pengalaman kakak kelas kalian. Pencegahan bisa dilakukan jauh hari:
- Cek Berkala: Jangan tunggu kelas 12. Cek NISN kalian secara berkala setiap semester.
- Kawal Operator Sekolah: Pastikan saat naik kelas atau pindah sekolah, data kalian dimigrasi dengan benar.
- Perbaiki KTP/KK: Pastikan nama di dokumen kependudukan sama persis dengan Ijazah jenjang sebelumnya. Jika beda, segera urus ke Dukcapil atau sekolah untuk penyesuaian.
Kesimpulan
Munculnya notifikasi “Kenapa Data Tidak Ditemukan di SNPMB” memang membuat stres, namun masalah ini hampir selalu memiliki solusi logis. Inti permasalahannya terletak pada integrasi data antara input Anda, Dapodik/EMIS sekolah, dan database Pusdatin.
Kunci utamanya adalah verifikasi mandiri melalui laman NISN Kemdikbud dan komunikasi aktif dengan operator sekolah. Bagi siswa kelas 12, jangan berjuang sendirian.
Libatkan sekolah karena merekalah yang memegang akses “kunci” perbaikan data di Dapodik. Bagi alumni, manfaatkan fitur Verval Lulusan secara maksimal.
Jangan menunda perbaikan hingga detik-detik terakhir penutupan registrasi. Semakin cepat Anda mendeteksi error ini, semakin besar peluang Anda untuk memperbaikinya dan melanjutkan perjuangan menembus PTN impian. Ingat, ketelitian administrasi adalah langkah awal kesuksesan akademis Anda.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q1: Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar data muncul di SNPMB setelah perbaikan di sekolah?
A: Biasanya membutuhkan waktu 1×24 jam hingga 2×24 jam untuk proses sinkronisasi dari Dapodik sekolah ke Pusdatin, lalu ke server SNPMB. Pastikan Anda mencoba lagi secara berkala setelah sekolah melakukan sinkron.
Q2: Apakah saya bisa mendaftar SNPMB jika NISN saya ganda?
A: Tidak bisa sembarangan. Anda harus memastikan NISN mana yang aktif dan terdaftar di Dapodik sekolah saat ini. Mintalah operator sekolah untuk melakukan “merging” atau penonaktifan salah satu NISN agar tidak terjadi bentrok data di sistem.
Q3: Kenapa data saya ditemukan di laman NISN tapi tidak ditemukan di SNPMB?
A: Ini biasanya masalah latency (keterlambatan) penarikan data server SNPMB dari Pusdatin, atau server sedang down. Cobalah akses di jam sepi atau gunakan browser yang berbeda. Jika berlanjut lebih dari 2 hari, segera lapor Helpdesk.
Q4: Saya siswa Madrasah (Kemenag), kenapa data saya sulit ditemukan?
A: Siswa Madrasah (MA) datanya berbasis EMIS. Terkadang proses integrasi EMIS ke Pusdatin Kemdikbud mengalami kendala teknis. Pastikan operator Madrasah Anda sudah melakukan update di EMIS dan memantau status integrasinya ke Pusdatin.
Q5: Apakah foto profil mempengaruhi data tidak ditemukan?
A: Tidak. Masalah “Data Tidak Ditemukan” terjadi di tahap awal pengisian identitas (NISN, NPSN, Tanggal Lahir). Foto profil baru diunggah setelah akun berhasil dibuat dan diverifikasi.
Q6: Apa yang harus dilakukan jika sekolah tutup atau libur saat masa registrasi error?
A: Hubungi guru wali kelas atau Operator Sekolah melalui kontak pribadi/grup kelas dengan sopan. Masalah data ini bersifat urgensi nasional, biasanya operator sekolah tetap bersedia membantu (remote) meskipun sekolah libur.