Home » Berita » Kemenag Tetapkan 1 Rajab 2025 Jatuh pada Tanggal Ini: Jadwal dan Keutamaannya

Kemenag Tetapkan 1 Rajab 2025 Jatuh pada Tanggal Ini: Jadwal dan Keutamaannya

Rambay.id – Bagi umat Islam, pergantian bulan dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka, melainkan penanda datangnya musim-musim ibadah yang istimewa. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah datangnya bulan Rajab.

Pertanyaan mengenai kapan Kemenag tetapkan 1 Rajab 2025 menjadi topik hangat di mesin pencari, terutama karena bulan ini dianggap sebagai gerbang pembuka menuju bulan suci Ramadhan.

Tahun 2025 merupakan tahun yang unik dalam penanggalan Islam karena bulan Rajab menyapa umat muslim dua kali dalam satu tahun Masehi (Januari 2025 untuk Rajab 1446 H dan Desember 2025 untuk Rajab 1447 H).

Kami akan mengulas dan berfokus pada penetapan 1 Rajab 1447 H yang jatuh pada akhir tahun 2025, sebuah momen krusial untuk mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan tahun depan.

Berikut adalah informasi lengkap, akurat, dan mendalam mengenai penetapan tanggal, metode yang digunakan Kementerian Agama (Kemenag), serta panduan ibadah di bulan mulia ini.

Penetapan 1 Rajab 2025 oleh Kementerian Agama

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memiliki mekanisme khusus dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya bulan-bulan penting seperti Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, dan juga Rajab. Penetapan ini biasanya mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kemenag serta hasil pengamatan hilal (rukyatul hilal).

Kapan 1 Rajab 1447 H Dimulai?

Berdasarkan data dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, serta perhitungan astronomi (hisab) yang digunakan oleh organisasi Islam besar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, 1 Rajab 1447 H diprediksi jatuh pada hari Senin, 22 Desember 2025.

Malam 1 Rajab sendiri akan dimulai pada waktu Maghrib di hari Minggu, 21 Desember 2025.

Meskipun kalender telah dicetak, Kemenag seringkali melakukan konfirmasi melalui pemantauan posisi hilal. Jika posisi hilal pada tanggal 29 Jumadil Akhir (21 Desember 2025) sudah memenuhi kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka tanggal 22 Desember 2025 dipastikan sebagai 1 Rajab.

Metode MABIMS dalam Penetapan Tanggal

Penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana Kemenag tetapkan 1 Rajab 2025. Kemenag menggunakan kriteria baru MABIMS yang mensyaratkan dua hal utama agar bulan baru bisa ditetapkan:

  1. Tinggi Hilal: Minimal 3 derajat.
  2. Sudut Elongasi: Minimal 6,4 derajat.
Baca Juga  Cara Login RDM Kemenag Online, Akses Rapor Digital Madrasah dengan Mudah

Pada akhir Desember 2025, posisi bulan diprediksi telah memenuhi kriteria ini, sehingga potensi perbedaan awal bulan antara ormas Islam dan pemerintah sangat kecil. Hal ini memberikan kepastian bagi umat Islam untuk memulai ibadah puasa sunnah Rajab secara serentak.

Mengapa Bulan Rajab Begitu Istimewa?

Mengetahui tanggal Kemenag tetapkan 1 Rajab 2025 saja tidak cukup. Kita perlu memahami esensi di balik bulan ini agar motivasi ibadah kita meningkat. Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam, bersama dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

1. Rajab adalah Bulan Menanam

Ulama terkemuka, Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi, pernah berkata:

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.”

Analogi ini menggambarkan bahwa jika kita ingin memanen pahala maksimal dan kualitas taqwa di bulan Ramadhan, persiapannya harus dimulai sejak Rajab. Siapa yang tidak menanam benih di bulan Rajab, ia tidak akan bisa memanen di bulan Ramadhan.

2. Terjadinya Peristiwa Isra Mi’raj

Bulan Rajab juga menjadi saksi sejarah peristiwa agung Isra Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini umumnya diperingati pada tanggal 27 Rajab.

Jika 1 Rajab jatuh pada 22 Desember 2025, maka 27 Rajab 1447 H diperkirakan akan jatuh pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.

Jadwal Puasa Sunnah Rajab dan Ayyamul Bidh

Setelah mengetahui keputusan Kemenag tetapkan 1 Rajab 2025, langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal ibadah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah berpuasa.

Berikut adalah estimasi jadwal puasa sunnah yang bisa Anda lakukan di bulan Rajab 1447 H (Desember 2025 – Januari 2026):

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah (tanggal 13, 14, dan 15).

  • 13 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
  • 14 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
  • 15 Rajab 1447 H: Senin, 5 Januari 2026
Baca Juga  Cara Melihat Nilai TKA 2025 untuk Siswa SMA dan SMK dengan Mudah

Niat Puasa Rajab

Bagi Anda yang ingin melaksanakan puasa sunnah mutlak di bulan Rajab, berikut adalah lafal niatnya:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Rajaba lillahi ta’ala. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala.”

Amalan Utama Lainnya di Bulan Rajab

Selain berpuasa, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk mengisi hari-hari di bulan Rajab:

1. Memperbanyak Istighfar

Rajab sering disebut sebagai bulan istighfar (permohonan ampun). Umat Islam dianjurkan untuk membersihkan hati dari noda dosa sebelum memasuki bulan Sya’ban dan Ramadhan.

Bacaan yang populer adalah Sayyidul Istighfar atau zikir “Rabbighfirli warhamni watub ‘alayya” (Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku).

2. Memperbaiki Kualitas Salat

Mengingat Rajab adalah bulan diturunkannya perintah salat (melalui Isra Mi’raj), ini adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi salat kita. Mulailah dengan menjaga salat berjamaah di awal waktu dan menambah salat-salat sunnah seperti Rawatib, Dhuha, dan Tahajud.

3. Bersedekah

Bersedekah di bulan haram memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Tidak harus dalam jumlah besar, konsistensi (istiqomah) adalah kuncinya.

Persiapan Menuju Ramadhan 2026

Penetapan 1 Rajab di akhir 2025 ini adalah sinyal bahwa Ramadhan 1447 H sudah semakin dekat. Berdasarkan hitungan kalender (hisab), jika Rajab dimulai pada 22 Desember 2025, maka:

  • 1 Sya’ban 1447 H: Sekitar 20 Januari 2026.
  • 1 Ramadhan 1447 H: Diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.

Dengan mengetahui timeline ini, Anda memiliki waktu kurang lebih dua bulan untuk mempersiapkan fisik, mental, dan finansial.

Kesimpulan

Mengetahui kapan Kemenag tetapkan 1 Rajab 2025 sangatlah penting sebagai langkah awal persiapan spiritual kita. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia dan metode hisab yang umum digunakan, 1 Rajab 1447 H jatuh pada 22 Desember 2025.

Bulan ini adalah kesempatan emas untuk “menanam benih” kebaikan. Jangan biarkan Rajab berlalu begitu saja tanpa peningkatan kualitas ibadah. Manfaatkan momen ini untuk berpuasa sunnah, memperbanyak istighfar, dan merenungi makna Isra Mi’raj.

Baca Juga  Jadwal dan Teknis Pelaksanaan AKGTK Kemenag 2025 Resmi

Dengan persiapan yang matang di bulan Rajab, insya Allah kita akan sampai di bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan siap memanen pahala.

Mari kita sambut bulan Rajab dengan penuh sukacita dan kesungguhan dalam beribadah.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah tanggal 1 Rajab 2025 merupakan hari libur nasional?

Tidak. Tanggal 1 Rajab bukan merupakan hari libur nasional atau tanggal merah di Indonesia. Libur nasional terkait bulan Rajab biasanya hanya jatuh pada peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab).

2. Kapan libur Isra Mi’raj 2026?

Berdasarkan prediksi 1 Rajab jatuh pada 22 Desember 2025, maka Isra Mi’raj (27 Rajab 1447 H) akan jatuh pada tanggal 17 Januari 2026. Anda perlu mengecek Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terbaru untuk kepastian status hari liburnya.

3. Mengapa ada dua kali bulan Rajab di tahun 2025?

Siklus kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan kalender Masehi. Oleh karena itu, bulan-bulan Hijriah akan “maju” setiap tahunnya. Pada tahun 2025, Rajab 1446 H terjadi di bulan Januari, dan Rajab 1447 H kembali datang di bulan Desember.

4. Apakah sah puasa Rajab jika tidak dilakukan sebulan penuh?

Sangat sah. Tidak ada kewajiban puasa sebulan penuh di bulan Rajab seperti halnya di bulan Ramadhan. Anda bisa berpuasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak) sesuai kemampuan.

5. Bagaimana cara Kemenag mengumumkan penetapan 1 Rajab?

Biasanya, untuk bulan selain Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, Kemenag tidak selalu mengadakan sidang isbat yang disiarkan langsung di TV. Penetapan biasanya didasarkan pada Kalender Hijriah Standar Indonesia atau pengumuman melalui laman resmi Kemenag dan Bimas Islam jika ada rukyatul hilal yang dilakukan oleh tim falakiyah.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data kalender Hijriah dan prediksi astronomi terkini. Keputusan final mengenai awal bulan Hijriah tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan pengumuman resmi dari otoritas terkait.

Leave a Comment