Rambay.id – Memasuki bulan Januari 2026, tren investasi dan likuidasi aset kembali menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu aset yang paling umum dicairkan untuk kebutuhan mendesak atau taking profit pasca liburan akhir tahun adalah emas perhiasan.
Namun, berbeda dengan emas batangan (Logam Mulia/LM) yang memiliki standar harga yang lebih transparan, harga buyback emas perhiasan seringkali membingungkan pemiliknya.
Banyak orang terkejut ketika mendapati nilai jual kembali (buyback) cincin, kalung, atau gelang mereka jauh lebih rendah dibandingkan saat membelinya. Padahal, harga emas dunia mungkin sedang stabil atau bahkan naik. Mengapa hal ini terjadi?
Berikut ini kami akan mengulas harga buyback emas perhiasan di bulan Januari 2026, mulai dari mekanisme potongan (spread), pengaruh kadar karat, hingga tips agar Anda mendapatkan penawaran terbaik saat menjual kembali koleksi berharga Anda.
Memahami Konsep Dasar Buyback Emas Perhiasan
Sebelum masuk ke angka dan simulasi, penting untuk memahami apa itu buyback dalam konteks perhiasan. Buyback adalah harga yang bersedia dibayarkan oleh toko emas atau pedagang untuk membeli kembali emas yang Anda miliki.
Perbedaan Buyback Perhiasan vs. Emas Batangan
Di awal tahun 2026 ini, kesalahpahaman umum masih sering terjadi. Pemilik perhiasan sering membandingkan harga buyback perhiasan mereka dengan harga spot emas batangan Antam atau UBS. Ini adalah perbandingan yang tidak setara (apple-to-apple).
- Komponen Ongkos Bikin: Saat Anda membeli perhiasan, Anda membayar dua hal: harga bahan baku emas dan ongkos bikin (biaya desain dan pengerjaan). Saat buyback, toko hanya membayar harga bahan baku emasnya. Ongkos bikin hangus.
- Penyusutan: Emas perhiasan dipakai di tubuh, terkena keringat, gesekan, dan risiko cacat. Toko memperhitungkan biaya lebur ulang atau poles ulang.
- Spread yang Lebih Besar: Spread (selisih harga beli dan jual) untuk perhiasan biasanya berkisar antara 10% hingga 25%, sedangkan emas batangan mungkin hanya 8% hingga 12%.
Faktor Penentu Harga Buyback di Januari 2026
Harga emas tidak berdiri sendiri. Di bulan Januari 2026, ada beberapa variabel makro dan mikro yang mempengaruhi berapa rupiah yang akan Anda terima di meja kasir toko emas.
1. Harga Emas Dunia (Spot Price)
Meskipun harga perhiasan ditentukan oleh toko, acuannya tetap harga emas dunia. Jika di Januari 2026 harga emas dunia mengalami kenaikan akibat ketidakpastian geopolitik atau inflasi global.
Maka harga dasar buyback perhiasan juga akan terkerek naik. Toko emas biasanya memperbarui harga harian mereka setiap pagi mengikuti pembukaan pasar.
2. Kadar Emas (Karatase)
Ini adalah faktor paling krusial. Semakin tinggi kadar emas murninya, semakin tinggi harga buyback-nya.
- 24 Karat (99.9%): Sangat jarang untuk perhiasan karena terlalu lunak, tapi memiliki nilai buyback tertinggi.
- 22 Karat – 23 Karat: Umum ditemukan pada perhiasan model lama atau dari daerah tertentu (seperti Sumatera atau Kalimantan).
- 18 Karat (75% / Emas Tua): Standar internasional dan perhiasan premium.
- 10 Karat – 14 Karat (Emas Muda): Kadar emas lebih rendah, harga buyback pun jauh lebih murah.
3. Kondisi Fisik Perhiasan
Apakah kalung Anda putus? Apakah cincin Anda penyok? Di tahun 2026, standar pengecekan toko emas semakin ketat. Perhiasan yang cacat fisik seringkali dikenakan potongan tambahan di luar potongan standar.
Karena dianggap sebagai barang rongsok (scrap gold) yang harus dilebur ulang, bukan untuk dijual kembali di etalase.
4. Kelengkapan Surat (Nota Pembelian)
“Ada suratnya, Kak?” Ini adalah pertanyaan pertama yang akan Anda dengar. Surat atau nota pembelian adalah bukti otentik kadar dan asal barang.
- Jual ke Toko Asal dengan Surat: Potongan standar (misal 10-15%).
- Jual ke Toko Lain dengan Surat: Potongan lebih besar karena toko lain harus mengecek ulang kadar (uji gosok/densitas).
- Jual Tanpa Surat: Harga jatuh drastis, seringkali hanya dihargai berdasarkan berat emas murni setelah dikurangi biaya risiko.
Rincian Potongan Harga (Deduction) Terbaru 2026
Salah satu keluhan terbesar konsumen adalah besarnya potongan. Mari kita bedah struktur potongan harga yang berlaku umum di pasar emas Indonesia pada Januari 2026.
Potongan Toko Asal (Buyback Policy)
Setiap toko memiliki kebijakan berbeda yang biasanya tertulis di nota. Namun, rata-rata industri saat ini adalah:
- Emas Tua (70% – 75%): Potongan berkisar 10% – 15% dari harga pasar saat ini (atau dari harga beli, tergantung kebijakan toko).
- Emas Muda (37.5% – 42%): Potongan bisa mencapai 20% – 25%. Mengapa lebih besar? Karena emas muda lebih cepat pudar dan sulit untuk dijual kembali tanpa dipoles ulang secara berat.
Hilangnya “Ongkos Bikin”
Ini adalah hidden cost yang paling menyakitkan bagi investor pemula.
- Contoh: Anda membeli gelang seharga Rp5.000.000. Rinciannya: Harga Emas Rp4.500.000 + Ongkos Bikin Rp500.000.
- Saat dijual kembali, yang dihitung hanyalah basis Rp4.500.000 (disesuaikan dengan harga emas saat ini), lalu dikurangi potongan %. Uang Rp500.000 (ongkos bikin) sudah dianggap hilang saat Anda membawa barang keluar dari toko.
Potongan Batu Permata
Jika perhiasan Anda memiliki mata (batu zirkon, swarovski, atau sintetis), berat batu tersebut akan dibuang dalam perhitungan buyback.
- Ilustrasi: Cincin berat 5 gram dengan batu besar seberat 0.5 gram. Toko hanya akan membayar harga emas untuk berat 4.5 gram. Batu sintetis umumnya tidak memiliki nilai jual kembali.
Simulasi Perhitungan Harga Buyback (Studi Kasus)
Agar lebih mudah dipahami, mari kita buat simulasi perhitungan berdasarkan estimasi harga pasar di Januari 2026. (Catatan: Angka di bawah ini adalah simulasi logis, harga real-time harus dicek di toko).
Skenario: Ibu Ani ingin menjual kalung emas kadar 75% (18 Karat/750) dengan berat 10 gram. Ia membelinya setahun lalu.
- Harga Beli Dulu: Rp10.000.000 (Termasuk ongkos).
- Harga Dasar Emas 75% Hari Ini (Jan 2026): Anggaplah Rp900.000 per gram.
- Kebijakan Potongan Toko: 15%.
Cara Hitung:
- Nilai Dasar Saat Ini: 10 gram x Rp900.000 = Rp9.000.000.
- Hitung Potongan: 15% x Rp9.000.000 = Rp1.350.000.
- Uang yang Diterima Ibu Ani: Rp9.000.000 – Rp1.350.000 = Rp7.650.000.
Analisis: Meskipun harga emas mungkin naik dibanding tahun lalu, Ibu Ani mungkin menerima uang lebih sedikit dari harga belinya (Rp10 juta) karena hilangnya ongkos bikin dan adanya potongan persenan.
Ini menunjukkan bahwa perhiasan adalah investasi jangka panjang (minimal >3 tahun) untuk menutup celah spread tersebut.
Emas Tua vs Emas Muda: Mana yang Buyback-nya Lebih Stabil?
Di pasaran Indonesia, istilah “Emas Tua” dan “Emas Muda” sangat lazim. Memahami perbedaan keduanya sangat penting untuk strategi buyback Anda di tahun 2026.
Emas Tua (Kadar >70%)
- Keunggulan: Mengikuti fluktuasi harga emas dunia lebih rapat. Jika harga emas global naik drastis, harga buyback emas tua akan terasa kenaikannya.
- Stabilitas: Lebih disukai toko emas untuk diterima kembali karena mudah dilebur atau dijual lagi.
- Potongan: Relatif lebih kecil (10-15%).
Emas Muda (Kadar <42%)
- Kelemahan: Kandungan campurannya (tembaga, perak, nikel) lebih banyak daripada emasnya. Seringkali warnanya berubah menjadi kemerahan atau menghitam seiring waktu.
- Harga Buyback: Cenderung stagnan. Toko emas seringkali enggan menerima emas muda dari toko lain karena biaya pemurniannya mahal.
- Potongan: Sangat besar. Bahkan beberapa toko menerapkan sistem “potongan per gram” (misal: potong Rp50.000/gram) yang jika dihitung persentase bisa sangat merugikan.
Kesimpulan Bagian Ini: Jika tujuan Anda membeli perhiasan adalah untuk dana darurat yang likuid dengan harga buyback tinggi, hindari emas muda dan fokuslah pada emas kadar 700 (16K) atau 750 (18K).
Strategi Menjual Emas Perhiasan Tanpa Surat
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi pelanggan di bulan Januari 2026—atau kapanpun—adalah hilangnya surat/nota pembelian. Apakah emas tersebut menjadi tidak berharga? Tentu tidak, tapi bargaining power Anda melemah.
Apa yang Terjadi Jika Surat Hilang?
- Toko Asal: Biasanya toko asal masih mau menerima jika ada kode cap/logo toko pada perhiasan tersebut, namun mereka akan mengenakan biaya administrasi tambahan atau denda kehilangan surat.
- Toko Lain / Pedagang Emas Pinggir Jalan: Mereka akan menerima dengan harga “lebur”. Artinya, mereka tidak peduli modelnya seindah apa, mereka hanya akan menghitung estimasi berat emas murni di dalamnya.
- Proses Uji: Emas Anda akan digosok pada batu uji dan ditetesi air keras (asam nitrat/klorida) untuk menentukan kadarnya. Dalam beberapa kasus ekstrim, perhiasan mungkin perlu dipotong/digunting untuk memastikan bagian dalamnya bukan besi.
Tips: Jika surat hilang, cobalah ingat di mana Anda membelinya. Beberapa toko emas besar di tahun 2026 sudah memiliki sistem database digital berdasarkan nomor HP member, sehingga riwayat pembelian bisa dilacak.
Tempat Terbaik Menjual Emas Perhiasan
Di mana sebaiknya Anda menjual emas untuk mendapatkan harga buyback tertinggi?
1. Toko Tempat Membeli (Sangat Disarankan)
Ini adalah aturan emas. Toko asal sudah tahu kualitas barang yang mereka jual. Potongan harga sudah ditetapkan di awal. Risiko penolakan sangat kecil kecuali barang rusak parah.
2. Pegadaian (Untuk Gadai, Bukan Jual)
Jika Anda hanya butuh dana sementara, Pegadaian adalah opsi terbaik. Anda tidak kehilangan kepemilikan emas. Namun, jika ingin menjual putus, Pegadaian Galeri 24 juga menerima buyback, tetapi proses penaksirannya sangat ketat dan mengikuti standar harga mereka sendiri, bukan harga toko asal Anda.
3. Marketplace Emas Digital
Di tahun 2026, beberapa platform digital mulai menawarkan jasa buyback perhiasan fisik dengan sistem pickup. Kelebihannya adalah transparansi harga di aplikasi. Kekurangannya, proses verifikasi butuh waktu dan ada biaya logistik.
4. Toko Emas “Menerima Segala Kondisi”
Biasanya ditemukan di pasar-pasar tradisional. Ini adalah opsi terakhir (last resort). Mereka menerima emas patah, tanpa surat, atau emas muda yang sudah hitam. Namun, bersiaplah dengan harga yang ditekan habis-habisan.
Tips Memaksimalkan Harga Jual Kembali
Bagaimana cara agar tidak “buntung” saat menjual emas di Januari 2026 ini? Berikut tips praktisnya:
- Pantau Grafik Harga Emas: Jangan menjual saat harga sedang koreksi (turun). Gunakan aplikasi pemantau harga emas. Jual lah saat grafik sedang hijau (naik).
- Bersihkan Perhiasan: Sebelum ke toko, cuci perhiasan Anda dengan air hangat dan sabun cuci piring lembut. Sikat perlahan. Perhiasan yang berkilau memberikan kesan terawat dan bisa menghindari alasan toko untuk memotong biaya “cuci ulang” secara berlebihan.
- Bawa Semua Kelengkapan: Selain surat, bawa juga dompet atau kotak aslinya jika ada. Ini menambah nilai estetika dan kepercayaan toko.
- Tukar Tambah (Trade-In): Seringkali, toko memberikan potongan yang lebih ringan jika Anda melakukan trade-in (jual perhiasan lama untuk beli yang baru) dibandingkan jika Anda meminta uang tunai (cash out).
- Cek Harga di Beberapa Toko: Jika menjual ke toko lain (bukan toko asal), jangan malu untuk keluar masuk toko bertanya harga taksiran. “Di toko sebelah berani ambil sekian, di sini bisa lebih tinggi?” adalah teknik negosiasi yang sah.
Kesimpulan
Mengetahui harga buyback emas perhiasan di Januari 2026 bukan hanya sekadar melihat harga emas dunia, melainkan memahami komponen potongan, kadar, dan kondisi barang.
Harus diakui, perhiasan emas memiliki spread yang lebih lebar dibandingkan emas batangan, karena adanya komponen ongkos bikin yang hangus dan biaya operasional toko.
Namun, perhiasan menawarkan fungsi ganda: sebagai aksesoris gaya hidup dan aset pelindung nilai (hedging) jangka panjang. Jika Anda berencana menjual emas Anda bulan ini:
- Pastikan surat-surat lengkap.
- Prioritaskan menjual ke toko tempat Anda membelinya.
- Pahami bahwa potongan 10-20% adalah hal yang wajar dalam industri ini.
Dengan pemahaman ini, Anda bisa memiliki ekspektasi yang realistis dan tidak merasa tertipu saat menukarkan koleksi emas Anda menjadi uang tunai. Jadilah penjual yang cerdas dengan selalu memantau pergerakan harga dan merawat kondisi fisik emas Anda.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Harga Buyback Emas Perhiasan
1. Apakah harga buyback emas perhiasan sama di seluruh Indonesia?
Tidak. Harga emas perhiasan tidak terstandarisasi secara nasional seperti Antam. Harga ditentukan oleh asosiasi pedagang emas di masing-masing daerah dan kebijakan individu setiap toko. Harga di Jakarta mungkin berbeda dengan harga di Surabaya atau Medan.
2. Berapa persen potongan jual emas tanpa surat di tahun 2026?
Tanpa surat, potongan bisa membengkak hingga 25% – 30%, atau bahkan lebih buruk, barang Anda hanya dihargai sebagai “emas rongsok” yang harganya jauh di bawah harga pasar.
3. Apakah emas putih harganya lebih mahal saat dijual kembali?
Biasanya tidak. Emas putih adalah emas kuning yang dicampur dengan logam putih (seperti nikel, perak, atau paladium) dan di-rhodium. Saat buyback, lapisan rhodium yang membuat kinclong itu tidak dihitung.
Toko hanya menghitung kadar emas murninya. Bahkan, beberapa toko memotong harga lebih besar untuk emas putih karena biaya pemurniannya lebih rumit.
4. Bisakah saya menjual perhiasan yang rusak atau patah?
Bisa. Namun, harganya akan masuk kategori scrap gold (emas leburan). Anda tidak akan mendapatkan nilai estetika dari perhiasan tersebut, murni hanya berat emasnya saja.
5. Mengapa harga buyback saya rugi padahal harga emas dunia naik?
Ini terjadi jika kenaikan harga emas dunia belum cukup tinggi untuk menutup biaya “Ongkos Bikin” yang Anda bayar di awal, ditambah persentase potongan toko. Biasanya dibutuhkan waktu simpan 3-5 tahun agar kenaikan harga emas bisa menutup selisih spread dan ongkos bikin tersebut (balik modal).
6. Apakah batu permata pada cincin dihitung harganya?
Kecuali Anda memiliki berlian bersertifikat (GIA, dsb) dengan kualitas tinggi, batu-batu kecil seperti Zirkonia atau permata sintetis biasanya tidak dihitung harganya. Toko akan mencongkel batu tersebut atau mengurangi berat total perhiasan dengan estimasi berat batu.