Rambay – Memasuki tahun 2026, strategi pengelolaan keuangan menjadi semakin krusial bagi masyarakat Indonesia. Di tengah fluktuasi pasar saham dan ketidakpastian instrumen investasi berisiko tinggi seperti kripto.
Deposito berjangka tetap menjadi primadona bagi mereka yang mengutamakan keamanan modal (capital preservation). Namun, pertanyaannya tetap sama: di mana kita bisa menempatkan dana untuk mendapatkan imbal hasil maksimal?
Kami akan rangkum Deposito Bunga Tertinggi 2026, membandingkan penawaran dari bank digital yang agresif dengan bank nasional yang mapan, serta memberikan panduan strategis agar uang Anda bekerja lebih keras untuk Anda.
Mengapa Deposito Tetap Menjadi Pilihan Investasi Favorit di 2026?
Meskipun banyak instrumen investasi baru bermunculan, deposito memiliki tempat spesial di hati investor konservatif dan moderat. Pada tahun 2026, tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) masih menjadi tolak ukur utama. Berikut adalah alasan mengapa deposito tetap relevan:
- Risiko Rendah: Berbeda dengan saham yang nilainya bisa turun drastis dalam sehari, nilai pokok deposito Anda tetap utuh.
- Jaminan LPS: Simpanan di bank yang terdaftar dan diawasi OJK serta menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama suku bunganya tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan.
- Passive Income Pasti: Anda tahu persis berapa nominal bunga yang akan diterima pada saat jatuh tempo, memudahkan perencanaan arus kas bulanan atau tahunan.
- Kemudahan Digital: Di tahun 2026, hampir semua pembukaan rekening deposito dapat dilakukan melalui smartphone tanpa perlu antre di kantor cabang.
Perang Suku Bunga: Bank Digital vs. Bank Konvensional
Salah satu dinamika paling menarik dalam pencarian deposito bunga tertinggi 2026 adalah persaingan sengit antara bank digital (neobank) dan bank konvensional (termasuk BUMN).
Keunggulan Bank Digital
Bank digital umumnya menawarkan suku bunga yang jauh lebih tinggi dibandingkan bank konvensional. Mengapa? Karena bank digital memiliki biaya operasional (overhead cost) yang rendah. Mereka tidak perlu menyewa ribuan gedung kantor cabang atau membayar ribuan teller.
Penghematan biaya ini dialihkan kepada nasabah dalam bentuk suku bunga simpanan yang tinggi, seringkali mendekati batas atas penjaminan LPS atau bahkan melebihinya (dengan risiko tidak dijamin LPS).
Stabilitas Bank Konvensional
Bank konvensional, terutama bank BUKU 4 (bank dengan modal inti besar), menawarkan suku bunga yang lebih rendah, biasanya di kisaran 2% – 4% per tahun. Namun, mereka menawarkan aksesibilitas fisik dan tingkat kepercayaan (trust).
Telah dibangun selama puluhan tahun. Bagi nasabah korporasi atau individu dengan dana sangat besar, bank konvensional seringkali menjadi pilihan utama demi ketenangan pikiran.
Daftar Bank Digital dengan Deposito Bunga Tertinggi 2026
Berdasarkan tren pasar dan penawaran yang berlaku memasuki awal 2026, berikut adalah deretan bank digital yang konsisten memberikan imbal hasil kompetitif.
(Catatan: Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan bank dan BI Rate. Pastikan cek aplikasi resmi untuk angka real-time hari ini).
1. Krom Bank (Krom)
Sebagai pemain yang semakin kuat di tahun 2026, Krom Bank sering menawarkan fleksibilitas tinggi. Produk depositonya memungkinkan nasabah memilih tenor harian hingga tahunan.
Dengan suku bunga yang sangat kompetitif, seringkali berada di angka 6% hingga 8.75% p.a (per annum). Fitur unggulannya adalah fleksibilitas pencairan sebelum jatuh tempo dengan penalti yang minim atau bahkan nol.
2. Bank Neo Commerce (BNC) – Neo WOW
Produk Neo WOW masih menjadi favorit pemburu cuan. Di tahun 2026, BNC diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 5.5% hingga 8% p.a tergantung tenor (mulai dari 7 hari hingga 12 bulan).
Kelebihannya adalah minimal penempatan yang sangat rendah, mulai dari Rp200.000, sehingga cocok untuk investor pemula.
3. SeaBank
Terintegrasi dengan ekosistem Shopee, SeaBank menawarkan kemudahan likuiditas. Meskipun suku bunga tabungan hariannya kompetitif, produk depositonya menawarkan bunga yang lebih tinggi.
Berkisar antara 5% hingga 7% p.a. Keunggulan utamanya adalah opsi pembayaran bunga yang bisa dipilih: dibayar di muka atau saat jatuh tempo.
4. Allo Bank
Melalui Allo Grow dan produk depositonya, bank milik ekosistem CT Corp ini menawarkan suku bunga di kisaran 4% hingga 6.5% p.a. Keuntungannya seringkali dibundel dengan poin atau diskon di merchant-merchant seperti Transmart, yang memberikan nilai tambah selain sekadar bunga uang.
5. Amar Bank (Senyumku)
Amar Bank dengan produk Senyumku sering memberikan penawaran deposito dengan bunga mencapai 5.5% hingga 9% p.a untuk tenor panjang (misalnya 36 bulan). Ini cocok untuk dana dingin yang memang tidak akan digunakan dalam jangka waktu lama.
Daftar Bank Nasional dengan Bunga Deposito Terbaik 2026
Bagi Anda yang lebih nyaman dengan bank “pelat merah” atau bank swasta raksasa, berikut adalah gambaran penawaran mereka di tahun 2026:
1. Bank BRI
Sebagai bank dengan jaringan terluas, BRI menawarkan suku bunga deposito Rupiah di kisaran 2.25% hingga 3.00% p.a. Angka ini bisa lebih tinggi jika Anda melakukan pembukaan deposito melalui aplikasi BRImo (layanan digital) dibandingkan datang ke counter bank.
2. Bank Mandiri
Melalui Livin’ by Mandiri, nasabah bisa membuka deposito dengan bunga berkisar 2.25% hingga 2.50% p.a. Mandiri menawarkan keandalan sistem dan kemudahan integrasi dengan produk investasi lain seperti Reksa Dana dan SBN.
3. CIMB Niaga
Bank swasta ini cukup agresif dengan produk OCTO Mobile-nya. Suku bunga deposito via aplikasi seringkali lebih tinggi dibanding bank BUMN, bisa mencapai 3.5% hingga 4.75% p.a tergantung nominal dan tenor penempatan.
4. Panin Bank
Panin Bank dikenal secara tradisional sebagai bank konvensional yang berani memberikan bunga simpanan tinggi. Di tahun 2026, mereka diproyeksikan tetap menawarkan bunga di kisaran 3.75% hingga 4.5% p.a, menjadikannya alternatif menarik di luar bank digital.
Simulasi Perhitungan Keuntungan Deposito
Agar Anda memiliki gambaran nyata tentang seberapa besar keuntungan dari deposito bunga tertinggi 2026, mari kita lakukan simulasi perhitungan.
Perlu diingat bahwa di Indonesia, bunga deposito dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 20% jika total saldo tabungan dan deposito Anda di bank tersebut melebihi Rp7.500.000.
Kasus: Anda menempatkan dana sebesar Rp100.000.000 di Bank Digital “X” dengan bunga 6% p.a selama tenor 3 bulan.
Rumus Bunga Kotor:
(Nominal×Bunga×365Tenor)
atau jika hitungan bulan sederhana:
(Nominal×Bunga×12Tenor)
Perhitungan:
- Bunga Kotor: Rp100.000.000×6%×123=Rp1.500.000
- Pajak (20%): Rp1.500.000×20%=Rp300.000
- Bunga Bersih (Net): Rp1.500.000−Rp300.000=Rp1.200.000
Jadi, setelah 3 bulan, total uang Anda menjadi Rp101.200.000. Bayangkan jika Anda melakukan roll-over (perpanjangan otomatis) beserta bunganya (ARO + Interest), maka efek bunga majemuk (compound interest) akan memperbesar keuntungan Anda di akhir tahun.
Strategi Memaksimalkan Keuntungan Deposito (Deposito Laddering)
Salah satu kelemahan deposito adalah likuiditas. Jika Anda mengunci uang selama 12 bulan dan tiba-tiba butuh dana di bulan ke-3, Anda harus mencairkannya dan terkena penalti. Solusinya adalah Strategi Tangga Deposito (Laddering).
Cara kerjanya di tahun 2026: Misal Anda punya dana Rp60 Juta. Jangan taruh semuanya di satu deposito 12 bulan. Bagilah menjadi 3 bagian:
- Rp20 Juta di deposito tenor 1 bulan.
- Rp20 Juta di deposito tenor 3 bulan.
- Rp20 Juta di deposito tenor 6 bulan.
Manfaatnya:
- Setiap periode tertentu (bulan ke-1, ke-3, dst), Anda memiliki dana yang cair dan siap pakai jika ada darurat.
- Jika tidak dipakai, dana yang cair dari tenor 1 bulan bisa Anda perpanjang ke tenor yang lebih panjang untuk mengejar bunga lebih tinggi.
- Anda bisa memitigasi risiko fluktuasi suku bunga. Jika suku bunga naik bulan depan, uang Anda tidak terkunci di suku bunga lama yang rendah.
Risiko Penting: Memahami Batas Penjaminan LPS
Ini adalah bagian paling krusial dalam artikel Deposito Bunga Tertinggi 2026. Seringkali, bank digital menawarkan bunga yang sangat tinggi, misalnya 8% atau 9%. Sementara itu, Tingkat Bunga Penjaminan LPS (misalnya)
Ditetapkan di angka 4.25% untuk Bank Umum dan 6.75% untuk BPR (Angka ini adalah ilustrasi, sesuaikan dengan rilis LPS terbaru di 2026).
Aturan Mainnya: Jika bunga deposito yang Anda terima LEBIH TINGGI dari tingkat bunga penjaminan LPS, maka simpanan Anda TIDAK DIJAMIN oleh LPS jika bank tersebut bangkrut atau dilikuidasi.
Apakah ini berarti deposito bunga tinggi itu berbahaya? Belum tentu. Namun, risikonya beralih dari risiko negara (dijamin LPS) menjadi risiko bisnis bank tersebut.
Sebelum menaruh dana di bunga super tinggi, pastikan Anda menganalisis kesehatan bank tersebut (lihat laporan keuangannya, rasio kecukupan modal/CAR, dan NPL).
Faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Deposito di 2026
Memahami makroekonomi sederhana dapat membantu Anda memprediksi arah bunga deposito:
- BI 7-Day Reverse Repo Rate: Jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk memerangi inflasi atau menjaga nilai tukar Rupiah, biasanya bunga deposito bank akan ikut naik.
- Inflasi: Jika inflasi tinggi, bank harus menawarkan bunga lebih tinggi agar nilai uang nasabah tidak tergerus secara riil.
- Likuiditas Bank: Jika sebuah bank sedang butuh banyak uang tunai untuk menyalurkan kredit, mereka akan menaikkan bunga deposito untuk menarik dana masyarakat (Third Party Funds).
Kesimpulan
Mencari Deposito Bunga Tertinggi 2026 bukan hanya sekadar membandingkan angka persentase terbesar. Ini adalah tentang menyeimbangkan antara Keuntungan (Yield), Keamanan (LPS & Kesehatan Bank), dan Likuiditas (Kebutuhan Dana Anda).
Di tahun 2026, bank digital seperti Krom, Neo Commerce, dan SeaBank masih memimpin dalam hal besaran suku bunga, menawarkan imbal hasil 5-8%. Sementara itu, bank nasional seperti BRI dan BCA menawarkan stabilitas bagi Anda yang memprioritaskan keamanan mutlak.
Rekomendasi Langkah Selanjutnya:
- Cek Tingkat Bunga Penjaminan LPS terbaru di situs lps.go.id.
- Diversifikasi dana Anda: Sebagian di bank BUMN untuk keamanan, sebagian di bank digital untuk yield tinggi.
- Gunakan strategi Laddering agar arus kas Anda tetap lancar.
Investasi di deposito adalah langkah cerdas untuk melawan inflasi dengan risiko terukur. Mulailah hari ini, dan biarkan uang Anda berkembang.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Bank apa yang memiliki bunga deposito tertinggi di tahun 2026?
Secara umum, bank digital (Neobank) seperti Bank Neo Commerce, Krom Bank, dan Amar Bank menawarkan suku bunga tertinggi, seringkali di kisaran 6% – 8% p.a, lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.
2. Apakah deposito di bank digital aman?
Aman, selama bank tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Namun, agar dijamin oleh LPS, pastikan suku bunga yang Anda terima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku saat itu.
3. Berapa minimal dana untuk membuka deposito?
Sangat bervariasi. Bank konvensional biasanya mensyaratkan minimal Rp5.000.000 – Rp10.000.000. Namun, bank digital di tahun 2026 memungkinkan pembukaan deposito mulai dari Rp200.000 hingga Rp1.000.000 saja.
4. Apakah bunga deposito dikenakan pajak?
Ya. Jika total saldo simpanan Anda di satu bank melebihi Rp7.500.000, maka bunga yang diperoleh akan dipotong PPh Final sebesar 20%.
5. Apa itu ARO dalam deposito?
ARO singkatan dari Automatic Roll Over. Ini adalah fitur perpanjangan otomatis. Jika deposito Anda jatuh tempo, sistem akan otomatis memperpanjangnya untuk jangka waktu yang sama. Anda bisa memilih ARO pokok saja (bunga ditransfer ke rekening) atau ARO + Bunga (bunga ditambahkan ke pokok deposito baru/bunga berbunga).
6. Bisakah deposito dicairkan sebelum jatuh tempo?
Bisa, namun biasanya ada konsekuensinya. Pada bank konvensional, Anda mungkin dikenakan denda (penalti) dan bunga berjalan mungkin tidak dibayarkan. Namun, beberapa bank digital di tahun 2026 menawarkan fitur deposito fleksibel yang meminimalkan atau menghapus denda penalti ini.