Home » Berita » Contoh Proposal PKM-KC 2026 Lengkap dan Terbaru, Siap Lolos Pendanaan

Contoh Proposal PKM-KC 2026 Lengkap dan Terbaru, Siap Lolos Pendanaan

Rambay.id – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah ajang bergengsi bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk menyalurkan ide inovatifnya. Salah satu bidang yang paling diminati dan menantang adalah PKM-KC (Karsa Cipta).

Memasuki tahun 2026, persaingan untuk mendapatkan pendanaan dan tiket menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) semakin ketat.

Kuncinya tidak hanya pada ide yang brilian, tetapi juga pada bagaimana ide tersebut dituangkan dalam proposal yang terstruktur, logis, dan memenuhi kaidah administratif.

Banyak mahasiswa yang memiliki ide luar biasa namun gagal di tahap seleksi administrasi karena proposal yang kurang matang atau tidak sesuai pedoman.

Kami akan membantu bagaimana menyusun proposal PKM-KC yang “menjual” dan solutif. Kami akan memberikan contoh kerangka berpikir, struktur penulisan, hingga simulasi isi proposal yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.

Apa Itu PKM-KC?

Sebelum masuk ke contoh proposal, penting untuk memahami esensi dari PKM-KC. PKM Karsa Cipta (PKM-KC) adalah program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya.

Karya cipta yang dihasilkan bisa berupa karya orisinal atau modifikasi. Kunci utama dari PKM-KC adalah fungsionalitas. Produk yang Anda buat tidak harus sudah siap diproduksi massal.

Seperti PKM-Kewirausahaan atau memecahkan masalah mitra spesifik (seperti PKM-Penerapan Iptek), namun harus berupa purwarupa (prototype) yang bekerja sesuai prinsip ilmiah.

Perbedaan PKM-KC dengan Bidang Lain

  • PKM-KC: Fokus pada prototyping dan fungsi teknis (membuat alat baru).
  • PKM-T (Penerapan Iptek): Fokus pada solusi teknologi untuk mitra profit/non-profit yang sudah ada.
  • PKM-RE (Riset Eksakta): Fokus pada pengujian hipotesis dan penemuan hubungan sebab-akibat di laboratorium.

Struktur Proposal PKM-KC 2026 yang Benar

Berdasarkan pedoman umum Simbelmawa yang terus diperbarui, struktur proposal adalah “wajah” pertama yang dinilai oleh reviewer. Berikut adalah struktur standar yang wajib Anda ikuti:

1. Daftar Isi

Pastikan penomoran halaman otomatis dan rapi.

2. Bab 1: Pendahuluan

Ini adalah bagian krusial. Anda harus menjawab:

  • Latar Belakang: Mengapa alat ini perlu diciptakan? Data apa yang mendukung urgensinya?
  • Rumusan Masalah: Masalah spesifik apa yang ingin diselesaikan?
  • Tujuan: Apa output teknis dari alat ini?
  • Luaran yang Diharapkan: Laporan kemajuan, laporan akhir, artikel ilmiah, dan prototipe fisik.
  • Manfaat: Siapa yang diuntungkan jika alat ini berhasil dibuat?

3. Bab 2: Tinjauan Pustaka

Bagian ini menunjukkan bahwa ide Anda memiliki dasar ilmiah.

  • Teori pendukung cara kerja alat.
  • Kajian produk serupa yang sudah ada (tunjukkan perbedaannya/kebaruan alat Anda).
Baca Juga  Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan, Usaha, dan Organisasi

4. Bab 3: Tahap Pelaksanaan

Jelaskan roadmap pembuatan alat. Mulai dari desain, pembelian bahan, perakitan, pengujian fungsional, hingga evaluasi. Gunakan diagram alir (flowchart) untuk memudahkan pembacaan.

5. Bab 4: Biaya dan Jadwal Kegiatan

  • Anggaran Biaya: Harus rasional. Hindari mark-up harga yang tidak masuk akal. Rekomendasi 2026 biasanya berkisar antara Rp 6.000.000 hingga Rp 10.000.000 (cek pedoman terbaru tahun berjalan).
  • Jadwal Kegiatan: Dibuat dalam format Bar Chart selama 3-4 bulan pelaksanaan.

Contoh Proposal PKM-KC: “SMART-HELM” (Studi Kasus)

Untuk memudahkan pemahaman, mari kita buat simulasi contoh proposal PKM-KC dengan tema keselamatan berkendara berbasis IoT (Internet of Things). Tema ini dipilih karena relevan dengan isu kecelakaan lalu lintas yang tinggi.

Judul Proposal:

SMART-HELM: Helm Cerdas Pendeteksi Kantuk Berbasis Internet of Things (IoT) dan Pulse Sensor Terintegrasi Aplikasi Mobile untuk Meminimalisir Kecelakaan Lalu Lintas

A. Latar Belakang Masalah (Cuplikan)

Kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadi pembunuh nomor tiga terbesar. Data Korlantas Polri tahun 2024 menunjukkan 61% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia, di mana kondisi mengantuk (microsleep) menjadi penyumbang utama pada pengendara motor.

Solusi yang ada saat ini umumnya berupa peringatan pada mobil mewah, sementara pengendara motor yang merupakan mayoritas pengguna jalan belum memiliki sistem proteksi dini yang terjangkau.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi berupa helm yang mampu mendeteksi tanda-tanda vital kantuk (seperti penurunan detak jantung dan kemiringan kepala) dan memberikan peringatan dini.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana merancang sistem sensor detak jantung (pulse sensor) yang akurat di dalam helm tanpa mengganggu kenyamanan pengguna?
  2. Bagaimana mengintegrasikan sistem peringatan suara dan getar pada helm saat indikasi kantuk terdeteksi?

C. Tujuan Program

Menciptakan prototipe “SMART-HELM” yang berfungsi mendeteksi kondisi kantuk pengendara motor secara real-time dan memberikan peringatan dini untuk mencegah kecelakaan.

D. Tinjauan Pustaka (Poin Penting)

  • Fisiologi Kantuk: Menjelaskan bahwa saat mengantuk, detak jantung manusia cenderung menurun di bawah 60 BPM (Bradycardia).
  • Komponen: Arduino Nano (mikrokontroler), Pulse Sensor, Modul Getar, dan Gyroscope (untuk mendeteksi kepala yang tertunduk tiba-tiba).
  • Studi Terdahulu: Menyebutkan penelitian sebelumnya yang menggunakan sensor kedipan mata (kamera), namun dianggap kurang efektif untuk helm karena faktor pencahayaan dan guncangan.
Baca Juga  THR Lebaran 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Pencairan Resmi, Besaran, dan Aturan

E. Metode Pelaksanaan

  1. Studi Literatur: Mengumpulkan data teknis komponen.
  2. Perancangan Desain: Membuat desain 3D peletakan sensor di busa helm.
  3. Perakitan Perangkat Keras: Menghubungkan sensor ke mikrokontroler.
  4. Pemrograman (Coding): Menanamkan logika algoritma (Jika detak jantung < X dan kemiringan > Y, maka Alarm ON).
  5. Pengujian Fungsional: Menguji alat pada subjek dalam kondisi istirahat dan aktivitas.

Tips Menulis Judul PKM-KC yang “Catchy” dan Lolos Seleksi

Judul adalah gerbang utama proposal Anda. Judul yang membosankan seringkali membuat reviewer kurang antusias.

  1. Gunakan Akronim Unik:Buat nama alat yang mudah diingat.
    • Buruk: Alat Pengering Gabah Otomatis.
    • Baik: “TURBO-DRY: Inovasi Pengering Gabah Hibrida Berbasis Microcontroller…”
  2. Spesifik dan Futuristik:Gunakan kata kunci teknologi terkini seperti Artificial Intelligence, Machine Learning, Bioplastik, atau Renewable Energy.
  3. Maksimal 20 Kata:Jangan terlalu panjang. Padat, singkat, dan jelas menggambarkan fungsi alat.

Rincian Anggaran Biaya (Penting!)

Salah satu alasan proposal ditolak adalah anggaran yang tidak wajar (terlalu besar atau terlalu kecil) dan item belanja yang dilarang.

Format Rekomendasi Anggaran PKM-KC:

NoJenis PengeluaranPersentase WajarContoh Item
1Bahan Habis Pakai60-70%Sensor, mikrokontroler, filamen 3D print, bahan kimia, baterai.
2Sewa dan Jasa15-20%Sewa alat lab, jasa laser cutting, jasa 3D printing.
3Perjalanan10-15%Transportasi pembelian bahan atau survei (dalam kota).
4Lain-lain5-10%Administrasi, publikasi, biaya materai.

Yang Dilarang (WARNING):

  • Membeli Laptop, Printer, atau Kamera.
  • Honorarium (Gaji) untuk tim atau dosen pembimbing.
  • Biaya penyusunan proposal (kertas, jilid proposal).
  • Perjalanan seminar luar kota (kecuali nanti lolos PIMNAS).

Strategi Mencari Ide PKM-KC yang “Out of The Box”

Jika Anda masih bingung mencari ide, gunakan metode SCAMPER:

  1. Substitute (Ganti): Ganti material alat yang sudah ada dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Contoh: Casing drone dari limbah kulit singkong.
  2. Combine (Gabung): Gabungkan dua fungsi alat menjadi satu. Contoh: Tongkat tunanetra yang digabung dengan pendeteksi genangan air.
  3. Adapt (Adaptasi): Adaptasi teknologi industri besar untuk skala rumah tangga. Contoh: Teknologi pengolahan limbah pabrik disederhanakan untuk limbah dapur.
  4. Modify (Modifikasi): Ubah bentuk atau ukuran. Contoh: Alat panen sawit yang biasanya berat dibuat portable.
  5. Put to another use (Fungsi Lain): Gunakan teknologi drone bukan untuk memotret, tapi untuk menebar benih padi.

Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Mahasiswa

Agar proposal Anda tidak langsung masuk “kotak sampah”, hindari hal berikut:

  1. Salah Kamar (Salah Skema):Ide Anda adalah membuat aplikasi marketplace jasa. Ini seharusnya masuk PKM-K (Kewirausahaan) atau PKM-KI (Karya Inovatif), bukan PKM-KC. Ingat, KC fokus pada proof of concept sebuah alat/sistem teknis.
  2. Format Tidak Sesuai Pedoman:Margin kertas, jenis font, spasi, dan penomoran halaman harus persis sesuai buku pedoman tahun berjalan. Reviewer sangat ketat pada aspek ini.
  3. Ide Sudah Usang:Membuat “Powerbank Tenaga Surya” atau “Tempat Sampah Otomatis Biasa” sudah terlalu sering diajukan. Cari kebaruan (novelty).
  4. Tidak Realistis:Menjanjikan alat yang terlalu canggih (misal: mesin waktu atau reaktor nuklir mini) dengan budget Rp 8 juta adalah mustahil.
Baca Juga  Apa Itu PPPK BGN? Tugas, Gaji, dan Syarat Pendaftarannya

Kesimpulan

Menyusun proposal PKM-KC 2026 membutuhkan kombinasi antara kreativitas, ketelitian administratif, dan pemahaman teknis yang kuat. Contoh Proposal PKM-KC yang baik tidak hanya menampilkan ide yang futuristik, tetapi juga realistis untuk dikerjakan oleh mahasiswa dalam kurun waktu 3-4 bulan.

Fokuslah pada masalah nyata yang ada di sekitar Anda, lalu cari solusi teknologinya. Pastikan Anda mengikuti format penulisan dari buku pedoman Simbelmawa terbaru secara disiplin.

Dengan persiapan yang matang, riset awal yang kuat, dan penyusunan anggaran yang bijak, peluang proposal Anda untuk didanai dan melaju ke PIMNAS akan terbuka lebar. Mulailah menulis sekarang, dan jadilah inovator muda Indonesia!

FAQ (Pertanyaan Umum Seputar Proposal PKM-KC)

1. Apakah PKM-KC harus berupa alat fisik (hardware)?

Tidak selalu. PKM-KC bisa berupa perangkat lunak (software), aplikasi, atau sistem, asalkan memiliki algoritma yang kompleks dan menawarkan solusi baru (konstruktif). Namun, kombinasi hardware dan software (IoT) biasanya memiliki nilai tambah.

2. Berapa jumlah anggota tim yang ideal untuk PKM-KC?

Biasanya terdiri dari 3-5 orang mahasiswa. Disarankan berasal dari lintas angkatan atau lintas jurusan yang relevan (misal: Mahasiswa Teknik Mesin berkolaborasi dengan Teknik Informatika) untuk melengkapi keahlian.

3. Apakah boleh mengajukan ide yang sudah pernah ada di YouTube/Internet?

Boleh, TAPI Anda harus melakukan modifikasi signifikan. Anda tidak boleh menjiplak (plagiat). Anda harus bisa menjelaskan di proposal apa letak perbedaan (kebaruan) alat Anda dibanding yang sudah ada (lebih murah, lebih akurat, atau lebih hemat energi).

4. Bagaimana jika alat gagal berfungsi saat monitoring evaluasi (Monev)?

Di PKM-KC, kegagalan fungsi masih bisa ditoleransi asalkan proses ilmiahnya benar. Anda harus mampu menjelaskan mengapa itu gagal dan memberikan analisis troubleshooting. Yang dinilai adalah proses berpikir ilmiah (“Karsa” dan “Nalar”), bukan sekadar barang jadi.

5. Kapan pedoman PKM 2026 biasanya rilis?

Pedoman resmi dari Kemendikbud Ristek (Simbelmawa) biasanya rilis di akhir tahun sebelumnya atau awal tahun berjalan (Desember – Februari). Selalu pantau situs resmi Simbelmawa.

Leave a Comment