Home » Tutorial » Cara Menurunkan Desil P3KE agar Bisa Dapat Bansos, Ini Langkah Resminya

Cara Menurunkan Desil P3KE agar Bisa Dapat Bansos, Ini Langkah Resminya

Rambay.id – Pernahkah Anda merasa kondisi ekonomi keluarga sedang sulit, namun tidak pernah mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah? Atau mungkin tetangga yang terlihat lebih mampu.

Justru rutin menerima bantuan seperti PKH, BPNT, atau beras bantuan pangan? Jika ya, kemungkinan besar masalahnya terletak pada Desil P3KE Anda.

Dalam sistem penyaluran bantuan sosial di Indonesia saat ini, pemerintah menggunakan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) sebagai acuan utama.

Selain Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seringkali, masyarakat terdata berada di Desil tinggi (dianggap mampu/kaya), padahal realitanya membutuhkan bantuan.

Kami akan membahas tentang cara menurunkan Desil P3KE. Kami akan membedah mekanisme perbaikan data agar status ekonomi Anda di mata sistem pemerintahan sesuai dengan kondisi nyata, sehingga peluang mendapatkan Bansos menjadi lebih besar.

Apa Itu Desil P3KE dan Mengapa Sangat Menentukan Bansos?

Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk memahami apa itu P3KE. P3KE adalah kumpulan informasi dan data keluarga yang mencakup data kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Data ini dikelola oleh Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) yang bersumber dari Pendataan Keluarga BKKBN dan disandingkan dengan data instansi lain (Dukcapil, BPJS, dll).

Pemerintah membagi status kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok yang disebut Desil:

  • Desil 1: Kelompok masyarakat sangat miskin (prioritas utama kemiskinan ekstrem).
  • Desil 2: Kelompok miskin.
  • Desil 3: Kelompok hampir miskin (rentan).
  • Desil 4: Kelompok rentan miskin.
  • Desil 5 – 10: Kelompok masyarakat mampu hingga sangat kaya.

Inti Masalahnya: Bansos reguler seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan Sembako/BPNT biasanya menyasar masyarakat yang berada di Desil 1, 2, dan sebagian Desil 3. Jika data P3KE mencatat Anda berada di Desil 4 ke atas, sistem secara otomatis akan menolak kepesertaan Anda dalam program bantuan, meskipun Anda merasa tidak mampu.

Oleh karena itu, “menurunkan desil” sebenarnya berarti memperbaiki data agar sistem membaca kondisi ekonomi Anda yang sebenarnya.

Penyebab Desil P3KE Tinggi Padahal Kondisi Ekonomi Sulit

Banyak masyarakat bingung mengapa mereka masuk Desil tinggi. Berikut adalah penyebab umum yang sering terjadi dan membuat algoritma pemerintah menilai Anda “kaya”:

1. Data Aset Tidak Diperbarui (Outdated)

Sistem mendeteksi Anda memiliki kendaraan bermotor atau mobil, padahal kendaraan tersebut sudah dijual 5 tahun lalu atau sudah rusak total. Selama nama Anda masih tercatat di Samsat sebagai pemilik kendaraan aktif, Desil Anda akan sulit turun.

2. Kesalahan Input Penghasilan

Pada saat pendataan awal (baik oleh kader BKKBN atau sensus BPS), mungkin terjadi kesalahan pencatatan penghasilan. Misalnya, penghasilan kotor dicatat sebagai penghasilan bersih, atau penghasilan musiman dianggap penghasilan tetap bulanan.

3. Anggota Keluarga dalam Satu KK Sudah Bekerja

Jika dalam satu Kartu Keluarga (KK) masih ada anak yang sudah bekerja dengan gaji UMR atau di atasnya, akumulasi pendapatan rumah tangga akan dianggap tinggi. Ini mendongkrak Desil keluarga secara keseluruhan.

4. Kondisi Fisik Rumah yang “Terbaca” Mewah

Indikator seperti luas lantai, jenis lantai (keramik vs tanah), sumber air minum, dan daya listrik (di atas 900 VA non-subsidi) sangat mempengaruhi skor Desil.

Baca Juga  Bansos PBI-JK Desember, Simak Penjelasan dan Syaratnya

5. Data Ganda atau Anomali Kependudukan

NIK yang tidak padan dengan Dukcapil atau adanya data ganda seringkali membuat sistem menempatkan data pada posisi “tunda” atau dianggap tidak valid sebagai penerima bansos, yang seringkali diasumsikan sebagai “tidak masuk kriteria miskin”.

Cara Menurunkan Desil P3KE Melalui Perbaikan Data (Langkah Resmi)

Tidak ada tombol ajaib atau aplikasi instan untuk menurunkan Desil. Proses ini melibatkan birokrasi dan verifikasi faktual. Berikut adalah langkah-langkah komprehensif yang harus Anda lakukan:

Langkah 1: Perbaikan Data Administrasi Kependudukan (Adminduk)

Langkah pertama adalah memastikan fondasi data Anda benar. Sistem P3KE mengambil basis dari NIK.

  • Pisah Kartu Keluarga (KK): Jika Anda masih satu KK dengan orang tua yang pensiunan PNS, atau anak yang sudah bekerja mapan, segera lakukan Pecah KK. Kemandirian KK akan membuat sistem menghitung beban ekonomi spesifik keluarga inti Anda saja, bukan akumulasi dengan keluarga besar yang mampu.
  • Update Status Pekerjaan di KTP: Jika di KTP status pekerjaan Anda masih “Karyawan Swasta” padahal Anda sudah di-PHK dan menganggur, ubahlah menjadi “Belum/Tidak Bekerja” atau “Buruh Harian Lepas” di Dukcapil. Status pekerjaan adalah variabel kunci dalam penentuan Desil.

Langkah 2: Sanggah Data Kepemilikan Aset

Ini adalah langkah krusial yang sering diabaikan.

  • Blokir Pajak Kendaraan yang Sudah Dijual: Jika Anda pernah memiliki motor/mobil tapi sudah dijual, segera ke Samsat untuk melakukan pemblokiran pajak progresif/lapor jual. Selama kendaraan itu aktif atas nama Anda, sistem menganggap Anda memiliki aset likuid, yang menahan Anda di Desil tinggi.
  • Cek Tagihan Listrik: Pastikan daya listrik rumah sesuai dengan kondisi. Jika Anda menggunakan 1300 VA atau 2200 VA, sistem akan sulit menempatkan Anda di Desil 1 atau 2. Pertimbangkan penyesuaian daya jika memang kondisi ekonomi menurun drastis, atau pastikan data ID Pelanggan PLN sinkron dengan NIK kepala keluarga.

Langkah 3: Mengikuti Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel)

Cara paling ampuh dan legal untuk mengubah data kemiskinan adalah melalui forum resmi di tingkat desa/kelurahan.

  • Lapor ke RT/RW: Sampaikan kondisi ekonomi terbaru Anda kepada RT/RW setempat. Bawa bukti pendukung (surat PHK, foto kondisi rumah, surat keterangan sakit kronis, dll).
  • Ikuti Musdes: Desa wajib melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) minimal satu kali sebulan atau sesuai jadwal untuk memverifikasi data kemiskinan (DTKS & P3KE). Di forum ini, perangkat desa dan tokoh masyarakat akan memvalidasi apakah si A layak masuk Desil rendah atau tidak.
  • Berita Acara: Jika Musdes menyepakati bahwa Anda layak dibantu, data Anda akan dimasukkan ke dalam Berita Acara Perubahan Data untuk diusulkan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota. Inilah pintu masuk utama “penurunan Desil” secara sistematis.

Langkah 4: Verifikasi Ulang via Kader Pendata (BKKBN/BPS)

Karena P3KE bersumber dari Pendataan Keluarga BKKBN, Anda bisa menghubungi kader KB atau kader desa setempat.

  • Tanyakan kapan jadwal pemutakhiran data keluarga dilakukan.
  • Saat didata ulang, berikan jawaban yang jujur dan detail. Jangan melebih-lebihkan kondisi (karena malu dianggap miskin), namun jangan memalsukan data.
  • Pastikan indikator kemiskinan tercatat benar: jenis lantai, dinding, tidak punya akses sanitasi, atau tidak memiliki aset berharga. Perbaikan data di hulu (sumber data) akan mengalir ke sistem P3KE pusat.
Baca Juga  Bansos DKI Jakarta: Cek Data Penerima dan Syaratnya

Memanfaatkan Aplikasi Cek Bansos untuk Sanggah Data

Kementerian Sosial menyediakan fitur “Usul Sanggah” di Aplikasi Cek Bansos. Meskipun ini lebih fokus ke DTKS, namun karena DTKS dan P3KE kini saling berinteroperabilitas, langkah ini sangat membantu.

  1. Unduh Aplikasi Cek Bansos resmi dari Kemensos di Play Store.
  2. Buat akun baru dan lakukan verifikasi KYC (swafoto dengan KTP).
  3. Masuk ke menu Tanggapan Kelayakan.
  4. Cek apakah ada nama anggota keluarga Anda atau tetangga yang terdata.
  5. Jika data Anda dianggap mampu padahal tidak, Anda bisa melakukan Usulan Mandiri di menu “Daftar Usulan”.
  6. Lampirkan foto kondisi rumah (depan, ruang tamu, dapur, kamar mandi) yang sebenar-benarnya.

Foto ini akan menjadi bukti geotagging (lokasi) dan visual bagi verifikator Dinas Sosial untuk menilai ulang kelayakan (scoring) ekonomi Anda, yang berpotensi merevisi ranking kesejahteraan Anda.

Indikator Utama yang Menentukan Penurunan Desil

Agar usaha Anda menurunkan Desil berhasil, Anda harus memahami “skoring” atau Proxy Means Testing yang digunakan pemerintah. Berikut adalah variabel yang harus diperhatikan:

  • Variabel Perumahan:
    • Luas lantai per kapita (jika < 8 meter persegi per orang, skor kemiskinan tinggi).
    • Jenis lantai (tanah/bambu/kayu murah lebih berpeluang masuk Desil rendah dibanding keramik/granit).
    • Jenis dinding (bilik bambu/tembok kualitas rendah).
    • Sumber air minum dan penerangan.
  • Variabel Aset:
    • Kepemilikan tabung gas (5,5 kg ke atas dianggap mampu).
    • Kepemilikan lahan atau hewan ternak.
    • Kepemilikan kulkas, AC, atau pemanas air.
  • Variabel Pendidikan & Pekerjaan:
    • Kepala keluarga tidak tamat SD/SMP.
    • Pekerjaan sektor informal (buruh tani, nelayan, kuli bangunan).

Jika data yang tercatat di sistem tidak sesuai dengan variabel di atas (misal: tercatat punya AC padahal tidak), wajib dilakukan perbaikan data melalui operator SIKS-NG di Desa/Kelurahan.

Tantangan dan Realita: Berapa Lama Prosesnya?

Pembaca perlu memahami bahwa perubahan Desil P3KE bukan proses instan.

  1. Siklus Verifikasi: Data yang diusulkan melalui Musdes biasanya diproses setiap bulan oleh Pemerintah Daerah, namun penetapan (SK) dari pusat (Kemensos/Kemenko PMK) bisa memakan waktu 1 hingga 3 bulan.
  2. Kuota Bansos: Menurunkan Desil ke Desil 1 tidak menjamin langsung cair bantuan besoknya. Anda akan masuk ke dalam “Daftar Tunggu” (Waiting List). Bantuan baru akan cair jika ada penerima lama yang “graduasi” (keluar/meninggal/menjadi kaya) atau jika ada penambahan kuota dari pemerintah pusat.
  3. Integritas Data: Sistem sekarang sudah canggih. Jika Anda mengaku miskin tapi pengeluaran pulsa pascabayar tinggi, atau sering belanja online di marketplace yang terhubung NIK, sistem Artificial Intelligence pemerintah bisa mendeteksi ketidakwajaran tersebut.

Tips Agar Pengajuan Perubahan Data Diterima

Untuk meningkatkan persentase keberhasilan penurunan Desil, ikuti tips berikut:

  • Konsistensi: Pastikan data yang Anda sampaikan ke RT, Desa, dan saat sensus BPS/BKKBN selalu sama.
  • Pendekatan Persuasif: Jalin komunikasi yang baik dengan Operator SIKS-NG di desa. Merekalah ujung tombak yang menginput data Anda ke sistem nasional. Mintalah mereka mengecek status NIK Anda di sistem untuk mengetahui variabel apa yang membuat skor Anda tinggi.
  • Lengkapi Berkas: Selalu siapkan fotokopi KK, KTP, dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) terbaru dari desa sebagai dokumen pendukung saat mengajukan perbaikan.
  • Sabar dan Aktif: Cek secara berkala status Anda di web cekbansos.kemensos.go.id atau tanyakan ke kantor desa setiap 3 bulan sekali.
Baca Juga  Cek BLT Kesra 900 ribu Akhir Desember, Ini Jadwal Pencairan

Kesimpulan

Menurunkan Desil P3KE bukanlah tentang memanipulasi data, melainkan mengoreksi data agar sesuai dengan fakta kemiskinan yang dialami. Kunci utamanya terletak pada keaktifan Anda melapor ke perangkat desa, melakukan Musyawarah Desa, serta memastikan data aset dan administrasi kependudukan (KK/KTP) sudah mutakhir.

Sistem P3KE dirancang untuk menyaring siapa yang benar-benar layak. Dengan memperbaiki data-data “penghalang” seperti status pekerjaan yang salah atau aset kendaraan yang sudah dijual.

Anda membuka jalan bagi algoritma pemerintah untuk menempatkan Anda kembali ke Desil prioritas (Desil 1-3). Ingat, Bansos adalah hak bagi mereka yang memenuhi kriteria, dan kewajiban Anda adalah memastikan negara memiliki data yang benar tentang Anda.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Menurunkan Desil P3KE

1. Bisakah saya menurunkan Desil P3KE secara online sendiri?

Tidak bisa sepenuhnya sendiri. Anda bisa menggunakan aplikasi “Cek Bansos” untuk fitur Sanggah, namun keputusan final dan perubahan detail indikator kemiskinan (seperti kondisi lantai, aset) memerlukan verifikasi dari petugas desa/kelurahan (Musdes) dan operator SIKS-NG.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai Desil saya turun dan dapat Bansos?

Proses pengusulan data hingga penetapan dalam DTKS/P3KE biasanya memakan waktu 1-3 bulan. Namun, untuk mendapatkan pencairan Bansos (PKH/BPNT), Anda harus menunggu adanya kuota kosong, yang waktunya tidak bisa diprediksi secara pasti.

3. Mengapa saya masuk Desil 4 padahal saya pengangguran?

Sistem melihat data keluarga secara utuh (satu KK). Mungkin ada anggota keluarga lain yang bekerja, atau Anda tercatat memiliki aset (motor/lahan) di database instansi lain yang belum diupdate, atau kondisi rumah Anda dinilai layak huni berdasarkan survei terakhir.

4. Apakah SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) bisa langsung menurunkan Desil?

SKTM adalah syarat pendukung, bukan penentu otomatis. SKTM berfungsi sebagai bukti legal saat Anda mengikuti Musyawarah Desa agar diusulkan masuk ke DTKS/P3KE. Tanpa input ke dalam sistem SIKS-NG, selembar SKTM tidak akan mengubah data digital di pusat.

5. Ke mana saya harus melapor jika operator desa tidak mau membantu?

Jika Anda merasa dipersulit di tingkat desa, Anda bisa melapor ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat dengan membawa bukti kondisi ekonomi Anda. Beberapa daerah juga memiliki layanan pengaduan online atau “Command Center” Dinsos yang bisa diakses warga.

Leave a Comment