Home » Tutorial » Cara Cek Tagihan Listrik Subsidi dan Non Subsidi dengan Mudah Lewat HP

Cara Cek Tagihan Listrik Subsidi dan Non Subsidi dengan Mudah Lewat HP

Rambay.id – Membayar listrik sudah menjadi kewajiban rutin setiap bulan bagi hampir seluruh rumah tangga. Namun, sebelum melakukan pembayaran, memastikan besaran nominal yang harus dibayar adalah langkah yang sangat penting.

Baik pengguna layanan subsidi dari pemerintah maupun non subsidi, mengetahui nominal pasti sangatlah krusial agar pengeluaran bulanan tetap terkendali.

Dulu, masyarakat harus meluangkan waktu datang ke loket pembayaran, minimarket, atau kantor pos hanya untuk mengetahui berapa biaya yang harus dilunasi. Sekarang, zaman sudah berubah drastis.

Berkat kemajuan teknologi digital, semua proses tersebut bisa dilakukan hanya dalam genggaman tangan. Kamu bisa melihat rincian biaya kapan saja dan dari mana saja hanya berbekal ponsel pintar atau HP.

Memahami Perbedaan Listrik Subsidi dan Non Subsidi

Sebelum masuk ke langkah-langkah pengecekan, ada baiknya memahami perbedaan dasar antara kedua jenis layanan kelistrikan ini. Pemerintah memberikan bantuan berupa potongan harga untuk masyarakat kurang mampu melalui skema subsidi.

Biasanya, pelanggan yang berhak menerima bantuan ini menggunakan daya 450 VA. Ada juga sebagian kecil pelanggan 900 VA yang terdaftar secara resmi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berhak mendapatkannya. Tarif dasar untuk golongan ini jauh lebih murah.

Di sisi lain, pelanggan non subsidi adalah mereka yang menggunakan daya mulai dari 900 VA (kategori mampu), 1300 VA, 2200 VA, hingga seterusnya. Kelompok ini membayar tarif dasar sesuai.

Dengan ketetapan pemerintah yang bisa menyesuaikan dengan harga minyak mentah Indonesia, tingkat inflasi, dan nilai tukar rupiah. Walaupun tarif per kWh berbeda, metode untuk melihat rincian pemakaian bulanannya tetaplah persis sama.

Cara Cek Tagihan Listrik Subsidi dan Non Subsidi Lewat HP

Berikut adalah berbagai metode praktis yang bisa diterapkan untuk mengetahui jumlah biaya pemakaian listrik bulanan (pascabayar) secara cepat melalui HP.

Baca Juga  Cara Ajukan Subsidi Listrik R1 dari PLN, Ini Syarat dan Langkah Lengkapnya

1. Menggunakan Aplikasi PLN Mobile

Aplikasi PLN Mobile merupakan layanan resmi dari PT PLN (Persero) yang dirancang khusus untuk memudahkan setiap pelanggan. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa melihat riwayat pemakaian, membeli token pintar, hingga mengajukan pengaduan jika terjadi gangguan.

  • Unduh aplikasi PLN Mobile melalui Google Play Store (untuk Android) atau Apple App Store (untuk iOS).
  • Buka aplikasi dan lakukan pendaftaran akun baru menggunakan nomor HP atau email jika belum memilikinya.
  • Pilih menu “Token & Pembayaran” di halaman utama aplikasi.
  • Masukkan nomor ID Pelanggan atau nomor meteran pada kolom yang tersedia.
  • Layar HP akan langsung menampilkan detail nama pemilik, kapasitas daya, dan rincian total biaya yang harus dibayar pada bulan tersebut.

2. Melalui WhatsApp Resmi PLN

Bagi kamu yang tidak ingin repot menambah aplikasi baru dan memenuhi memori HP, menggunakan layanan chat WhatsApp adalah alternatif paling mudah. PLN menyediakan layanan interaktif melalui nomor resmi mereka.

  • Simpan nomor WhatsApp resmi PLN yaitu 08122-123-123 di kontak HP.
  • Buka aplikasi WhatsApp dan mulai obrolan baru dengan nomor yang baru saja disimpan.
  • Ketik pesan sapaan sederhana seperti “Halo” atau “Cek Tagihan”.
  • Sistem bot otomatis PLN akan membalas pesan dengan memberikan instruksi lanjutan.
  • Ikuti petunjuk yang diberikan. Biasanya, sistem akan meminta pengguna memasukkan nomor ID Pelanggan yang terdiri dari 11 hingga 12 digit angka.
  • Rincian nominal biaya bulanan akan langsung dikirimkan kembali melalui balasan chat.

3. Melalui Aplikasi E-Commerce

Platform belanja online terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Bukalapak tidak hanya berfungsi untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Fitur pembayaran utilitas di dalamnya juga sangat lengkap dan bisa dimanfaatkan.

  • Buka aplikasi e-commerce favorit yang sudah terpasang aktif di HP.
  • Cari menu “Tagihan”, “Top Up & Tagihan”, atau “Pulsa & Tagihan” di halaman utama.
  • Pilih ikon berlogo listrik lalu pilih opsi pembayaran “Tagihan Listrik” atau “Pascabayar”.
  • Ketik nomor ID Pelanggan dengan benar.
  • Klik tombol “Cek Tagihan” atau “Lihat Tagihan”.
  • Sistem e-commerce akan memunculkan rincian nama pemilik meteran dan jumlah rupiah yang perlu dibayarkan bulan itu.
Baca Juga  Diskon Listrik PLN 50 Persen Januari 2026 Cair, Ini Syarat dan Cara Dapatnya

4. Lewat Layanan Mobile Banking

Hampir semua bank besar di Indonesia menyediakan fitur pembayaran tagihan di aplikasi mobile banking mereka. Metode ini sangat disukai karena pengguna bisa langsung melunasi kewajiban setelah melihat rincian biayanya.

  • Buka aplikasi mobile banking andalan di HP (seperti BCA mobile, Livin’ by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile Banking).
  • Login menggunakan username dan password atau sensor biometrik (sidik jari/wajah).
  • Cari menu “Pembayaran”, “Payment”, atau “Bayar”.
  • Pilih kategori “Listrik” atau “PLN”, lalu pastikan memilih jenis “Postpaid” atau Pascabayar.
  • Masukkan 12 digit ID Pelanggan.
  • Lakukan konfirmasi PIN jika diminta, dan layar akan langsung menampilkan nominal detail tagihan bulan ini.

Mengapa Penting Mengecek Tagihan Listrik Secara Rutin?

Mengecek pengeluaran utilitas setiap bulan bukan sekadar rutinitas sepele tanpa makna. Ada banyak manfaat finansial maupun teknis yang bisa didapatkan dengan membiasakan diri melakukan pengecekan secara disiplin.

Pertama, pengecekan rutin sangat membantu dalam mengelola keuangan pribadi. Dengan mengetahui rincian biaya sejak awal bulan, kamu bisa menyisihkan dana secara tepat dan mencegah terjadinya defisit anggaran rumah tangga.

Kedua, menghindari denda keterlambatan hingga ancaman pemutusan jaringan. PLN memberlakukan tenggat waktu pembayaran maksimal pada tanggal 20 setiap bulannya. Jika terlewat, akan ada sanksi denda administrasi yang nominalnya lumayan, hingga risiko pemutusan aliran sementara oleh petugas.

Ketiga, mendeteksi secara dini kebocoran arus listrik. Jika merasa pemakaian barang elektronik di rumah wajar saja namun tagihan melonjak sangat drastis, bisa jadi ada kebocoran arus atau indikasi pencurian daya oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Pengecekan rutin membantu menemukan keanehan ini lebih cepat sehingga bisa segera ditangani.

Kesimpulan

Mengetahui cara cek tagihan listrik subsidi dan non subsidi secara mandiri memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya. Tidak perlu lagi keluar rumah atau antre panjang, cukup manfaatkan fasilitas di HP seperti PLN Mobile, WhatsApp resmi, e-commerce, hingga mobile banking.

Baca Juga  Tarif Listrik PLN 2026 Terbaru per kWh, Ini Daftar Lengkap dan Perubahannya

Dengan rutin memantau pemakaian listrik, manajemen keuangan bulanan akan menjadi jauh lebih rapi, terhindar dari denda keterlambatan, dan bisa segera mendeteksi jika terjadi kejanggalan pada meteran listrik di rumah.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah mengecek tagihan listrik secara online dikenakan biaya pulsa atau potongan?

Tidak ada biaya potongan langsung dari meteran untuk sekadar mengecek. Kamu hanya membutuhkan koneksi internet atau kuota data yang aktif di HP untuk mengakses aplikasi atau WhatsApp.

2. Bagaimana jika tagihan listrik tiba-tiba membengkak padahal pemakaian normal?

Jika terjadi lonjakan yang tidak wajar, segera laporkan ke pihak PLN melalui aplikasi PLN Mobile fitur pengaduan, atau hubungi Call Center PLN di nomor 123. Petugas akan mengecek apakah ada kerusakan meteran, kebocoran arus, atau kesalahan pencatatan.

3. Kapan waktu paling ideal untuk mengecek dan membayar tagihan listrik bulanan?

Rincian biaya bulanan biasanya sudah keluar dan bisa dicek mulai tanggal 2 atau 3 setiap bulannya. Waktu terbaik untuk membayarnya adalah sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda keterlambatan dan risiko pemutusan jaringan.

4. Apakah cara di atas berlaku juga untuk listrik prabayar (token listrik)?

Cara di atas dikhususkan untuk pelanggan pascabayar (bayar bulanan setelah pemakaian). Bagi pengguna listrik prabayar (token pintar), kamu mengontrol sendiri pemakaian dengan cara membeli pulsa listrik sesuai kebutuhan, sehingga tidak ada sistem tagihan bulanan yang menumpuk.