Rambay – Dunia perfilman Tanah Air membuka lembaran tahun baru dengan jeritan. Januari 2026 bukan sekadar awal tahun, melainkan bulan “pesta” bagi para pencinta adrenalin. Jika Anda berpikir tren horor akan mereda, Anda salah besar.
Industri film nasional justru semakin agresif menggali ketakutan-ketakutan primordial kita: mulai dari ritual agama yang disalahgunakan, legenda jalanan angker, dongeng masa kecil yang dipelintir, hingga kolaborasi lintas negara yang membawa teror urban ke level baru.
Bagi Anda penggemar Film Horor Indonesia Januari 2026, bulan ini menawarkan variasi sub-genre yang sangat kaya. Tidak hanya jumpscare klise, para sineas.
Kini menawarkan folk horror yang kental dengan budaya Jawa, horror-comedy yang menyegarkan, hingga psychological thriller yang mengganggu mental.
kami akan rekomendasikan film bioskop bulan ini. Kami telah merangkum sinopsis, fakta menarik, dan alasan mengapa deretan film ini wajib masuk dalam watchlist Anda. Siapkan nyali, matikan lampu, dan mari kita bedah satu per satu.
Daftar Lengkap Film Horor Indonesia Januari 2026
Bulan Januari 2026 dipadati oleh sedikitnya tujuh judul film horor lokal yang siap bersaing memperebutkan layar bioskop. Berikut adalah ulasan mendalamnya:
1. Malam 3 Yasinan (8 Januari 2026)
Genre: Horor Religi / Drama Keluarga
Tahun baru dibuka dengan teror yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat Muslim di Indonesia: tradisi tahlilan atau yasinan. Malam 3 Yasinan tidak hanya menjual hantu sembarangan, tetapi membangun ketakutan dari ritual yang seharusnya menenangkan.
- Sinopsis: Kisah berpusat pada Samira (diperankan oleh Shaloom Razade), yang harus pulang ke rumah keluarga besarnya, Djoyodiredjo, setelah kematian mendadak saudara kembarnya, Sara. Keluarga ini bukan keluarga sembarangan; mereka adalah konglomerat pabrik gula yang menyimpan rahasia kelam sejak era 80-an. Alih-alih mendapatkan ketenangan, malam-malam yasinan yang digelar justru menjadi panggung teror. Dimulai dari Malam Pertama, gangguan supranatural mulai muncul, mengupas satu per satu dosa masa lalu Opa Hendra (diperankan oleh aktor senior Piet Pagau). Klimaks ketakutan dijanjikan akan meledak pada malam ketiga, di mana batas antara doa dan kutukan menjadi kabur.
- Mengapa Wajib Tonton: Film ini menarik karena mengangkat setting spesifik “Malam Yasinan”. Bagi penonton Indonesia, suasana duduk bersila bersama tetangga sambil melantunkan doa adalah memori kolektif yang kuat. Mengubah situasi sakral ini menjadi horor adalah langkah berani yang menjanjikan atmosfer mencekam yang sangat relatable.
2. Alas Roban (15 Januari 2026)
Genre: Folk Horror / Road Trip Nightmare
Siapa yang tidak kenal Alas Roban? Jalur di Jawa Tengah ini sudah melegenda sebagai salah satu jalan paling angker di Indonesia. Film ini memvisualisasikan mitos tersebut ke layar lebar.
- Sinopsis: Sita (diperankan oleh Michelle Ziudith), seorang ibu tunggal, sedang dalam perjalanan menuju hidup baru bersama putrinya, Gendis (Fara Shakila). Perjalanan yang seharusnya penuh harapan berubah menjadi mimpi buruk ketika bus yang mereka tumpangi mogok tepat di tengah belantara Alas Roban. Teror tidak datang sekaligus, melainkan perlahan. Gendis mulai mendengar bisikan dan melihat simbol-simbol misterius. Ternyata, Gendis telah ditandai oleh “Dewi Raras”, entitas penunggu hutan tersebut, sebagai tumbal untuk menebus janji ritual lama yang dilupakan oleh leluhur mereka.
- Mengapa Wajib Tonton: Daya tarik utama film ini adalah lokasinya. Setting hutan yang klaustrofobik (sempit dan mengurung) selalu berhasil menciptakan ketegangan. Ditambah lagi, kehadiran Michelle Ziudith yang biasanya dikenal sebagai ratu drama romantis, kini banting setir ke genre horor, membuat penampilannya sangat dinantikan.
3. Penunggu Rumah: Buto Ijo (15 Januari 2026)
Genre: Fantasy Horror / Adaptasi Dongeng
Jika Anda tumbuh dengan dongeng Timun Mas, bersiaplah untuk melihat sisi gelapnya. Film ini adalah retelling atau penceritaan ulang dongeng klasik tersebut dalam kemasan horor modern.
- Sinopsis: Srini (Celine Evangelista), seorang janda, mulai mengalami teror ganjil menjelang ulang tahun ke-6 anaknya. Awalnya hanya gangguan kecil di rumah, namun segera berubah menjadi ancaman fisik ketika sosok raksasa hijau—Buto Ijo—mulai menampakkan diri. Film ini tidak menggambarkan Buto Ijo sekadar sebagai monster, melainkan representasi dari “janji yang ditagih”. Ada kontrak gaib di masa lalu yang belum lunas, dan kini sang penagih datang mengambil haknya.
- Mengapa Wajib Tonton: Tren mengadaptasi dongeng anak menjadi film horor (seperti Winnie the Pooh: Blood and Honey di Hollywood) kini merambah Indonesia. Melihat transformasi cerita Timun Mas menjadi sajian horor berdarah adalah pengalaman sinematik yang unik dan segar.
4. Sengkolo: Petaka Satu Suro (22 Januari 2026)
Genre: Horor Mitologi Jawa
Tanggal 22 Januari menghadirkan film yang sangat kental dengan kepercayaan Kejawen. Judulnya saja sudah membuat merinding: Sengkolo (nasib buruk/bencana).
- Sinopsis: Film ini mengambil latar di sebuah desa yang mencekam menjelang malam Satu Suro (Tahun Baru Jawa). Teror spesifik mengincar para wanita hamil di desa tersebut. Kejadian aneh bermula ketika warga menemukan bangkai hewan dengan kondisi tidak wajar, diikuti penampakan makhluk yang dipercaya sebagai pembawa sengkolo. Warga desa yang marah dan ketakutan mulai saling curiga, sementara entitas gelap tersebut semakin agresif menuntut korban.
- Mengapa Wajib Tonton: Film ini cocok bagi Anda yang menyukai horor dengan lore atau mitologi yang dalam. Elemen budaya Jawa, pantangan-pantangan Satu Suro, dan mistisisme desa terpencil menjadi bumbu utama yang membuat film ini terasa “mistis” dan “berat”.
5. Sebelum Dijemput Nenek (22 Januari 2026)
Genre: Horor Komedi
Di tengah gempuran horor serius, Sebelum Dijemput Nenek hadir sebagai penyegar. Namun jangan salah, meski berbalut komedi, elemen horornya tetap digarap serius.
- Sinopsis: Film ini menceritakan dua saudara, Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto). Hestu pernah bersumpah sembarangan bahwa ia hanya akan pulang kampung jika neneknya meninggal. Sumpah itu menjadi kenyataan pahit. Nenek meninggal di hari keramat, dan arwahnya kembali karena belum rela pergi sendiri. Hestu dan Akbar, dibantu oleh dukun viral yang kurang kompeten (diperankan oleh Nopek Novian), hanya punya waktu 7 hari untuk mencari “teman” bagi sang Nenek ke alam baka, atau salah satu dari mereka yang akan dijemput paksa.
- Mengapa Wajib Tonton: Duet Angga Yunanda (aktor watak) dan Dodit Mulyanto (komika) adalah jaminan dinamika yang menarik. Film ini menawarkan “jeda napas” di mana Anda bisa berteriak ketakutan lalu tertawa terbahak-bahak dalam satu adegan.
6. Kafir: Gerbang Sukma (29 Januari 2026)
Genre: Horor Okultisme / Sekuel
Ini adalah salah satu film yang paling dinanti di akhir bulan. Sebagai sekuel dari film sukses Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018), ekspektasi penonton sangat tinggi.
- Sinopsis: Delapan tahun setelah kematian Herman akibat santet, Sri (Putri Ayudya) mencoba hidup normal. Namun, masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Ketika Sri mendapat kabar ibunya sakit keras, ia harus pulang ke rumah masa kecilnya. Di sana, “dosa warisan” kembali terbuka. Teror santet yang lebih ganas dan brutal kembali mengincar nyawa anak-anaknya. Tokoh ikonik Jarwo (diperankan kembali dengan brilian oleh Sujiwo Tejo) juga hadir kembali, membawa aura mistis yang tak tertandingi.
- Mengapa Wajib Tonton: Kualitas visual dan storytelling dari universe “Kafir” selalu di atas rata-rata. Film ini menjanjikan horor yang artistik, tidak hanya mengandalkan suara kencang, tetapi juga visual yang mengganggu psikologis.
7. Tolong Saya! Dowajuseyo (29 Januari 2026)
Genre: Urban Legend / Kolaborasi Internasional
Menutup bulan Januari, hadir sebuah eksperimen menarik: kolaborasi horor Indonesia dan Korea Selatan.
- Sinopsis: Tania (Saskia Chadwick), seorang mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, terjebak dalam mitos urban lokal yang mengerikan. Konon, ada larangan keras untuk menolong orang asing yang meminta bantuan di jalanan sepi pada jam tertentu. Tania yang tidak tahu menahu, melanggar pantangan tersebut. Sejak saat itu, ia diteror oleh sosok hantu wanita yang terus membisikkan kata “Dowajuseyo” (Tolong Saya). Bersama teman-temannya, Tania harus memecahkan misteri di balik arwah tersebut sebelum nyawanya melayang di negeri orang.
- Mengapa Wajib Tonton: Penggabungan elemen horor Indonesia (yang biasanya mistis) dengan horor Korea (yang biasanya thriller dan psikologis) menciptakan warna baru. Setting kota Seoul yang modern namun menyimpan sisi gelap memberikan nuansa visual yang berbeda dari film horor Indonesia kebanyakan.
Analisis Tren: Wajah Baru Horor Indonesia di 2026
Melihat daftar di atas, kita bisa menarik beberapa kesimpulan menarik tentang arah industri film horor kita di tahun 2026:
- Eksplorasi Ritual Spesifik: Pembuat film mulai meninggalkan hantu generik (seperti Pocong atau Kuntilanak tanpa konteks) dan beralih ke horor yang berbasis event atau ritual (Malam Yasinan, Satu Suro). Ini membuat cerita terasa lebih personal dan dekat dengan penonton.
- Adaptasi Aset Budaya (IP Folklore): Kesuksesan KKN di Desa Penari membuktikan bahwa cerita rakyat laku keras. Penunggu Rumah: Buto Ijo dan Alas Roban adalah bukti bahwa produser berlomba-lomba menggali legenda lokal untuk diangkat ke layar lebar.
- Hibridasi Genre: Horor tidak lagi berdiri sendiri. Ada yang dikawinkan dengan komedi (Sebelum Dijemput Nenek) dan ada yang dicampur dengan drama keluarga (Malam 3 Yasinan). Ini strategi pintar untuk memperluas pasar penonton, tidak hanya menyasar die-hard fans horor.
Kesimpulan
Januari 2026 adalah bulan yang memanjakan sekaligus menguji nyali para pencinta film nasional. Dari tujuh film yang akan tayang, terlihat jelas bahwa kualitas produksi film horor Indonesia terus meningkat.
Pilihan terbaik kembali pada preferensi ketakutan Anda: Apakah Anda takut pada dosa masa lalu keluarga (Malam 3 Yasinan, Kafir), takut pada makhluk mitologi (Buto Ijo, Alas Roban), atau justru ingin tertawa di sela ketegangan (Sebelum Dijemput Nenek)?
Rekomendasi Utama:
- Untuk pengalaman horor paling intens dan artistik: Kafir, Gerbang Sukma.
- Untuk tontonan seru bersama teman tongkrongan: Sebelum Dijemput Nenek.
- Untuk pencari suasana mistis lokal yang kental: Malam 3 Yasinan atau Sengkolo.
Jangan biarkan kursi bioskop kosong. Ajak teman atau pasangan Anda, karena menonton film horor sendirian di bulan Januari ini sepertinya bukan ide yang baik.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Film horor Indonesia apa yang paling direkomendasikan di Januari 2026?
Jika Anda mencari kualitas cerita dan visual, Kafir, Gerbang Sukma adalah pilihan utama karena merupakan sekuel dari film yang memenangkan penghargaan. Namun, untuk pengalaman horor yang unik dan baru, Malam 3 Yasinan sangat direkomendasikan.
2. Apakah film “Sebelum Dijemput Nenek” aman ditonton bagi yang penakut?
Relatif lebih aman dibandingkan judul lain. Karena bergenre horor-komedi, ketegangan dalam film ini akan sering dipecahkan oleh unsur humor dari komika Dodit Mulyanto dan Nopek Novian, sehingga cocok bagi penonton yang tidak terlalu kuat dengan horor murni.
3. Kapan tanggal rilis film “Kutukan Desa Penari: Babak Akhir”?
Hati-hati dengan informasi yang beredar. Hingga saat ini, judul tersebut belum memiliki konfirmasi resmi dari rumah produksi besar terkait jadwal tayang Januari 2026. Fokuslah pada judul-judul yang sudah pasti seperti Malam 3 Yasinan atau Sengkolo.
4. Apakah film “Tolong Saya! Dowajuseyo” menggunakan bahasa Korea?
Film ini menggunakan campuran bahasa Indonesia dan Korea (dengan subtitle), mengingat latar ceritanya adalah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Korea Selatan.
5. Berapa rating usia untuk film-film horor ini?
Mayoritas film horor di atas seperti Alas Roban dan Sengkolo kemungkinan besar akan mendapat rating 13+ atau 17+ (Dewasa) karena mengandung adegan kekerasan, darah, dan materi yang menakutkan. Pastikan memeriksa label sensor sebelum membawa anak-anak.