Rambay – Tahun 2025 menjadi momen yang sangat dinantikan bagi para pejuang ASN, khususnya dengan hadirnya instansi baru yang menjadi sorotan publik: Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai lembaga yang dibentuk untuk mengawal program strategis pemerintah terkait perbaikan gizi dan program “Makan Bergizi Gratis”, BGN diprediksi akan membuka formasi besar-besaran, baik untuk CPNS maupun PPPK.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, satu pertanyaan besar menghantui para pelamar: Bagaimana dengan sistem kelulusannya? Apakah Passing Grade PPPK BGN 2025 masih berlaku? Atau apakah sistem perankingan akan mengambil alih sepenuhnya?
Mengapa Formasi PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) Sangat Diminati?
Sebelum masuk ke teknis angka, penting untuk memahami konteks mengapa Passing Grade PPPK BGN 2025 menjadi topik panas. Badan Gizi Nasional bukan sekadar instansi baru; ini adalah ujung tombak program prioritas Presiden.
Hal ini berimplikasi pada dua hal:
- Kebutuhan SDM yang Masif: BGN membutuhkan banyak tenaga ahli gizi, penyuluh kesehatan, tenaga administrasi, hingga logistik pangan yang tersebar hingga ke pelosok desa.
- Persaingan Ketat: Karena merupakan instansi pusat yang strategis, pelamar dari seluruh Indonesia akan memperebutkan kursi yang tersedia.
Oleh karena itu, memahami aturan main, khususnya terkait nilai minimal atau passing grade, adalah langkah awal yang krusial agar Anda tidak gugur di tahap Seleksi Kompetensi Dasar.
Memahami Mekanisme Seleksi Kompetensi PPPK 2025
Berbeda dengan seleksi CPNS yang murni mengandalkan nilai ambang batas tinggi untuk lolos ke tahap SKB, seleksi PPPK memiliki dinamika yang sedikit berbeda.
Berdasarkan regulasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang berlaku pada siklus sebelumnya dan diprediksi berlanjut di 2025, seleksi PPPK menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Ada empat materi utama yang akan diujikan kepada pelamar BGN, dan masing-masing memiliki aturan passing grade tersendiri:
1. Kompetensi Teknis
Ini adalah jantung dari seleksi PPPK. Soal-soal ini berkaitan langsung dengan jabatan yang Anda lamar di BGN. Misalnya, jika Anda melamar sebagai Ahli Gizi, soal akan berkutat pada manajemen gizi buruk, standar keamanan pangan, dan dietetik.
- Sifat Passing Grade: Biasanya memiliki nilai ambang batas spesifik tergantung jabatan.
- Bobot: Paling besar dalam penentuan kelulusan.
2. Kompetensi Manajerial
Bagian ini mengukur kemampuan Anda dalam berorganisasi, memimpin, bekerja sama, dan mengelola integritas dalam lingkungan kerja birokrasi.
- Sifat Passing Grade: Nilainya digabung dengan Kompetensi Sosial Kultural (akumulatif).
3. Kompetensi Sosial Kultural
Mengukur kepekaan Anda terhadap keberagaman, toleransi, dan kemampuan menjadi perekat bangsa dalam lingkungan kerja yang majemuk.
4. Wawancara (Berbasis Komputer)
Bukan wawancara tatap muka, melainkan soal pilihan ganda yang menguji moralitas dan integritas pelamar.
- Sifat Passing Grade: Memiliki nilai ambang batas mutlak.
Rincian Passing Grade PPPK BGN 2025: Apa yang Perlu Dikejar?
Meskipun aturan spesifik (Kepmenpan RB) untuk tahun 2025 biasanya diterbitkan menjelang pembukaan tes, kita dapat menggunakan acuan standar formasi teknis yang berlaku saat ini sebagai patokan valid. Mengingat BGN adalah instansi teknis, berikut adalah estimasi kuat struktur Passing Grade PPPK BGN 2025:
A. Nilai Ambang Batas Kompetensi Teknis
Untuk jabatan fungsional yang ada di Badan Gizi Nasional (seperti Nutrisionis, Administrator Kesehatan, dll), nilai ambang batas bervariasi.
- Rentang Nilai: Umumnya berkisar antara 158 hingga 250 poin (dari total nilai maksimal 450).
- Catatan Penting: Pelamar jalur “Khusus” (Eks THK-II dan Non-ASN terdata) seringkali mendapatkan keistimewaan berupa pembebasan passing grade atau perankingan langsung, namun untuk pelamar “Umum”, mencapai angka ini adalah wajib.
B. Nilai Ambang Batas Manajerial & Sosial Kultural
Kedua kompetensi ini dihitung sebagai satu kesatuan paket nilai.
- Nilai Ambang Batas: 117 Poin.
- Strategi: Anda harus memastikan akumulasi nilai dari kedua tes ini minimal menyentuh angka 117. Jika di bawah itu, meskipun nilai teknis Anda sempurna, Anda dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
C. Nilai Ambang Batas Wawancara
Tes integritas ini terdiri dari 10 soal.
- Nilai Ambang Batas: 24 Poin.
- Maksimal Nilai: 40 Poin.
- Analisis: Ini terlihat mudah, namun banyak pelamar gugur karena menyepelekan bagian ini. Jawaban harus konsisten dan mencerminkan integritas ASN BerAKHLAK.
Apakah Passing Grade “Harga Mati” atau Ada Sistem Perankingan?
Ini adalah poin yang paling membingungkan pelamar. Jawabannya adalah: Kombinasi Keduanya.
Dalam seleksi PPPK BGN 2025 nanti, skenario kelulusan biasanya mengikuti prioritas berikut:
- Prioritas Pelamar Khusus (Eks THK-II & Non-ASN): Biasanya kelompok ini diutamakan. Jika kuota formasi belum terpenuhi oleh mereka, baru dibuka untuk pelamar umum. Bagi pelamar prioritas, passing grade seringkali hanya formalitas atau menggunakan sistem perankingan nilai tertinggi di antara mereka.
- Pelamar Umum: Bagi Anda yang melamar dari jalur umum (profesional swasta atau fresh graduate jika dibuka), Passing Grade adalah harga mati. Anda wajib melampaui angka NAB yang ditetapkan. Setelah lolos NAB, barulah Anda akan diadu dalam sistem perankingan (siapa yang nilainya paling tinggi).
Jadi, jangan hanya menargetkan “Lulus Passing Grade”. Targetkan Nilai Maksimal. Lulus passing grade saja tidak menjamin Anda mendapatkan NIP jika pesaing Anda memiliki skor lebih tinggi.
Strategi Menaklukkan Passing Grade PPPK BGN
Mengingat Badan Gizi Nasional adalah instansi baru, soal-soal teknisnya mungkin akan sangat spesifik dan belum banyak referensi di buku-buku latihan lama. Berikut strategi khususnya:
1. Pelajari Regulasi Gizi Terbaru
Pelajari Perpres atau peraturan pemerintah yang mendasari pembentukan Badan Gizi Nasional. Pahami program “Makan Bergizi Gratis”, standar gizi nasional, dan manajemen distribusi pangan. Soal teknis seringkali mengambil studi kasus dari regulasi terbaru.
2. Fokus pada Manajemen & Sosio Kultural
Banyak pelamar terlalu fokus pada teknis hingga lupa bahwa Manajerial dan Sosio Kultural memiliki passing grade gabungan 117. Latihlah soal-soal tentang pengambilan keputusan dan resolusi konflik.
3. Simulasi CAT Berbasis Waktu
Passing grade tidak hanya soal benar atau salah, tapi soal kecepatan. Biasakan mengerjakan soal dengan timer. Tekanan waktu sering membuat peserta gagal fokus saat membaca soal cerita yang panjang.
4. Cek Afirmasi Sertifikat Kompetensi
Untuk jabatan teknis di BGN (seperti Ahli Gizi), cek apakah Sertifikat Kompetensi (Serkom) dari organisasi profesi memberikan tambahan nilai. Biasanya, Serkom yang valid bisa memberikan tambahan bobot nilai teknis hingga 25%. Ini adalah cheat code legal untuk mendongkrak nilai Anda melampaui passing grade.
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan judul artikel ini: Ya, Passing Grade PPPK BGN 2025 dipastikan masih ada dan berlaku ketat, terutama bagi pelamar jalur umum.
Badan Gizi Nasional mencari talenta terbaik untuk menjalankan misi besar negara. Oleh karena itu, sekadar mencapai batas minimal tidaklah cukup.
Anda harus memahami bahwa passing grade adalah gerbang pertama, namun skor tinggilah yang mengantarkan Anda ke kursi ASN.
Persiapkan diri Anda dengan memahami rincian nilai ambang batas Kompetensi Teknis, Manajerial, Sosial Kultural, dan Wawancara. Jangan lengah pada satu aspek pun.
Mulailah belajar dari sekarang, fokus pada materi substantif gizi dan manajemen, serta pantau terus pengumuman resmi dari BKN dan instansi terkait.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Passing Grade PPPK BGN 2025
1. Berapa nilai ambang batas untuk formasi Nutrisionis di PPPK BGN 2025?
Meskipun aturan 2025 belum rilis resmi, berdasarkan data tahun sebelumnya untuk jabatan fungsional Nutrisionis, nilai ambang batas kompetensi teknis biasanya.
Berada di kisaran angka tidak ada nilai ambang batas spesifik (hanya perankingan) ATAU kisaran 158-200, tergantung kebijakan Kemenpan RB tahun berjalan untuk pelamar umum. Pantau Kepmenpan RB terbaru nantinya.
2. Apakah pelamar prioritas (Honorer) dikenakan passing grade di BGN?
Biasanya, pelamar prioritas (Eks THK-II dan Non-ASN yang masuk database BKN) menggunakan sistem perankingan untuk mengisi formasi, bukan nilai ambang batas mutlak seperti pelamar umum. Namun, mereka tetap harus mengikuti tes.
3. Jika nilai total saya tinggi tapi Wawancara di bawah 24, apakah saya lulus?
Tidak. Sistem Passing Grade bersifat gugur per sub-tes. Jika nilai Wawancara Anda di bawah 24, Anda dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), meskipun nilai Teknis Anda sangat tinggi.
4. Materi apa yang paling sulit dalam seleksi PPPK Badan Gizi Nasional?
Bagi kebanyakan pelamar, Kompetensi Teknis adalah yang tersulit karena sangat spesifik. Untuk BGN, materi akan sangat teknis mengenai ilmu gizi, logistik pangan, dan regulasi kesehatan masyarakat.
5. Di mana saya bisa melihat pengumuman resmi Passing Grade BGN 2025?
Pengumuman resmi nilai ambang batas (Kepmenpan RB) biasanya dirilis di situs resmi menpan.go.id atau bkn.go.id beberapa minggu sebelum pelaksanaan tes CAT dimulai.