Home » Berita » Update Jumlah Penonton Film Agak Laen 2 Menyala Pantiku, Kalahkan Film Pertamanya

Update Jumlah Penonton Film Agak Laen 2 Menyala Pantiku, Kalahkan Film Pertamanya

Rambay.id – Industri perfilman Indonesia kembali mencatat sejarah emas di awal tahun 2026. Belum genap dua tahun setelah fenomena Agak Laen (2024) mengguncang bioskop, sekuelnya yang berjudul Agak Laen 2: Menyala Pantiku!

hadir bukan hanya untuk mengulang kesuksesan, tetapi untuk melampauinya. Antusiasme publik terhadap kuartet podcaster yang kini menjadi bintang film papan atas—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga—terbukti belum surut, bahkan semakin membara.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan box office tanah air, angka jumlah penonton bukan sekadar statistik, melainkan bukti kualitas dan penerimaan masyarakat. Kami rangkum data terbaru jumlah penonton film Agak Laen 2, analisis mengapa film ini bisa mengalahkan pendahulunya, serta dampaknya bagi industri kreatif Indonesia.

Jumlah Penonton Agak Laen 2 Tembus 10 Juta

Per tanggal 3 Januari 2026, Imajinari selaku rumah produksi secara resmi mengumumkan bahwa Agak Laen 2: Menyala Pantiku! telah menembus angka psikologis yang sangat sulit dicapai oleh film manapun: 10 Juta Penonton.

Lebih spesifiknya, data terbaru menunjukkan perolehan angka 10.250.000++ penonton hanya dalam kurun waktu sekitar 37 hari penayangan sejak rilis perdana pada 27 November 2025.

Angka ini tidak hanya fantastis, tetapi juga menempatkan film ini di puncak klasemen film Indonesia terlaris sepanjang masa, menggeser posisi film animasi Jumbo yang sempat memegang rekor tersebut di pertengahan 2025, serta melewati legenda horor KKN di Desa Penari.

Mengalahkan Film Pertamanya dengan Telak

Salah satu poin diskusi paling hangat di kalangan netizen dan pengamat film adalah perbandingan head-to-head antara film pertama dan kedua.

  • Agak Laen (2024): Membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lebih untuk mencapai angka total 9,1 juta penonton.
  • Agak Laen 2 (2025/2026): Berhasil melampaui angka 9,1 juta tersebut hanya dalam waktu kurang dari satu bulan (29 hari), dan terus melaju hingga menembus 10 juta di awal tahun baru.

Kecepatan akumulasi penonton ini menunjukkan bahwa brand “Agak Laen” sudah sangat kuat. Jika film pertama sukses karena faktor “kuda hitam” dan viralitas di TikTok, film kedua sukses karena trust (kepercayaan) penonton yang sudah terbangun, ditambah strategi marketing yang lebih masif.

Mengapa Agak Laen 2: Menyala Pantiku Begitu Diminati?

Lonjakan jumlah penonton film Agak Laen 2 tidak terjadi secara kebetulan. Ada beberapa faktor fundamental yang membuat film ini meledak di pasaran, bahkan melebihi ekspektasi produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika.

1. Transformasi Genre yang Segar

Sutradara Muhadkly Acho mengambil langkah berani dengan tidak mengulang formula horor-komedi rumah hantu seperti film pertama. Agak Laen 2 mengusung genre Crime Investigation Comedy atau komedi detektif.

Perubahan ini memberikan kesegaran. Penonton diajak berpikir menebak “siapa pembunuhnya” (whodunnit) sambil tetap terpingkal-pingkal dengan kelakuan absurd empat detektif gadungan yang menyamar di panti jompo.

Baca Juga  Sinopsis Film The Ambush, Saat Pasukan Khusus Dikepung Musuh di Medan Tempur

Formula ini terbukti efektif menjaga penonton tetap terpaku di kursi dari awal hingga akhir, menciptakan word of mouth yang positif bahwa film ini “lebih rapi” dan “lebih berkelas” dari yang pertama.

2. Isu Sosial yang Relate: Panti Jompo

Mengambil latar belakang panti jompo adalah langkah jenius. Di balik komedinya, film ini menyentuh hati penonton dengan isu hubungan orang tua dan anak, serta realitas kehidupan lansia di Indonesia.

Momen emosional (haru) yang disisipkan di antara komedi membuat film ini memiliki kedalaman rasa. Banyak penonton yang keluar bioskop tidak hanya dengan perut sakit karena tertawa, tapi juga mata sembab karena terharu. Koneksi emosional inilah yang mendorong orang untuk menonton ulang (rewatch).

3. Kualitas Produksi Imajinari

Imajinari telah memantapkan diri sebagai jaminan mutu. Setelah sukses dengan Ngeri-Ngeri Sedap, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, dan Agak Laen, penonton Indonesia kini memiliki persepsi.

Bahwa “Jika filmnya dari Imajinari, pasti bagus.” Branding studio ini berkontribusi besar pada tingginya angka pre-sale tiket dan kepadatan bioskop di minggu-minggu awal.

Analisis Data: Perjalanan Menuju Puncak Box Office

Untuk memahami betapa fenomenalnya jumlah penonton film Agak Laen 2, mari kita lihat tren kenaikannya yang agresif dibandingkan dengan standar film blockbuster lainnya.

Minggu Pertama: Ledakan Awal

Pada hari pembukaan (27 November 2025), film ini langsung diserbu ratusan ribu penonton. Dalam 4 hari pertama (opening weekend), Agak Laen 2 sudah mengantongi lebih dari 2 juta penonton.

Angka ini jauh di atas rata-rata film Indonesia yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mencapai 1 juta. Momentum ini didorong oleh rasa penasaran penonton yang sudah menunggu hampir dua tahun.

Minggu Kedua & Ketiga: Stabilitas yang Mengerikan

Biasanya, film akan mengalami penurunan jumlah penonton (drop) yang signifikan di minggu kedua. Namun, Agak Laen 2 menunjukkan stabilitas yang luar biasa. Efek liburan akhir tahun (Natal dan Tahun Baru) memberikan “bensin” tambahan.

Di masa liburan sekolah, bioskop dipenuhi oleh keluarga, bukan hanya anak muda. Rating sensor yang cukup ramah (Remaja 13+) memungkinkan cakupan demografi penonton yang sangat luas.

Momen Pemecahan Rekor

  • Hari ke-29: Resmi melewati angka 9,1 juta (mengalahkan Agak Laen 1).
  • Hari ke-35 (31 Desember 2025): Tembus 10 Juta Penonton, menjadi kado penutup tahun yang manis.
  • Hari ke-37 (2 Januari 2026): Resmi melewati rekor film Jumbo dan KKN di Desa Penari, menasbihkan diri sebagai pemuncak klasemen sepanjang masa.

Nazar Pemain: Bukan Lagi Manusia Silver

Salah satu bumbu marketing yang selalu ditunggu dari personel Agak Laen adalah “Nazar” atau janji jika target penonton tercapai. Jika pada film pertama mereka berjanji menjadi Manusia Silver di Bundaran HI (yang sukses bikin heboh), kali ini nazarnya lebih menyentuh dan selaras dengan tema film.

Baca Juga  Jadwal Film Bioskop Januari 2026, Lengkap dengan Tanggal Rilis

Bene, Boris, Jegel, dan Oki telah berjanji bahwa jika jumlah penonton film Agak Laen 2 mengalahkan film pertamanya, mereka akan melakukan pengabdian sosial di Panti Jompo.

Janji ini mendapat respon sangat positif dari publik. Ini bukan sekadar aksi konyol, tapi sebuah giveback kepada komunitas lansia yang menjadi inspirasi cerita film ini. Fans saat ini sedang menanti realisasi nazar tersebut yang diprediksi akan ditayangkan dalam bentuk vlog dokumenter di kanal YouTube Agak Laen.

Dampak Kesuksesan Ini Bagi Industri Film Nasional

Pencapaian 10 juta penonton oleh Agak Laen 2 membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi industri perfilman Indonesia di tahun 2026.

1. Standar Baru Komedi Indonesia

Komedi tidak lagi bisa digarap asal-asalan. Penonton menuntut naskah yang kuat, setup dan punchline yang cerdas, serta sinematografi yang niat. Film komedi “sekadar lucu” mungkin masih laku, tapi untuk mencapai level box office raksasa, diperlukan production value yang tinggi seperti yang ditunjukkan Imajinari.

2. Kepercayaan Bioskop pada Film Lokal

Dengan adanya film lokal yang mampu mendatangkan 10 juta orang, pihak eksibitor (XXI, CGV, Cinepolis) semakin percaya diri memberikan jatah layar (screen) lebih banyak untuk film Indonesia dibandingkan film Hollywood. Terbukti, saat Agak Laen 2 tayang, beberapa film blockbuster Barat terpaksa “mengalah” dalam hal jumlah layar.

3. Potensi Franchise (Waralaba)

Dengan dua film yang meledak, Agak Laen kini bukan sekadar nama grup podcast, tapi sebuah Intellectual Property (IP) raksasa. Potensi untuk Agak Laen 3, spin-off karakter, atau serial menjadi sangat terbuka. Pertanyaannya bukan “apakah akan ada yang ketiga?”, melainkan “kapan yang ketiga akan dibuat?”.

Sinopsis Singkat: Detektif Gadungan di Panti Jompo

Bagi Anda yang belum sempat menonton dan penasaran dengan ceritanya, berikut gambaran singkat yang membuat jutaan orang rela antre.

Kuartet Bene, Boris, Jegel, dan Oki kali ini tidak mengelola rumah hantu. Mereka “terjebak” dalam situasi di mana mereka harus menjadi detektif swasta (atau lebih tepatnya, orang yang sok jadi detektif). Misi mereka adalah menyelidiki kematian misterius seorang anak pejabat.

Petunjuk mengarah ke sebuah Panti Jompo elit. Demi mendapatkan bukti, mereka harus menyamar. Ada yang menyamar menjadi perawat, cleaning service, bahkan ada yang harus berpura-pura menjadi lansia penghuni panti.

Kekacauan terjadi ketika mereka harus berinteraksi dengan para lansia yang “agak laen” kelakuannya, sambil menghindari kecurigaan pengelola panti yang galak.

Baca Juga  Aplikasi Nonton Drama China Gratis Legal, Subtitle Indonesia

Perpaduan antara ketegangan investigasi, komedi fisik (slapstick), dan kehangatan interaksi dengan para lansia menjadi ramuan ampuh film ini. Ditambah lagi dengan kehadiran aktor senior seperti Jajang C. Noer yang mampu mengimbangi komedi anak-anak muda ini dengan brilian.

Kesimpulan

Update jumlah penonton film Agak Laen 2 yang kini telah menembus angka 10.250.000++ adalah bukti nyata bahwa kualitas cerita dan strategi marketing yang tepat adalah kunci raja di industri perfilman.

Film ini berhasil mematahkan mitos bahwa “sekuel biasanya lebih buruk dari film pertama”. Sebaliknya, Agak Laen 2: Menyala Pantiku! justru tampil lebih solid, lebih emosional, dan lebih sukses secara komersial.

Kesuksesan ini bukan hanya milik Imajinari atau personel Agak Laen, tapi kemenangan bagi perfilman Indonesia. Ini membuktikan bahwa pasar domestik sangat besar dan siap mendukung karya anak bangsa yang digarap dengan hati.

Bagi Anda yang belum menonton, angka 10 juta orang tersebut adalah validasi bahwa film ini layak masuk dalam daftar tontonan wajib Anda di awal tahun 2026 ini. Mari kita nantikan apakah angka ini akan terus bertambah hingga menembus 11 atau 12 juta penonton sebelum turun layar.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Agak Laen 2

Q: Berapa total jumlah penonton film Agak Laen 2 saat ini?

A: Hingga awal Januari 2026, jumlah penonton Agak Laen 2: Menyala Pantiku! telah menembus angka 10.250.000 penonton, menjadikannya film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Q: Apakah harus menonton film Agak Laen yang pertama dulu sebelum menonton yang kedua?

A: Tidak harus. Cerita Agak Laen 2 memiliki alur cerita yang baru dan karakter (peran) yang berbeda dari film pertama, meskipun dimainkan oleh aktor yang sama. Namun, menonton yang pertama akan membuat Anda lebih familiar dengan chemistry komedi mereka.

Q: Siapa sutradara film Agak Laen 2?

A: Film ini disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Muhadkly Acho, yang juga menyutradarai film pertamanya.

Q: Kapan film Agak Laen 2 akan tayang di layanan streaming (Netflix/Disney+)?

A: Biasanya film Indonesia akan masuk ke layanan streaming sekitar 3-4 bulan setelah turun layar dari bioskop. Mengingat film ini masih sangat laris di bioskop per Januari 2026, kemungkinan rilis streaming paling cepat adalah pertengahan tahun 2026.

Q: Apa nazar pemain Agak Laen 2 jika tembus target?

A: Mereka bernazar untuk melakukan pengabdian dan pelayanan sosial di Panti Jompo jika jumlah penonton berhasil mengalahkan film pertamanya (9,1 juta), yang mana target tersebut kini sudah tercapai.

Leave a Comment