Home » Berita » 15 Peluang Usaha Jelang Ramadhan 1447 H yang Menjanjikan, Modal Kecil Untung Besar

15 Peluang Usaha Jelang Ramadhan 1447 H yang Menjanjikan, Modal Kecil Untung Besar

Rambay.id – Bulan suci Ramadhan selalu membawa keberkahan, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dari pergerakan roda ekonomi masyarakat. Menjelang Ramadhan 1447 H, antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan puasa dan perayaan Idul Fitri diprediksi akan meningkat tajam.

Momentum tahunan tersebut membuka lebar berbagai peluang usaha bagi siapa saja yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Persiapan yang matang sejak jauh hari menjadi kunci kesuksesan dalam meraup keuntungan maksimal. Banyak sektor bisnis mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa, mulai dari sektor kuliner, fashion, hingga layanan jasa.

Masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sahur, berbuka, hingga persiapan tradisi Lebaran. Memulai bisnis sebelum bulan puasa benar-benar tiba memberikan keuntungan tersendiri, seperti waktu promosi yang lebih panjang dan kesempatan membangun basis pelanggan setia lebih awal.

Memilih jenis usaha yang tepat dengan modal terjangkau sangat mungkin dilakukan asalkan ada kemauan, strategi pemasaran yang baik, dan kreativitas dalam membaca tren pasar saat ini. Berikut adalah rincian ide bisnis yang sangat berpotensi menghasilkan keuntungan besar.

Kategori Kuliner dan Persediaan Makanan

Sektor kuliner selalu mendominasi daftar bisnis paling dicari saat bulan puasa. Permintaan terhadap makanan sahur, takjil berbuka, hingga hidangan ringan meningkat secara drastis setiap tahunnya.

1. Berjualan Aneka Kurma dan Madu

Menjelang Ramadhan 1447 H, permintaan kurma dan madu melonjak tajam karena mengonsumsi kurma merupakan sunnah untuk berbuka puasa. Berjualan kedua produk tersebut sangat menjanjikan. Modal yang dikeluarkan bisa ditekan dengan sistem prapemesanan (pre-order) atau mencari agen grosir terpercaya di pasar induk.

Pemasaran dapat dilakukan secara daring melalui media sosial atau aplikasi pesan singkat warga sekitar. Target pasarnya sangat luas, mencakup seluruh keluarga muslim yang mempersiapkan stok makanan sehat guna menjaga stamina tubuh selama berpuasa sebulan penuh.

2. Usaha Katering Sahur dan Buka Puasa

Banyak pekerja kantoran, mahasiswa, atau keluarga sibuk yang tidak memiliki waktu luang untuk memasak hidangan saat sahur maupun berbuka. Menawarkan paket katering harian atau mingguan menjadi solusi praktis bagi mereka.

Kunci sukses bisnis katering terletak pada cita rasa masakan yang lezat, variasi menu berganti-ganti agar pelanggan tidak bosan, serta jadwal pengiriman yang selalu tepat waktu. Promosi sebaiknya dimulai beberapa minggu sebelum masuknya bulan Ramadhan agar kuota pemesanan cepat penuh.

3. Penjualan Lauk Pauk Kering dan Tahan Lama

Makanan pendamping seperti abon sapi, kering tempe kacang, kentang mustofa, dan serundeng sangat diminati sebagai lauk cadangan saat makan sahur. Daya tahannya yang lama membuat produk semacam itu bisa diproduksi jauh-jauh hari.

Sebelum bulan puasa dimulai. Pengemasan yang higienis, kedap udara, dan menarik secara visual akan meningkatkan nilai jual produk di mata konsumen. Memasarkannya melalui platform belanja daring (e-commerce) akan sangat membantu memperluas jangkauan pembeli hingga ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

4. Bisnis Minuman Segar dan Es Buah Kemasan

Menjelang waktu berbuka, perburuan takjil berupa minuman segar selalu terpantau ramai di berbagai sudut kota. Mempersiapkan bahan baku es buah, es kelapa muda, es dawet, atau minuman kekinian.

Baca Juga  Ide Tema Kajian Ramadhan 1447 H yang Cocok untuk Remaja Masjid Milenial dan Gen Z

Sejak sore hari bisa mendatangkan perputaran uang yang luar biasa cepat. Lokasi berjualan yang strategis seperti pinggir jalan utama, pasar dadakan sore hari, atau area sekitar masjid agung akan memaksimalkan volume penjualan harian dengan modal operasional yang terbilang kecil.

5. Produksi dan Penjualan Kue Kering Lebaran

Nastar, kastengel, putri salju, dan lidah kucing merupakan hidangan wajib di meja tamu saat perayaan Idul Fitri tiba. Pembuatan kue kering biasanya memakan waktu cukup lama dan membutuhkan ketelitian.

Sehingga membuka sistem prapemesanan jauh sebelum Ramadhan tiba adalah langkah strategi yang cerdas. Menawarkan sampel gratis (tester) terlebih dahulu kepada kerabat dekat, rekan kerja, atau tetangga bisa menjadi strategi promosi dari mulut ke mulut yang sangat efektif dan terbukti mendongkrak pesanan.

6. Frozen Food (Makanan Beku) Siap Saji

Selain lauk kering, aneka makanan beku (frozen food) seperti nugget, sosis, dimsum, atau risoles mayo juga menjadi menu favorit karena kepraktisannya. Menyiapkan makanan sahur.

Seringkali berpacu dengan waktu imsak, dan makanan beku menawarkan solusi cepat saji yang tetap nikmat disantap keluarga. Menyediakan variasi makanan beku sehat, buatan rumahan, tanpa bahan pengawet tambahan dapat menjadi nilai jual lebih yang sukses menarik minat keluarga modern.

Kategori Fashion dan Perlengkapan Ibadah

Peningkatan aktivitas ibadah dan tradisi membeli pakaian baru menjelang hari raya menjadikan kategori ini sebagai ladang keuntungan yang sangat menggiurkan.

7. Menjual Busana Muslim dan Baju Lebaran

Tradisi memakai baju baru saat Lebaran masih mengakar sangat kuat di tengah masyarakat. Menjual busana muslim seperti gamis, tunik, baju koko, atau hijab kekinian menawarkan margin keuntungan yang cukup besar.

Mengambil stok pakaian langsung dari sentra grosir tekstil atau bergabung menjadi agen dropshipper merupakan alternatif aman bagi pemula yang memiliki modal terbatas. Melakukan pemasaran langsung melalui fitur siaran langsung (live streaming) di berbagai platform digital terbukti ampuh mendongkrak penjualan.

8. Penjualan Perlengkapan Ibadah (Mukena, Sarung, Sajadah)

Selain busana Lebaran, perlengkapan ibadah kondisi baru juga sering dicari guna menyambut rutinitas salat tarawih di masjid. Mukena berbahan sejuk dengan motif cantik, kain sarung berkualitas, atau sajadah lipat (travel) yang praktis dibawa amat diminati pembeli.

Menyediakan paket hemat yang berisi gabungan sarung, peci, dan tasbih juga bisa menjadi ide hadiah menarik bagi konsumen yang berencana membagikannya kepada keluarga besar.

9. Jasa Jahit Pakaian Custom dan Permak

Menjelang hari kemenangan, banyak keluarga besar yang ingin tampil kompak dengan seragam pakaian senada. Para penjahit pakaian biasanya akan kebanjiran pesanan bahkan sampai harus menolak pelanggan apabila kapasitas mesin sudah penuh.

Membuka jasa penerimaan jahitan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan memberikan kepastian bagi pelanggan agar pakaian mereka bisa diselesaikan tepat waktu. Keahlian menjahit yang rapi dan kedisiplinan menepati tenggat waktu merupakan pondasi utama bisnis ini.

Baca Juga  Ide Permainan Keluarga Setelah Tarawih 2026: Seru, Sederhana, dan Cocok untuk Semua Usia

Kategori Jasa, Bingkisan, dan Produk Musiman Lainnya

Kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri tidak terbatas pada makanan dan pakaian, melainkan merambah pada layanan jasa kebersihan, pengiriman barang, dan kebutuhan suvenir.

10. Pembuatan Parsel dan Hampers Lebaran

Budaya saling mengirim bingkisan kepada kerabat dekat, rekan kerja, atau mitra bisnis menjelang penghujung Ramadhan membuat bisnis hampers tidak pernah sepi peminat. Kreativitas dalam merangkai isi bingkisan.

Baik yang berupa makanan ringan, seperangkat alat minum, hingga produk perawatan tubuh, amat menentukan harga jual. Penggunaan kemasan estetik yang terbuat dari bahan rotan, kotak kayu, atau tas kanvas ramah lingkungan akan menambah kesan mewah pada bingkisan tersebut.

11. Layanan Jasa Titip (Jastip) Spesial Ramadhan

Tidak semua orang memiliki kelonggaran waktu atau akses transportasi untuk mengunjungi pusat perbelanjaan grosir dan toko kue legendaris di pusat kota. Membuka layanan jasa titip (jastip).

Untuk pembelian baju Lebaran bermerek, kue artis ibu kota, atau pernak-pernik dekorasi interior bisa menghasilkan untung bersih yang lumayan. Modal utamanya hanyalah koneksi internet stabil, perangkat ponsel pintar, kejujuran, serta kepercayaan dari pelanggan.

12. Layanan Jasa Pembersihan Rumah dan Karpet

Mendekati hari raya, banyak keluarga membersihkan rumah secara menyeluruh demi menyambut para tamu yang bersilaturahmi. Jasa cuci karpet, pembersihan sofa berdebu, hingga pembersihan sudut-sudut rumah secara profesional amat dibutuhkan.

Menawarkan paket diskon khusus apabila pelanggan memesan layanan sebulan sebelum Lebaran tiba bisa menjadi strategi menarik agar pesanan terkumpul di awal waktu.

13. Bisnis Amplop Lebaran Berdesain Unik

Tradisi membagikan uang saku (Tunjangan Hari Raya) kepada anak-anak sanak saudara membuat amplop Lebaran selalu laris manis di pasaran. Membuat desain amplop kustom yang bisa ditambahkan.

Nama keluarga pengirim atau menggunakan gambar karakter kartun populer memberikan nilai jual tersendiri dibanding amplop pabrikan biasa. Proses pencetakan bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat cetak rumahan atau bekerja sama dengan layanan percetakan lokal.

14. Jasa Desain Grafis dan Pengelolaan Konten Ramadhan

Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lain yang membutuhkan materi promosi visual bernuansa islami untuk diunggah ke akun media sosial mereka. Bagi mereka yang memiliki keterampilan khusus di bidang desain grafis.

Menawarkan jasa pembuatan spanduk digital, unggahan Instagram, atau katalog menu edisi khusus Ramadhan sangatlah berpotensi mendatangkan uang. Portofolio hasil desain yang menarik akan sangat memudahkan langkah dalam mendapatkan klien baru.

15. Penjualan Perlengkapan Ziarah dan Bunga Tabur

Menjelang hari-hari pertama bulan puasa, tradisi ziarah kubur sering dilakukan secara serempak oleh masyarakat. Menjual bunga tabur segar, air mawar botolan, dan aneka perlengkapan ziarah di area.

Sekitar pintu masuk pemakaman bisa memberikan penghasilan harian yang nominalnya cukup besar. Meski tergolong usaha musiman yang hanya ramai dalam beberapa hari, perputaran uang tunai pada bisnis kecil tersebut tergolong sangat cepat.

Baca Juga  Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H 2026 Resmi Diumumkan, Awal Puasa Jatuh pada Tanggal Ini

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang eluang Usaha Jelang Ramadhan 1447 H)

Apa saja peluang usaha jelang Ramadhan 1447 H yang paling laris?

Bisnis kuliner seperti katering sahur, lauk pauk kering, dan minuman segar sering kali menjadi incaran utama masyarakat. Selain itu, penjualan busana muslim dan perlengkapan ibadah juga mengalami lonjakan permintaan yang sangat tinggi. Memilih bisnis sesuai kebutuhan harian masyarakat akan memperbesar peluang meraih keuntungan.

Bagaimana cara memulai usaha takjil di bulan puasa dengan modal minim?

Langkah pertama adalah membuat menu sederhana seperti es teh manis, es buah, atau gorengan yang bahan bakunya terjangkau. Manfaatkan area depan rumah atau titik keramaian terdekat untuk berjualan tanpa harus menyewa tempat mahal. Promosi gencar melalui media sosial dan aplikasi pesan warga sekitar sangat efektif untuk menjaring pembeli lokal.

Kapan waktu terbaik untuk mempersiapkan bisnis menyambut Ramadhan 1447 H?

Persiapan terbaik sebaiknya dilakukan satu hingga dua bulan sebelum bulan puasa benar-benar tiba. Waktu tersebut memungkinkan pelaku usaha untuk meriset pasar, mencari distributor bahan baku termurah, dan melakukan promosi awal. Memulai lebih cepat juga membantu mengamankan stok barang sebelum harga kebutuhan pokok naik menjelang puasa.

Apakah bisnis hampers dan parsel Lebaran masih menjanjikan?

Permintaan hampers dan parsel terus meningkat setiap tahunnya karena tradisi berkirim hadiah ke keluarga maupun relasi kerja. Menyediakan kemasan unik dan isi yang fungsional, seperti alat makan kayu atau perlengkapan ibadah, memberikan nilai jual tersendiri. Bisnis tersebut sangat menguntungkan apabila pemasaran dilakukan jauh hari dengan sistem pemesanan awal.

Mengapa berjualan lauk pauk kering sangat direkomendasikan saat puasa?

Lauk pauk kering seperti abon, kering tempe, dan kentang mustofa memiliki daya tahan lama tanpa perlu masuk lemari es. Produk tersebut sangat praktis disajikan sebagai menu sahur di saat waktu terbatas, sehingga banyak dicari oleh pekerja atau mahasiswa. Proses produksinya pun bisa dicicil sejak sebelum puasa untuk mengantisipasi lonjakan pesanan.

Kesimpulan

Memulai usaha menjelang Ramadhan 1447 H membuka pintu rezeki yang sangat luas mengingat tingginya lonjakan permintaan pasar di berbagai sektor. Pemilihan jenis usaha yang paling tepat sasaran, mulai dari penyediaan kuliner praktis, pernak-pernik perlengkapan ibadah, bingkisan cantik.

Hingga layanan jasa kebersihan, amat menentukan tingkat keberhasilan. Kunci utama dalam memenangkan persaingan terletak pada persiapan operasional yang matang, riset selera pasar yang mendalam, dan kreativitas tinggi dalam memasarkan produk.

Keterbatasan modal kecil sama sekali tidak menjadi halangan besar asalkan selalu diiringi dengan konsistensi kerja dan pelayanan pelanggan yang memuaskan. Mengambil langkah lebih awal sebelum bulan puasa berlangsung akan memastikan bisnis siap melayani lonjakan pesanan secara maksimal.