Rambay – Memasuki tahun 2026, kebutuhan akan jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), semakin mendesak. Kenaikan biaya hidup dan kebutuhan kesehatan membuat program bantuan sosial (bansos).
Menjadi topik yang paling dicari. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus melanjutkan komitmennya untuk mensejahterakan lansia melalui berbagai skema bantuan.
Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang sudah sepuh? Atau mungkin Anda sendiri yang ingin mengetahui hak-hak sebagai warga negara senior?
Kami bantu rangkum informasi Bansos Lansia 2026, mulai dari jenis program, jadwal pencairan, hingga tutorial langkah demi langkah untuk mendaftar dan mengecek status penerimaan.
Apa Itu Bansos Lansia 2026?
Bansos Lansia 2026 bukanlah sebuah nama program tunggal, melainkan merujuk pada komponen bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada warga negara lanjut usia yang memenuhi kriteria kemiskinan atau kerentanan sosial.
Di tahun 2026, pemerintah fokus pada pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan lebih tepat sasaran.
Tujuan utama dari bantuan ini adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar lansia, meliputi kebutuhan nutrisi, pelayanan kesehatan, dan perawatan sosial.
Mengingat lansia sering kali tidak lagi memiliki pendapatan produktif, bantuan ini menjadi “penyambung napas” yang krusial.
Secara umum, bantuan ini menyasar lansia yang berusia di atas 60 tahun atau 70 tahun (tergantung jenis programnya) yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Jenis-Jenis Bansos Lansia di Tahun 2026
Sebelum mengetahui cara mendaftar, penting untuk memahami jenis bantuan apa saja yang tersedia bagi lansia di tahun 2026. Pemerintah membagi skema bantuan ini ke dalam beberapa kategori utama:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Komponen Lansia
Ini adalah primadona bansos di Indonesia. PKH adalah bantuan tunai bersyarat. Dalam satu Kartu Keluarga (KK) penerima PKH, pemerintah membatasi maksimal 4 orang yang ditanggung, dan lansia adalah salah satu komponen yang diprioritaskan.
- Syarat Khusus: Biasanya diperuntukkan bagi lansia berusia 70 tahun ke atas (namun kebijakan ini fleksibel tergantung kuota daerah).
- Sifat Bantuan: Tunai, dicairkan melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI) atau PT Pos Indonesia.
2. Bantuan Permakanan (Makanan Siap Saji)
Di tahun 2026, program Bantuan Permakanan masih dilanjutkan. Program ini berbeda dengan PKH karena bantuannya bukan berupa uang tunai, melainkan makanan siap santap yang diantar setiap hari (biasanya dua kali sehari).
- Target: Lansia tunggal (hidup sendiri) yang sudah tidak mampu beraktivitas normal atau penyandang disabilitas berat.
- Tujuan: Memastikan lansia tidak kelaparan dan mendapatkan gizi yang layak.
3. Bantuan PBI-JK (Kartu Indonesia Sehat)
Meskipun bukan uang tunai, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) sangat penting bagi lansia. Dengan bantuan ini, lansia bisa berobat gratis di fasilitas kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan yang iurannya dibayarkan pemerintah.
4. Bansos Lansia Daerah (Contoh: KLJ – Kartu Lansia Jakarta)
Bagi Anda yang berdomisili di daerah tertentu seperti DKI Jakarta, pemerintah provinsi memiliki program spesifik seperti Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Syarat dan ketentuannya diatur oleh Dinas Sosial provinsi masing-masing, namun umumnya menyasar lansia 60 tahun ke atas yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Jadwal Pencairan Bansos Lansia 2026
Salah satu pertanyaan terbesar masyarakat adalah: “Kapan Bansos Lansia 2026 cair?”
Untuk bansos reguler seperti PKH, skema pencairan di tahun 2026 diprediksi tetap mengikuti pola triwulanan (setiap tiga bulan) atau per dua bulan, tergantung pada lembaga bayar yang digunakan.
Berikut adalah estimasi jadwal pencairan PKH Komponen Lansia tahun 2026:
- Tahap 1: Januari – Maret 2026
- Tahap 2: April – Juni 2026
- Tahap 3: Juli – September 2026
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026
Catatan Penting: Jika penyaluran melalui Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) Bank Himbara, pencairan sering dilakukan per dua bulan (Januari-Februari, Maret-April, dst). Namun, jika melalui PT Pos Indonesia (untuk daerah 3T), biasanya dirapel per tiga bulan. Pantau terus informasi resmi dari pendamping sosial di desa/kelurahan Anda.
Syarat dan Kriteria Penerima Bansos Lansia 2026
Tidak semua lansia otomatis mendapatkan bantuan. Ada proses seleksi ketat melalui sistem DTKS. Berikut adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi di tahun 2026:
- Warga Negara Indonesia (WNI): Memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga yang valid dan padan dengan data Dukcapil.
- Masuk dalam DTKS: Nama lansia harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Ini adalah database utama Kemensos.
- Berasal dari Keluarga Miskin/Rentan Miskin: Dibuktikan dengan kondisi ekonomi dan survei dari dinas sosial setempat.
- Bukan Pensiunan ASN/TNI/Polri: Lansia yang mendapatkan uang pensiun dari negara tidak berhak menerima bansos PKH atau Permakanan.
- Kriteria Usia:
- Untuk PKH: Umumnya 70 tahun ke atas.
- Untuk Bansos Daerah/Lainnya: Bisa mulai dari 60 tahun ke atas.
Panduan Cara Daftar Bansos Lansia 2026
Jika Anda atau orang tua Anda memenuhi syarat namun belum pernah mendapatkan bantuan, Anda bisa mengajukan diri. Ada dua cara utama untuk mendaftar: secara offline dan online.
Cara Daftar Offline (Melalui Desa/Kelurahan)
Ini adalah cara yang paling disarankan karena melibatkan verifikasi langsung dari perangkat daerah.
- Siapkan Dokumen: Bawa KTP asli dan Kartu Keluarga (KK) lansia yang bersangkutan.
- Datang ke Kantor Desa/Kelurahan: Temui petugas operator data atau seksi kesejahteraan rakyat (Kesra).
- Pengajuan Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel): Sampaikan permohonan untuk masuk ke dalam DTKS. Data baru biasanya harus disetujui melalui forum Musyawarah Desa yang diadakan secara berkala.
- Verifikasi dan Validasi: Petugas Dinas Sosial akan melakukan survei ke rumah untuk memastikan kondisi ekonomi layak dibantu.
- Input ke SIKS-NG: Jika lolos, data akan diinput oleh operator desa ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) untuk disahkan oleh Kemensos.
Cara Daftar Online (Melalui Aplikasi Cek Bansos)
Di tahun 2026, penggunaan teknologi semakin masif. Anda bisa menggunakan fitur “Usul Sanggah” di aplikasi resmi Kemensos.
- Unduh Aplikasi: Cari “Aplikasi Cek Bansos” resmi dari Kementerian Sosial di Play Store.
- Registrasi Akun: Buat akun baru menggunakan data diri (KTP & KK) pengusul (bisa anak atau keluarga lansia). Anda perlu melakukan swafoto dengan KTP.
- Tunggu Verifikasi Akun: Kemensos akan memverifikasi data akun Anda terlebih dahulu.
- Masuk ke Menu Daftar Usulan: Setelah akun aktif, login dan pilih menu “Daftar Usulan”.
- Tambah Usulan: Klik “Tambah Usulan”, lalu masukkan data lansia yang ingin didaftarkan (sesuai KK dan KTP).
- Unggah Foto: Lampirkan foto rumah tampak depan dan kondisi dalam rumah sebagai bukti kelayakan.
- Selesai: Data usulan akan diproses oleh dinas terkait untuk verifikasi lapangan.
Cara Cek Penerima Bansos Lansia Lewat HP
Setelah mendaftar, atau jika Anda ingin memastikan apakah bantuan periode ini sudah turun, Anda bisa mengeceknya dengan mudah melalui ponsel.
Langkah-Langkah Cek di Situs Resmi:
- Buka browser di HP (Chrome, Safari, dll).
- Kunjungi situs [tautan mencurigakan telah dihapus].
- Isi Data Wilayah: Masukkan Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan sesuai KTP lansia.
- Isi Nama Lengkap: Masukkan nama lansia sesuai yang tertera di KTP.
- Isi Kode Captcha: Ketik kode huruf yang muncul di layar untuk keamanan.
- Klik tombol “CARI DATA”.
Cara Membaca Hasil Pencarian:
- Status “YA”: Artinya orang tersebut terdaftar sebagai penerima manfaat.
- Keterangan “PKH”: Jika di kolom PKH tertulis statusnya “Pengurus” atau “Anggota”, berarti lansia tersebut tercover PKH.
- Periode: Perhatikan kolom periode. Jika tertulis “Jan-Mar 2026” atau “Triwulan 1 2026”, berarti data untuk tahun ini sudah aktif.
- Status Ket: Jika tertulis “Proses Bank Himbara/PT Pos”, artinya uang sedang dalam proses transfer. Jika “Sudah Salur”, uang sudah masuk ke rekening atau siap diambil.
Nominal Besaran Bantuan Lansia 2026
Berapa uang yang diterima lansia pada tahun 2026? Nominal ini mengacu pada standar indeks bantuan sosial yang ditetapkan pemerintah (dengan asumsi tidak ada perubahan radikal dari tahun sebelumnya).
- PKH Lansia:
- Rp 600.000 per tahap (jika cair per 3 bulan).
- Rp 400.000 per tahap (jika cair per 2 bulan).
- Total: Rp 2.400.000 per tahun.
- Bantuan Permakanan:
- Nominalnya sekitar Rp 30.000 per hari (dalam bentuk makanan, bukan uang tunai), dikelola oleh Pokmas (Kelompok Masyarakat) setempat.
- Bansos YAPI (Jika Lansia merawat Yatim Piatu):
- Ada tambahan komponen tersendiri sebesar Rp 200.000 per bulan.
Tips Agar Bansos Lansia Tidak Terputus
Banyak kasus di mana lansia menerima bantuan di tahun 2025, namun tiba-tiba berhenti di tahun 2026. Berikut tips untuk mencegah hal tersebut:
- Update Kartu Keluarga: Jika ada anggota keluarga yang meninggal atau pindah, segera perbarui KK. Data yang tidak sinkron antara DTKS dan Dukcapil adalah penyebab utama bansos terhenti.
- Hadir Saat Pertemuan Kelompok (P2K2): Bagi penerima PKH, kehadiran dalam pertemuan kelompok seringkali menjadi syarat validasi keaktifan.
- Gunakan Bantuan Sesuai Peruntukan: Jangan gunakan uang bansos lansia untuk membeli rokok atau miras. Jika ketahuan saat audit, bantuan bisa dicabut. Prioritaskan untuk beli beras, lauk pauk, susu lansia, atau obat-obatan.
- Geotagging Rumah: Pastikan rumah lansia sudah di-geotagging (difoto dengan titik koordinat) oleh petugas pendamping sosial atau petugas Pos. Rumah yang tidak bisa ditemukan koordinatnya berisiko dicoret dari daftar.
Mengapa Bansos Lansia 2026 Sangat Penting?
Di tengah proyeksi ekonomi 2026 yang menantang, bansos lansia bukan sekadar amal, melainkan investasi kemanusiaan. Lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap guncangan ekonomi.
Biaya kesehatan yang meningkat seiring usia, ditambah dengan ketiadaan pendapatan aktif, membuat mereka sangat bergantung pada dukungan keluarga dan negara.
Bansos ini membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin yang merawat lansia, sehingga dana keluarga lain bisa dialokasikan untuk pendidikan anak atau modal usaha. Dengan demikian, Bansos Lansia secara tidak langsung membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Kesimpulan
Bansos Lansia 2026 merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi warga senior. Dengan nominal bantuan mencapai Rp 2.400.000 per tahun untuk skema PKH, bantuan ini sangat berarti untuk menopang gizi dan kesehatan lansia.
Kunci utama untuk mendapatkan bantuan ini adalah data yang valid. Pastikan lansia di keluarga Anda memiliki e-KTP dan KK yang padan dengan Dukcapil, serta terdaftar di DTKS. Jangan ragu untuk proaktif bertanya ke kantor desa atau menggunakan aplikasi Cek Bansos untuk memantau status bantuan.
Jika status penerimaan sudah muncul “Siap Salur”, segera cairkan bantuan sesuai jadwal dan gunakan dengan bijak untuk kebutuhan prioritas lansia. Mari kita kawal penyaluran Bansos Lansia 2026 agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi orang tua kita yang membutuhkan.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Bansos Lansia 2026
1. Apakah lansia yang sakit stroke dan tidak bisa berjalan bisa mengambil bansos?
Bisa. Untuk lansia yang sakit, disabilitas berat, atau tidak bisa datang ke ATM/Kantor Pos, penyaluran biasanya dilakukan dengan metode home visit (antar ke rumah) oleh petugas PT Pos Indonesia.
Keluarga bisa melaporkan kondisi ini ke pendamping PKH atau aparat desa setempat agar dicatat sebagai penerima layanan antar.
2. Kenapa tetangga saya yang kaya malah dapat bansos lansia?
Ini disebut Inclusion Error. Anda bisa melaporkannya melalui fitur “Usul Sanggah” di Aplikasi Cek Bansos. Pilih menu “Sanggah”, lalu tandai profil penerima tersebut dengan alasan “Sudah Mampu”. Laporan Anda akan diverifikasi oleh dinas sosial.
3. Apakah lansia usia 65 tahun bisa dapat PKH?
Secara aturan umum Kemensos untuk PKH Pusat, prioritas lansia adalah 70 tahun ke atas. Namun, jika kuota di daerah tersebut belum terpenuhi, terkadang lansia di bawah 70 tahun (60+) bisa masuk, atau mereka dialihkan ke bansos jenis lain seperti BPNT (Sembako) atau BLT Dana Desa.
4. Kapan batas akhir pendaftaran Bansos Lansia 2026?
Pendaftaran DTKS dibuka sepanjang tahun (biasanya setiap bulan ada periode pengesahan data antara tanggal 14-26). Jadi tidak ada batas waktu mutlak, namun semakin cepat mendaftar, semakin cepat data diproses untuk periode pencairan berikutnya.
5. Apakah Bansos Lansia bisa diwariskan jika penerima meninggal dunia?
Tidak. Bansos melekat pada NIK personal. Jika lansia penerima meninggal dunia, bantuan akan dihentikan. Keluarga wajib melapor ke desa agar dibuatkan surat kematian dan data dihapus dari DTKS.
Namun, jika dalam satu KK masih ada komponen lain yang berhak (misal anak sekolah), bantuan untuk komponen anak tersebut tetap jalan, hanya komponen lansianya yang hilang.